Pemda Sleman Jaga Silahturahmi Dengan Tokoh Agama

Sleman – Bupati Sleman, Sri Purnomo bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan silaturahmi kepada Kyai, Ulama, dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Sleman, Rabu (5/7). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri.

Ada sebanyak lima Kyai dan Alim Ulama yang dikunjungi rombongan Bupati Sleman pada hari Rabu lalu. Yang pertama, Bupati Sleman beserta rombongan bersilaturahmi ke kediaman Prof. Dr. KH. Syafi’I Maarif di Perumahan Nogotirto II, Gamping. Bupati Sleman beserta rombongan diterima oleh takmir Masjid Nogotirto dikarenakan Syafi’I Maarif sedang berada di luar kota.

Melalui sebuah tulisan yang dibacakan oleh takmir Masjid Nogotirto, Buya Syafi’I, berharap Kabupaten Sleman bisa mengurangi angka kemiskinan sehingga bisa menjadi contoh di tingkat nasional dalam upaya pengentasan kemiskinan. Mantan Ketua PP Muhammadiyah tersebut menyoroti keadaan ekonomi di Indonesia yang sebagian besar asetnya dikuasai oleh asing.

“Yang cukup mengharukan adalah tanah kita ternyata 80% dikuasai oleh asing, 13% dikuasai konglomerat, sisanya 7% dibagi untuk 250 juta jiwa,” sebut Buya dalam tulisannya.

Lebih lanjut, Buya berharap Kabupaten Sleman bisa meningkatkan ketentraman dan keamanan di wilayah Kabupaten Sleman. Menurutnya Kabupaten Sleman juga harus mampu menjadi contoh nasional sebagai Kabupaten yang mampu mengendalikan ketertiban dan keamanan di wilayahnya.

“Masih banyak terjadi perampokan, penipuan, klithih juga masih ada. Saya harap Kabupaten Sleman bisa meningkatkan keamanannya,” kata Buya Syafi’i.

Setelah dari kediaman Buya Syafi’i, Bupati Sleman beserta rombongan kemudian melanjutkan silaturahminya ke KH. Sujai Masduki, Pimpinan Pondok Pesantren As Salafiyah di Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping. Dilanjutkan ke kediaman Drs. H. Abdullah Effendi, Pengasuh Pondok Pesantren Babuttowalit di Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan.

Selanjutnya ke kediaman Ketua IPHI Kabupaten Sleman, Drs. KH. Abdul Madjid, MSi di Margokaton Sayegan. Silaturahmi terakhir dilaksanakan di kediaman KH. Asyhari, Pengasuh Pondok Pesantren As Salam, Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel.




Puskesmas di Sleman Berhasil Tangani 8 Ribu Pasien Selama Libur Lebaran

Sleman – Sesuai dengan komitmen yang diungkap sebelumnya oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Nurulhayah, pada jumpa pers Jumat (16/6) lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman merealisasikan pemberian pelayanan 24 jam di seluruh puskesmas di Kabupaten Sleman. Nurulhayah mengungkapkan bahwa seluruh puskesmas di Kabupaten Sleman akan disiagakan 24 jam mulai H-7 sampai H+7 libur Lebaran.

Kepala Bidang Pelayanan Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dwi Andayani, menambahkan bahwa dari 25 puskesmas yang dibuka selama satu hari penuh ada 10 puskesmas yang juga melayani rawat inap 24 jam, yakni Puskesmas Minggir, Puskesmas Mlati 2, Puskesmas Seyegan, Puskesmas Godean 1, Puskesmas Tempel 1, Puskesmas Sleman, Puskesmas Ngemplak 1, Puskesmas Turi, Puskesmas Berbah, dan Puskesmas Kalasan, Selasa (5/7).

Tercatat dari 25 puskesmas yang ada di Kabupaten Sleman ini, setidaknya sebanyak 8257 pasien berhasil ditangani saat cuti bersama berlangsung. Sementara itu, penyakit terbanyak yang diidap oleh para pasien adalah ISPA dan Gangguan Pernapasan yaitu sebanyak 1398 pasien dengan 1 pasien yang meninggal dunia.

Selain itu, puskesmas-puskesmas di Kabupaten Sleman juga menangani korban kecelakaan lalu lintas selama cuti lebaran. Terdapat 56 kasus kecelakaan lalu lintas yang ditangani antara tanggal 23 hingga 30 Juni 2017, dengan rincian 49 pasien luka ringan-sedang, 4 pasien luka berat, dan 1 pasien meninggal. Kasus kecelakaan terbanyak berada di wilayah Kecamatan Ngaglik dan Kecamatan Ngemplak dengan masing-masing 6 kasus kecelakaan lalu lintas.

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan tidak ikut serta mendirikan posko kesehatan bagi pemudik. Menurutnya, Dinas Kesehatan akan lebih memfokuskan pada kinerja puskesmas-puskesmas di Kabupaten Sleman.

“Kita tidak ada posko kesehatan ya, kan juga sudah banyak teman-teman yang mendirikan posko kesehatan untuk pemudik. Kita maksimalkan layanan di puskesmas,” ujar Dwi.




Cuti Lebaran, 68 Pemohon Legalisasi Di Sleman Tetap Terlayani

Sleman – Pemerintah telah menetapkan masa cuti bersama selama 5 hari selama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1428 H, yaitu mulai tanggal 23-30 Juni 2017. Namun, beberapa instansi Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun cuti Bersama tengah berlangsung.

Salah satu instansi yang masih memberikan pelayanan ketika masa cuti bersama adalah Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman. Kepala Dinas Dukcapil, Jazim Sumirat, SH. mengungkapkan bahwa pihaknya tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat selama cuti bersama. Kehadiran karyawan di Dinas Dukcapil selama libur lebaran dibagi menjadi lima shift sesuai dengan jumlah hari cuti bersama.

Hal tersebut mengingat jumlah pemohon pada masa libur lebaran tidak sebanyak hari-hari biasa.

“Sebenarnya bukan masalah berapa banyak yang datang ya, tapi ini sebagai wujud komitmen kita untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”, kata Jazim saat ditemui Selasa (4/7) di ruang kerjanya.

Lebih lanjut Jazim mengatakan ada berbagai macam permohonan layanan selama libur lebaran lalu. Permohonan layanan terbanyak adalah permohonan legalisasi yang berjumlah 68 pemohon.

“Kependudukan kan dinamis, jadi seperti momen mudik seperti ini banyak yang bekerja di kota lain namun ber-KTP Sleman. Kesempatan ini kemudian dimanfaatkan untuk legalisasi,” ucap Jazim.

Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik pada jenis pelayanan lainnya.  Salah satunya adalah dengan memberikan pelayanan khusus bagi pemohon Kartu Keluarga. Pemohon Kartu Keluarga ini bisa mendapatkan tanda tangan Kepala Dinas Dukcapil kapan saja.

“Walaupun saya sedang rapat, sedang ada acara, saya akan tetap menerima menanda tangani,” terang Jazim.