Desa Sukoharjo Lantik Sekretaris Desa yang Baru

Ngaglik – Desa Sukoharjo melaksanakan pelantikan Sekretaris Desa pada Selasa (11/7). Pelantikan ini merupakan bentuk pelaksanaan sistem seleksi terbaru yang dimulai dengan hasil Musyawarah Desa (Musdes) Desa Sukoharjo. Adapun sekretaris yang dilantik adalah Yuliani, yang menggantikan Agus Triyono.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum, Musta`in Aminun, SH,  mengharapkan sekretaris desa dapat menjadi pengendali administrasi Desa Sukoharjo.

Oleh sebab itu, perlu kecepatan dalam bertindak dan bekerja karena sekarang semuanya sudah menggunakan sistem komputer dan digital. Terlebih lagi, sekarang sedang dikembangkan smart regency dan smart village sehingga seluruh kabupaten dan 86 desa yang ada bisa dipantau pembangunannya, baik anggaran maupun penyelesaian kegiatan.

Staf Ahli Bupati Sleman menambahkan agar desa terus gerak cepat karena undang undang yang lama adalah membangun desa sementara sekarang “Desa Membangun” artinya aktivitas desa menjadi subyek pembangunan baik pemerintahan maupun kemasyarakatan.

Pelantikan yang dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta ini, ditutup dengan jabat tangan sekaligus syawalan.




Pemda Sleman Janjikan Harga Salak Stabil

Sleman – Anjloknya harga salak pada Lebaran 2017 ini menjadi sebab utama ratusan petani salak dari Desa Wonokerto berunjukrasa di Pendopo Parasamya Sleman, Selasa (11/7).

Ratusan petani salak ini mendatangi Kantor Bupati Sleman dengan membawa keranda lengkap dengan sosok jenazah di dalamnya. Aksi unjuk rasa pun dimulai oleh para petani salak dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Desaku.

Seperti diketahui, di pasaran harga jual salak pondoh dari petani saat bulan Ramadan hingga setelah Lebaran 2017 ini mencapai 2 ribu rupiah per kilo. Melihat hal tersebut, petani salak yang diwakili oleh Ketua Paguyuban Petani Salak Wononokerto, Tomon Haryo Wirosobo, membeberkan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Daerah Sleman.

“Kita mohon pemerintah daerah untuk bisa menetapkan harga terendah salak pondoh, ini yang dalam waktu pendek,” terang Tomon.

Selanjutnya, Tomon mewakili ratusan petani salak yang hadir juga menginginkan Pemerintah Daerah Sleman memberikan fasilitas dan pendampingan terkait produksi, pengolahan, serta pemasaran produk olahan salak.

Salah satu petani salak, Sunarjo, mengungkap bahwa ketidaktahuan petani mengenai proses produksi menjadi penghalang dalam peningkatan kualitas produk olahan salak.

“Pendampingan ini yang penting, bahan salaknya seperti apa, kemudian airnya seperti apa, lingkungan produksinya seperti apa,” tutur Sunarjo.

Tidak berhenti di pendampingan proses produksi saja, petani salak juga mengharapkan Pemda Sleman memberikan pendampingan tentang bagaimana cara memasarkannya produk olahan tersebut.

“Beberapa petani sudah membuat criping, sirup, tapi tidak bisa memasarkan,” ungkap Sunarjo.

Sekda Sleman Sumadi, SH, MH, menanggapi aspirasi petani dengan langsung memberikan pengarahan kepada SKPD terkait untuk mengkaji, mengkoordinasikan, dan mendiskusikan regulasi.

“Bahkan kami sudah gerak cepat, besok kami pun akan melakukan penyuluhan langsung ke Wonokerto,” jelas Sumadi.

Sementara untuk penetapan dan standardisasi harga salak pondoh, Sumadi beserta SKPD terkait masih harus melakukan kajian mendalam sebab itu berhubungan dengan mekanisme pasar.

“Ini masukan bagi kami, mereka boleh saja menyampaikan, tapi harus kami kaji, kan begitu,” tambah Sumadi.




Senam Vitalisasi Otak Lansia Bantu Jaga Mutu Kehidupan Lansia

Sleman – Sosialisasi Senam Vitalisasi Otak Lansia diselenggarakan pada Selasa, (11/7) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Bertemakan “Menjadi Lansia yang Produktif Mampu Melawan Pikun”, tujuan dari diselanggarakan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan usia lanjut guna mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai keberadaanya.

Secara khusus acara tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para usia lanjut untuk membina kesehatannya sendiri, meningkatkan kemampuan dan peran serta keluarga dan masyarakat dalam menghayati dan mengatasi kesehatan lansia, meningkatkan jenis dan jangkauan pelayanan kesehatan usia lanjut, juga meningkatkan mutu pelayanan lansia.

Acara tersebut dihadiri oleh 250 peserta yang terdiri dari 125 kader lansia aktif, 50 orang petugas lansia, 25 yastroki, 50 lintas sektor yakni dari Dinas Kesehatan dengan kriteria lansia aktif dan dari Posyandu Lansia serta kader lansia.

Bertindak sebagai narasumber pada kegiatan ini dari Dinas Kesehatan dan dr. Probosuseno, SpPD, K-Ger dari RSUP dr. Sardjito. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr. Nurulhayah, .

Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Sleman dr. Sri Muslimatun, mewakili Bupati Sleman. Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Sleman menyampaikan bahwa Senam Vitalisasi Otak Lansia dapat mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan para lansia di Kabupaten Sleman. Kondisi kesehatan masyarakat Sleman dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, salah satunya tercermin dari usia harapan hidup.

Di Sleman saat ini usia harapan hidup sudah mencapai 74,57 tahun dan jumlah usia lanjut di Sleman (60 tahun ke atas) mencapai orang yang terdiri dari perempuan sebanyak orang dan pria sebanyak orang.

Tingginya usia harapan hidup di Sleman tersebut patut disyukuri. Namun di sisi lain, kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan para lansia di Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut disampaikan, ketika manusia memasuki usia lanjut maka akan mengalami perubahan struktur dan fungsi pada seluruh sistem biologisnya sehingga mempengaruhi status kesehatannya. Kondisi tersebut bukan merupakan tahapan dari suatu proses kehidupan yang bersifat alamiah.

Salah satu kondisi yang dialami oleh para lansia adalah terjadinya penurunan sensorik dan monotorik pada susunan saraf pusat, termasuk juga otak mengalami perubahan struktur dan biokimia. Seiring dengan bertambahnya usia, seseorang akan mengalami penurunan fungsi otak yang akan terlihat dari penurunan keseimbangan tubuh.

Dalam menghadapi kondisi tersebut para lansia diharapkan melakukan aktivitas fisik yang bersifat aerobik dengan waktu dan intensitas yang ringan. Beberapa studi melaporkan bahwa aktivitas fisik bagi lansia bermanfaat untuk mempertahankan kebugaran dan kekuatan otak, meningkatkan fungsi kognitif, serta meningkatkan keseimbangan tubuh. Salah satu alternatif aktivitas fisik yang dapat dilakukan oleh lansia adalah senam vitalisasi otak.

Kegiatan sosialisasi tersebut juga menjadi salah satu cara menjaga agar kesehatan para lansia semakin meningkat. Dengan tetap terjaga kesehatannya, diharapkan kualitas hidup serta produktivitas para lansia akan semakin meningkat. Dengan memiliki kualitas hidup yang baik di usia lanjut, maka para lansia dapat menghadapi dan menjalani usia lanjut dengan penuh kebahagiaan.