Sleman Siapkan Generasi Penerus yang Handal 

Sleman – Keluarga merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental di mana kepribadian terbentuk. Di dalam keluarga, terjadi penanaman nilai-nilai agama, kemanusiaan, kebangsaaan, keadilan sosial, dan nilai-nilai moral secara praktis dan berproses.

Berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 39 Tahun 2014, tanggal 29 Juni telah ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Harganas diperingati sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia sejahtera.

Di Sleman sendiri, peringatan Harganas dibarengkan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2017. dr. Mafilinda Nuraini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman menuturkan bahwa peringatan Harganak dan HAN merupakan momentum untuk menyiapkan generasi penerus.

“Merupakan momentum untuk mengingatkan kembali bahwa kita mempunyai tanggungjawab bersama-sama dengan masyarakat, dunia usaha, media massa untuk berupaya menyiapkan generasi penerus yang handal, generasi yang tanpa kekerasan,” terang Linda saat ditemui pada peringatan Harganas dan HAN Kabupaten Sleman, Kamis (27/7) di Lapangan Pemda Sleman.

Linda juga menuturkan bahwa peringatan ini juga waktu yang tepat untuk mengingatkan agar keluarga dapat mengimplementasikan 8 fungsi keluarga agar dapat tercipta keluarga yang sejahtera dan bahagia.

Mengangkat tema “Dengan Harganas Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga yang Berketahanan”, Sumadi SH, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman menerangkan bahwa  upaya untuk mewujudkan keluarga sejahtera yang berketahanan harus dimulai sejak perencanaan keluarga.

Pemerintah bersama seluruh unsur masyarakat pun memiliki tanggung jawab untuk mendorong dan menciptakan iklim yang sehat bagi pembentukan keluarga Indonesia yang sehat, sejahtera, serta berpendidikan.

Dalam kesempatan ini diserahkan pula berbagai penghargaan dari lomba-lomba yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman.

Sebelumnya juga dilakukan peninjauan stand bazar dari kelompok UPPKS, pertunjukan tari kolosal dari sanggar anak, pengukuhan Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan Kabupaten Sleman periode 2017 2022, pembacaan ikrar forum anak, serta penyerahan surat dari anak kepada Bupati Sleman.




Depok Fokus Pencegahan Narkoba

Kecamatan Depok dijadikan locus penanggulangan narkoba karena tren kasus di Kecamatan Depok tinggi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016, jumlah kasus narkoba di Kabupaten Sleman terbanyak di Kecamatan Kalasan (9 kasus), Kecamatan Depok (8 kasus), dan Kecamatan Mlati (7 kasus). Sedangkan tahun 2017 (s.d. Juli) kecamatan Depok dan Kecamatan Mlati merupakan kecamatan dengan kasus tertinggi (masing-masing 10 kasus).

Kepala BNNK Sleman Drs. Kuntadi, mengatakan bahwa pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di Sleman membutuhkan partisipasi instansi/lembaga dalam implementasinya, yaitu dengan peran aktif lingkungan kerja dalam menggagas dan melaksanakan program P4GN, bersinergi dengan BNN maupun secara mandiri, dan melibatkan personil untuk menjadi penggiat anti narkoba.

Sementara Sekda Kabupaten Sleman Sumadi  mengamini bahwa P4GN merupakan tugas bersama, “tidak hanya menjadi tugas BNN, karena narkoba sudah masuk sampai ke desa-desa dan juga lingkungan anak-anak,” ujar Sumadi Selasa (25/7) di The Atrium Hotel & Resort, Mlati.

Kegiatan dari Pemerintah Kabupaten Sleman yang mendukung P4GN antara lain aspek pencegahan berupa dibentuknya satgas anti narkoba di sekolah, dibentuknya desa bebas narkoba dengan ±40 orang tergabung di dalamnya, pusat informasi konseling remaja, dan kampanye anti narkoba. Sementara untuk aspek penanganan Pemkab Sleman menyediakan pelayanan rawat jalan narkoba, dan direncanakan akan dilengkapi dengan terapi metadon.