Pemerintah dan Media Bergantung Layaknya Simbiosis Mutualisme

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menerima kunjungan orientasi jurnalistik dari Pemerintah Kabupaten Karangasem Provinsi Bali, Jumat (28/7). Kunjungan diterima langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Suci Iriani Sinuraya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman, Intriati Yudatiningsih, dan Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Sleman, Sri Winarti.

Kunjungan yang dipimpin oleh Staf Ahli Pengembangan Sumber Daya Manusia, dr. Priagung Dwarsa ini bertujuan untuk studi komparasi pengelolaan media massa yang ada di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Sleman.

Seperti diketahui, pemerintah memiliki hubungan erat dengan media massa. Keduanya bergantung layaknya simbiosis mutualisme. Hal ini disampaikan Bupati Sleman, Sri Purnomo, dalam sambutannya yang diwakili oleh Suci Iriani Sinuraya.

Media, menurut Sri Purnomo, sebagai mitra Pemerintah Daerah diharapkan dapat mensosialisasikan program pembangunan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat atas kebijakan publik yang diambil oleh Pemerintah Daerah. Begitupun para awak media juga selalu mendapatkan informasi dari Pemerintah Daerah terkait kegiatan, program-program dan kebijakan Pemerintah Daerah.

“Pemerintah Daerah dengan awak media itu seperti simbiosis mutualistis, keduanya saling menguntungkan,” jelas Sri Purnomo.

Tak lupa, Sri Purnomo mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Humas telah memfasilitasi pembentukan Paguyuban Wartawan Kabupaten Sleman sejak tahun 2003 lalu.

Menurutnya hal ini untuk mempermudah pola komunikasi antara Organisasi Perangkat Daerah maupun Pimpinan Daerah dengan media. Jadi, media diharapkan mampu memberikan informasi yang kostruktif, akurat, berimbang dan tidak mengandung fitnah serta mematuhi kode etik jurnalistik sehingga media akan efektif sebagai feedback pembangunan wilayah.

Dalam diskusi yang berlangsung kurang lebih 3 jam tersebut, Kepala Diskominfo Sleman, Intriati Yudatiningsih, juga menyampaikan bagaimana peran Diskominfo dalam hal pengelolaan informasi dan proses pemberitaannya. Diskominfo Sleman memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan Bagian Humas terkait kedua hal tersebut.

Apabila pemberitaan di Bagian Humas bersifat top down atau dalam hal ini dari pemerintah ke masyarakat maka Diskominfo mengadopsi pendekatan citizen centric. Artinya, Diskominfo akan mengangkat informasi yang berasal dari masyarakat melalui media center yang selanjutnya disampaikan ke Info Publik milik Kementerian Kominfo.

“Jadi tidak akan ada tumpang tindih berita,” terang Intriati.

Lebih lanjut, Intriati menjelaskan bahwa Diskomnfo bekerja sama dengan masyarakat dalam pengumpulan informasi dan pemberitaan.

“Kami memiliki Kelompok Informasi Masyarakat atau KIM di setiap desa yang ada di Kabupaten Sleman,” jelas Intri.

Ditambahkan Intri, di Sleman terdapat 86 desa yang mana di setiap desa sudah mempunyai perwakilan. Ke depannya, Intri berharap anggota KIM akan terus bertambah utamanya yang berasal dari generasi muda sehingga informasi yang diberikan dapat lebih beragam.