Limbah Botol Plastik Mampu Disulapnya Jadi Bunga Nan Cantik

Sleman – Sampah plastik merupakan sampah yang sulit untuk terurai. Karenanya, mendaur ulang sampah tersebut menjadi berbagai jenis produk adalah hal bijak yang patut dilakukan. Terlebih bila produk daur ulang yang dihasilkan bisa memiliki nilai guna.
Umi Maesyaroh merupakan salah satu penekun bisnis kerajinan dengan mendaur ulang sampah-sampah anorganik, berupa botol minuman, sedotan, dan kardus-kardus bekas. Mengusung nama Celky Art, wanita kelahiran 12 Februari 1978 ini memulai bisnis kerajinan bunga plastik di awal tahun 2017.
“Awalnya dulu ada perintah dari Bu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodim Sleman untuk buat keterampilan yang dari barang bekas,” tutur Umi saat ditanya motivasi awalnya berusaha.
Tak disangka bisnis yang mulanya berkat instruksi ini, bisa berkembang menjadi bisnis yang menguntungkan bagi Umi juga TPS Atras II di Dusun Triharjo Sleman, tempatnya tinggal.
Diakuinya semenjak berbisnis dari bulan Januari, Umi menjadi pelanggan tetap TPS Atras II. Di sana, ia bisa membeli botol dan sedotan bekas dengan lebih mudah dan murah.
“Untuk botol kecil itu 100 (rupiah-red), kalau yang gedhe itu isi 20 5 ribu, untuk sedotan gratis,” cerita Umi saat ditemui di rumahnya, Minggu (30/7).
Dalam proses produksi, Umi baru dibantu oleh suami, anak, dan beberapa saudaranya. Hal ini karena produksinya yang masih berskala kecil.
“Takutnya belum bisa membayar tetangga yang direkrut jadi sementara keluarga dulu,” beber wanita asli Semarang ini.
Ini juga diakui Umi berkaitan dengan patokan harga dari setiap produk buatannya yang belum pasti sehingga omsetnya pun belum bisa dihitung secara jelas. Umi belum bisa mematok harga yang pasti karena harga setiap produknya bergantung pada bahan, cat, dan tingkat kerumitan cara membuatnya.
“Ya mungkin sementara ini yang paling murah ada yang harganya 50, 35 yang kecil-kecil itu, terus kalau yang Kamboja itu sekitar 300 atau 250,” jelas Umi.
Produk ini dipasarkan oleh Umi melalui berbagai acara seperti Sunday Morning yang setiap satu bulan sekali diselenggarakan oleh Pemda Sleman dan Pameran Bumdes di Padang. Umi berharap selanjutnya, ia dapat terus mengikuti berbagai acara agar produk buatannya dapat lebih dikenal sehingga cita-citanya untuk dapat merekrut warga sekitar dapat terlaksana.



