Sleman Adakan Pembekalan PNS Calon Purna Tugas

Sleman – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sleman mengadakan pembekalan bagi 285 PNS di lingkungan Pemda Sleman yang akan segera menjalani purna tugas, pada Senin (17/7) di Gedung Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sleman.

Sedianya 285 peserta pembekalan ini akan dibagi ke dalam 4 angkatan dan akan melakukan pembekalan sesuai jadwal yang telah ditentukan, yakni antara bulan Juli sampai dengan Agustus.

Menurut, Suyono, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sleman, peserta akan diberikan materi pembekalan yang beragam.

“Ada kebijakan kepegawaian, kewirausahaan, BPJS, kan nanti harus ngurus sendiri, kemudian taspen (tabungan dan asuransi pensiun-red), lalu perbankan barangkali nanti dia wirausaha,” terang Suyono.

Tak tanggung-tanggung, dalam pembekalan ini, BKPP selaku pelaksana bekerja sama dengan sejumlah pihak sebagai pemateri, seperti BKN KANREG I Yogyakarta, PT TASPEN Yogyakarta, Fakultas Kedokteran UGM, Yayasan Lansia Yogyakarta, PWRI Sleman, BPJS Yogyakarta Cabang Sleman, dan lain sebagainya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, ditemui saat pembukaan pembekalan menyampaikan bahwa pembekalan ini sengaja diadakan sebagai bentuk antisipasi apabila ada PNS di Kabupaten Sleman yang belum siap merencanakan hal apa yang akan dilakukan setelah pensiun nanti.

“Dibekali eh mbok menawa (seandainya-red) sebagian PNS yang belum siap kita siapkan, yang belum pernah berwirausaha disiapkan dari hal-hal yang kaitannya dengan wirausaha,” jelas Sri Purnomo.

Sri Purnomo pun menghimbau kepada para PNS calon purna tugas untuk berhati-hati dalam mengelola dana pensiun “Saya ingatkan terkait investasi kerjasama yang diajak orang lain agar berpikir dua kali,” tutur Sri Purnomo.

Hal ini mengingat banyaknya kasus investasi bodong dengan embel-embel bagi hasil yang berlipat.




570 Pelari Ramaikan Sleman Temple Run 2017

Sleman – Ratusan pelari baik dari luar negeri maupun dalam negeri mengikuti Sleman Temple Run di Taman Tebing Breksi Sambirejo Prambanan, Minggu (16/7). Lomba yang memperebutkan total hadiah 75 juta rupiah tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Sri Purnomo menyampaikan bahwa lomba ini di samping untuk sarana olahraga dengan biaya yang sangat murah, juga untuk lebih memperkenalkan obyek wisata yang ada di kabupaten Sleman, terutama obyek wisata candi.

Lomba ini memperlombakan dua kategori yaitu 13 K dan 25 K, dengan beberapa obyek wisata candi yang menjadi rute lomba, seperti Candi Miri, Candi Ijo, Candi Banyu Nibo, Candi Ratu Boko, Candi Soejiwan, Candi Dawangsari, dan Candi Barong.

Selain wisata Candi, peserta yang melewati rute pedesaan dan persawahan, akan dapat menikmati keindahan wilayah Kabupaten Sleman khususnya sekitar Prambanan. Bupati Sleman mengharapkan dengan lomba ini, peserta akan lebih mengenal beberapa obyek wisata yang ada di Kabupaten Sleman yang selama ini belum banyak diketahui.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih, menyampaikan bahwa peserta Sleman Temple Run 2017 ini telah melebihi dari target yang dicanangkan sebelumnya, yakni mencapai 570 peserta. Dari 570 peserta tersebut, 388 peserta merupakan peserta umum kategori 13 K, 152 peserta umum pada ketegori 25K, dan 30 peserta dari TNI/POLRI kategori 25K.

Di lomba ini juga menyertakan 15 peserta pelari manca negara yang berasal dari 9 negara, yaitu dari Amerika Serikat, Australia, Filipina, India, Inggris, Jerman, Malaysia, Prancis dan Selandia Baru.

Salah satu peserta lari untuk kategori 13 K, Faisal dari komunitas Jogja Playon mengungkapkan jalur yang dilalui menantang baik jalur menurun dan menanjak cukup menguras tenaga. Selain itu, pemandangan hamparan sawah yang hijau dan keunikan candi di sekitar Tebing Breksi memberikan kesan tersendiri bagi peserta Sleman Temple Run, tambahnya.***




Perilaku dan Lingkungan Pengaruhi Derajat Kesehatan Masyarakat

Sleman – Pengabdian kepada masyarakat terpadu akan bermanfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat Desa Banyuraden, Nogotirto, dan Trihanggo Gamping yang menjadi lokasi kegiatan pengabdian masyarakat.  Selain berguna bagi masyarakat kegiatan tersebut juga  akan memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa Poltekes Kemenkes Yogyakarta yang terlibat dalam kegiatan pengabdian tersebut. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Sri Purnomo, saat penerimaan peserta pengabdian kepada masyarakat Poltekes Kemenkes Yogyakarta di Auditorium Poltekes, Senin (17/7).

Lebih lanjut disampaikan bahwa pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehaat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Saat ini, kita tengah mengalami perubahan pola penyakit yang sering disebut transisi epidemologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, diabetes, dan lain-lain.

Sedangkan menurut Bupati Sleman bahwa derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu perilaku, lingkungan, pelayanan kesehatan dan keturunan. Faktor perilaku dan faktor lingkungan memegang peran lebih dari 75% dari kondisi derajat kesehatan masyarakat. Perbaikan lingkungan dan perubahaan perilaku kearah yang lebih sehat perlu dilakukan secara sistematis dan terencana oleh semua komponen bangsa. Oleh karena itu, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) menjadi  sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Sementara itu, Joko Susilo mewakili Direktur Poltekes Kemenkes Yogyakarta melaporkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat Poltekes Kemenkes Yogyakarta  tersebut dilaksanakan oleh para Dosen, Instruktur dan Mahasiswa dari enam keilmuan atau profesi kesehatan, yaitu Analis Kesehatan, Gizi, Kebidanan, Keperawatan Gizi, dan Kesehatan Lingkungan.

Sedang peserta pengabdian masyarakat tersebut terdiri mahasiswa semester IV program Diploma III dan mahasiswa semester VI program Sarjana Terapan atau Diploma IV dari enam keilmuan atau profesi kesehatan sebanyaak 536 orang. Dosen dan Instruktur dengan latar belakang profesi kesehatan yang berbeda sebanyak 146 orang.

Peserta pengabdian masyarakat dibagi dalam 70 kelompok dan setiap kelompok bertanggung jawab pada satu RW di wilayah Desa Banyuraden, Nogotirto dan Trihanggo Gamping. Sasaran pengabdian kepada masyartakat tersebut adalah keluarga dengan konsep One Student, One Family by Inter Professional Education (OSOF-IPE) dan setiap kelompok peserta akan langsung tertuju ke keluarga dan melakukan identifikasi masalah kesehatan, dan memberikan tindakan promotif dan preventif sesuai permasalahan yang ditemukan, serta penanganan tersebut akan dibimbing oleh Dosen /Instruktur dan fasilitator dari Puskesmas, Desa, Dukuh, RW, dan Kader Posyandu.

Penyerahan peserta pengabdian kepada masyarakat oleh Poltekes Kemeskes Yogyakarta ditandai dengan penandatangan berita acara oleh Bupati Sleman dan Kepala Badan PPSDM Kesehatan RI.




PNS Sleman Diajak Tunjukan Citra Sleman yang Kondusif

Sleman- Seluruh karyawan- karyawati Pemkab Sleman beserta jajaran TNI/Polri melaksanakan upacara bendera, Senin (17/7), bertempat di Lapangan Pemda Sleman. Bertindak selaku inspektur upacara Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Sleman, Andreas Purwantyo Setiadi.

Dalam sambutannya Andreas mengingatkan bahwa saat ini jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan memasuki awal semester bagi peserta didik barunya, baik yang berasal dari dalam ataupun luar Kabupaten Sleman. Untuk itu, ia mengajak seluruh peserta upacara untuk menciptakan situasi Sleman yang kondusif, nyaman dan aman. Sehingga, lanjut Andreas, citra Sleman sebagai bagian dari daerah tujuan pendidikan di DIY tetap terjaga baik.

“Sebagai warga yang berbudaya, tentunya kita harus dapat ngaruhke keberadaan mereka. Agar mereka merasa menjadi bagian dari masyarakat Sleman,” tutur Andreas.

Dikatakan pula oleh Andreas bahwa semua anak usia sekolah di Kabupaten Sleman harus menepuh pendidikan formal minimal hingga jenjang SMA atau sederajat. Menurutnya hal ini dimaksudkan untuk membangun generasi muda Sleman yang berkualitas dan berdaya saing untuk mewujudkan masyarakat Sleman yang sejahtera. “Jika ada yang tidak sekolah, harap dilaporkan ke kantor Kepala Desa, Kecamatan, atau ke Dinas Pendidikan agar difasilitasi,” ungkapnya.

Pada akhir sambutannya, Andreas berharap peringatan Hari Anak Nasional yang akan jatuh pada tanggal 29 Juli mendatang untuk dijadikan sarana instrospeksi diri. Menurutnya, hal tersebut dapat meningkatkan keberadaan Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak serta ketahanan keluarga masyarakat Sleman.




Gedung Baru Kecamatan Mlati Optimalkan Layanan Publik

Sleman – Pembangunan Masjid An Nur Ketingan meskipun belum 100% selesai namun hendaknya diikuti dengan pembangunan kemakmuran jemaahnya. Bukan hanya peningkatan kuantitas jemaahnya tapi juga peningkatan kualitas keimanannya. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Sri Purnomo dihadapan jemaah safari Jumat di Masjid Ketingan Tirtoadi, Mlati, Jumat (14/7).

Lebih lanjut, disampaikan Bupati Sleman kalau masjid dibangun secara bersama-sama maka kemakmurannya juga dilakukan bersama-sama dan itu biasanya akan lebih berhasil.

Disampaikan pula bahwa saat ini masyarakat sudah kritis termasuk anak-anak. Oleh karena itu, bupati minta agar anak-anak harus bisa baca Al-Qur’an yang dimulai dari baca Iqro karena ke depan kalau tidak bisa baca Al Qur’an maka mereka akan tertinggal dengan yang lain.

Sedangkan menanggapi pembangunan Kecamatan Mlati yang sudah selesai dan sudah digunakan, bupati minta agar ada semangat baru dalam memberikan  pelayanan kepada masyarakat  seiring dengan megahnya Kecamatan Mlati.

Saat ini masyarakat sudah kritis dan lebih berani dalam memberi masukan dan kritikan sehingga dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat lebih ditingkatkan agar memberikan kepuasan kepada masyarakat. Dengan pelayanan yang baik maka tingkat kepercayaan masyarakat kepada aparat pemerintah akan lebih meningkat pula.

Hadir pada safari Jumat tersebut antara lain Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, Camat Mlati, Suyudi, dan Muspika Kecamatan Mlati, dll. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan uang total 12.6 juta rupiah oleh Bupati Sleman yang berasal dari bantuan APBD Pemkab Sleman, Basnaz Sleman, Kecamatan Sleman, Desa Tirtoadi, PDAM Sleman, juga infaq jamaah safari Jumat.