Puskesmas di Sleman Berhasil Tangani 8 Ribu Pasien Selama Libur Lebaran

Sleman – Sesuai dengan komitmen yang diungkap sebelumnya oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Nurulhayah, pada jumpa pers Jumat (16/6) lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman merealisasikan pemberian pelayanan 24 jam di seluruh puskesmas di Kabupaten Sleman. Nurulhayah mengungkapkan bahwa seluruh puskesmas di Kabupaten Sleman akan disiagakan 24 jam mulai H-7 sampai H+7 libur Lebaran.
Kepala Bidang Pelayanan Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dwi Andayani, menambahkan bahwa dari 25 puskesmas yang dibuka selama satu hari penuh ada 10 puskesmas yang juga melayani rawat inap 24 jam, yakni Puskesmas Minggir, Puskesmas Mlati 2, Puskesmas Seyegan, Puskesmas Godean 1, Puskesmas Tempel 1, Puskesmas Sleman, Puskesmas Ngemplak 1, Puskesmas Turi, Puskesmas Berbah, dan Puskesmas Kalasan, Selasa (5/7).
Tercatat dari 25 puskesmas yang ada di Kabupaten Sleman ini, setidaknya sebanyak 8257 pasien berhasil ditangani saat cuti bersama berlangsung. Sementara itu, penyakit terbanyak yang diidap oleh para pasien adalah ISPA dan Gangguan Pernapasan yaitu sebanyak 1398 pasien dengan 1 pasien yang meninggal dunia.
Selain itu, puskesmas-puskesmas di Kabupaten Sleman juga menangani korban kecelakaan lalu lintas selama cuti lebaran. Terdapat 56 kasus kecelakaan lalu lintas yang ditangani antara tanggal 23 hingga 30 Juni 2017, dengan rincian 49 pasien luka ringan-sedang, 4 pasien luka berat, dan 1 pasien meninggal. Kasus kecelakaan terbanyak berada di wilayah Kecamatan Ngaglik dan Kecamatan Ngemplak dengan masing-masing 6 kasus kecelakaan lalu lintas.
Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan tidak ikut serta mendirikan posko kesehatan bagi pemudik. Menurutnya, Dinas Kesehatan akan lebih memfokuskan pada kinerja puskesmas-puskesmas di Kabupaten Sleman.
“Kita tidak ada posko kesehatan ya, kan juga sudah banyak teman-teman yang mendirikan posko kesehatan untuk pemudik. Kita maksimalkan layanan di puskesmas,” ujar Dwi.



