Sleman Samakan Persepsi Masa Depan Wilayah Sekitar Merapi

Sleman – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman mengadakan Workshop Penanganan Permasalahan Pasca Rehab-Rekon (RR)/ Rekompak Merapi Tahun 2017 pada Rabu (30/8) di The Sahid Rich Hotel Jogja.

Dihadiri oleh 85 peserta dari berbagai lapisan masyarakat, workshop ini selain bertujuan untuk mendapatkan informasi riil dan menyetujui startegi penanganan dari permasalahan yang masih tersisa pada kegiatan RR/Rekompak juga untuk mendapatkan prioritas penanganan masalah yang bisa diselesaikan pada tahun 2017 ini.

Kunto Riyadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sleman menyampaikan meskipun program REKOMPAK sudah selesai pada bulan Juni 2015, beberapa perkara masih memerlukan penanganan agar hasil-hasil yang dicapai dapat berlanjut.

“Ada desakan yang kuat di antara warga untuk kembali ke lokasi asal atau area terdampak langsung. Karena itu perlu ditangani segera,” terang Kunto. Kunto menambahkan proses kembalinya masyarakat ke lokasi asal ini bisa saja menjadi semakin sukar apabila permukiman terlanjur berkembang di masa mendatang.

Sementara itu, proses rehab rekon yang dijalankan oleh Pemkab Sleman selama ini menurut Kunto sudah mempertimbangkan berbagai hal, seperti struktur bangunan lebih tahan gempa, tata ruang memperhitungkan zona risiko, dan warga memiliki kesadaran dan ketahanan yang didukung sistem peringatan dini dan evakuasi. Bahkan, diakui atau tidak rehab–rekon yang dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat ini saat ini mulai menjadi rujukan bagi penanganan bencana yang sejenis dengan penyesuaian di sana-sini sesuai dengan kondisi bencana dan kondisi lokalitas.

Selain itu, ada harapan bahwa model penanganan pasca rehab-rekon yang telah dilaksanakan di Kawasan Merapi bisa menjadi raw model atau menjadi diarus-utamakan dalam penanganan kebencanaan di seluruh Indonesia.

Namun demikian, sampai dengan 2 tahun setelah selesainya, ternyata masih menyisakan permasalahan-permasalahan yang bisa menjadikan model penanganan RR/ Rekompak ini masih kurang layak untuk diarus-utamakan.

“Masih ada 607 KK  (Kepala Keluarga-red) yang belum terlayani oleh REKOMPAK karena memutuskan untuk tetap bertahan di area rawan bencana. Sejumlah keluarga sebenarnya sudah siap untuk relokasi namun terlambat mendaftarkan diri ke REKOMPAK,” urai Kunto. Padahal, tambah Kunto, masih tersedia lahan sekitar 5Ha untuk menampung sebagian warga yang berminat.

Workshop ini menghadirkan beberapa narasumber, yakni Dr. Eko Teguh Paripurno, MT selaku Ketua Pusat Studi Manajemen Bencana UPN, Drs. Krido Suprayitno, SE. selaku Kepala BPBD DIY, dan perwakilan dari Badan Nasional Penanganan Bencana dan BPPTK DIY serta dari Kementerian PUPERA .

Melalui workshop ini, Pemda Kabupaten Sleman dan Pemerintah DIY bermaksud mengajak warga dan semua pihak yang terkait untuk menyamakan persepsi tentang masa depan wilayah sekitar Merapi dan menyepakati perangkat implementasi dan pengendalian pembangunan yang perlu dikembangkan.




Turi Antisipasi Masalah Masyarakat dengan Penyuluhan

Turi – Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) bekerjasama dengan Kecamatan Turi mengadakan Penyuluhan Ketentraman dan Ketertiban pada Rabu (30/8) di Kantor Kecamatan Turi. Penyuluhan ini dibuka oleh Camat Turi, Siti Anggraeni. Dalam sambutannya, Siti menyampaikan, bila kegiatan ini dilakukan secara secara berkala maka akan dapat mengatasi kejadian atau masalah dengan segera.

Siti menambahkan, meski Turi merupakan daerah tenang tetapi tetap masih ada yang perlu perhatian terkait ketentraman dan ketertiban, seperti anak yang berada di luar sekolah padahal belum waktunya pulang, bullying, vandalism, dan tawuran.

Penyuluhan selanjutnya diisi oleh narasumber dari Satpol PP Kabupaten Sleman, A. Edi Santoso, SH, , yang menjelaskan mengenai pengertian ketertiban, LINMAS (Perlindungan Masyarakat), penyebab konflik dan cara mengatasi.

Sementara itu, narasumber kedua, yakni Danramil Turi, Katen Darsiwan, menyampaikan terkait wawasan kebangsaan dari kerajaan, penjajahan, kemerdekaan, ekonomi, budaya, pertahanan, pendidikan, dan ancaman.

Penyuluhan ditutup dengan materi dari narasumber terakhir, AKP Ani Sulistyarini dari Polres Sleman. Beliau menjelaskan secara detail tentang situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Kabupaten Sleman.




Sukoharjo Siapkan Lomba Takbir Keliling Sambut Hari Raya Idul Adha 1438 H

Ngaglik – Panitia Lomba Takbir Keliling dan Perangkat Desa Sukoharjo mengadakan Rapat Persiapan Takbir Keliling dalam rangka menyambut Idul Adha 1438 H, Jumat (25/8) di Aula Balai Desa Sukoharjo. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto didampingi oleh Panitia Lomba Takbir Keliling, Ari Dwi, ST.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto menyambut baik atas diadakannya Lomba Takbir Keliling yang sudah beberapa kali dilaksanakan ini. Hadi juga menyampaikan terima kasih kepada panitia yang sudah merencanakan dan melaksanakan lomba ini.

Menurut Hadi, Lomba Takbir Keliling ini di samping untuk syiar juga untuk menampilkan kreasi dan atraksi kebolehan kelompok peserta yang akan berjalan dengan rute sejauh kurang lebih 3 km. Pelaksanaan lomba akan dilaksanakan Sabtu (2/9) malam di Lapangan Klidon, Sukoharjo, Ngaglik.

Dalam kesempatan itu, Hadi berharap panitia dapat lebih cermat dalam menyiapkan lomba, mengingat pesertanya cukup banyak dan beragam kreasinya.




Menikmati Pesona Flora Lereng Merapi Lewat Jelajah Wisata 2017

Sleman – Selain wisata budaya dan alam, salah satu potensi wisata yang bisa mendulang kunjungan wisatawan adalah sport tourism. Sport tourism adalah kegiatan wisata yang dipadukan dengan kegiatan olah raga, atau berolahraga  sambil berwisata, dan sebaliknya. 

Upaya menjadikan Sleman sebagai salah satu destinasi sport tourism terkemuka di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Pariwisata.

Beberapa event sport siap dan akan dilaksanakan pada tahun ini, baik secara individu maupun bersama-sama dengan stakeholder pariwisata yang lain, demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih, .

Bekerja sama dengan Forkom Desa Wisata dan Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Dinas Pariwisata Sleman kembali menggelarevent sport tourism, Jelajah Wisata 2017. Event Jelajah Siwata 2017 kali ini akan dilaksanakan pada 10 September 2017 dengan start dan finish di  Lapangan Tritis, Turgo, Purwobinangun, Pakem dengan menempuh jarak kurang lebih 7 km, dengan melalui sebagaian wilayah Taman Nasional Gunung Merapi.

Dengan mengusung tema Pesona Flora Lereng Merapi, peserta  Jelajah Wisata akan disuguhi keindahan flora lereng Merapi, seperti anggrek Vanda Tricolor, Dendrobium Mutabile, dan berbagai jenis bambu yang banyak tumbuh di lereng Merapi.

Cukup dengan membayar Rp ,- peserta akan mendapatkan fasilitas berupa kaos, makan siang, asuransi dan kesempatan memperoleh berbagai door prize menarik. Door prize utama dalam event ini adalah sebuah sepeda motor, dengan dor prize pendamping berupa TV berwarna, kipas angin, sepeda gunung, magiccom, kompor gas, dan puluhan door prize lainnya.

Event ini terbuka bagi umum, dengan masa pendaftaran dimulai dari 18 Agustus 2017 yang lalu, dan akan ditutup pada tanggal 5  September 2017. Warga masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan dirinya dengan membawa bukti diri yang masih berlaku ke Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Jl. KRT Pringgodiningrat No. 13, Tourist Information Center di Malioboro dan Kaliurang, serta di beberapa Desa Wisata yang berlokasi di kawasan utara Kabupaten Sleman.




Bupati Sleman Pantau Pelaksanan Pembangunan 3 Proyek

Bupati Sleman bersama  Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, didampingi Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) melakukan kunjungan proyek pembangunan di area komplek terpadu Pemerintah Kabupaten Sleman. 

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (29/8) dengan mengunjungi 3 lokasi yakni pembangunan Ruang Rapat Sekertariat Daerah, Kantor PDAM dan Menara Masjid Agung Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan bahwa ketiga proyek yang diperiksa berjalan dengan baik. Pembangunan Ruang Rapat Setda mengalami deviasi positif mencapai +5,23% dari target awal 26,19%. Proyek ini dikerjakan oleh PT. Inneco Wira Sakti Hutama dengan nilai kontrak rupiah dengan waktu pengerjaan 150 hari yakni sampai 29 November 2017.

Untuk pembangunan Kantor PDAM Sleman mulai dibangun pada 3 Juli 2017 direncanakan akan selesai pada 29 Desember 2017 dengan nilai kontrak mencapai Rp . Proyek pembangunan Kantor PDAM dikerjakan  oleh PT. Heri Jaya Palung Buana dan pembangunan telah terlaksana 17,80% dari target awal 16,55% atau mengalami deviasi sebesar +1,25%.

Sedangkan pembangunan Menara Masjid Agung Sleman yang dikerjakan oleh PT. Anggaza Widya Ridha Mulia menyelesaikan 24,86% dari target awal 25,13%. Proyek tersebut direncanakan selesai pada 29 Desember mendatang dengan waktu pengerjaan selama 180 hari.

“Deviasi fisik minus % pada pembangunan menara Masjid Agung Sleman ini kami dorong untuk dapat terus dikejar agar seluruh pelaksanaan pembangunan bisa berjalan lancar sesuai target waktu. Secara keseluruhan semua proses pembangunan berjalan dengan baik”, kata Sri Purnomo.

Terkait TP4D, pembentukan sendiri berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP-152/A/JA/10/2015 tanggal 1 Oktober 2015, yang selanjutnya dikeluarkan Instruksi Jasa Agung RI Nomor : INS-001/A/JA/10/2015 tentang Pembentukan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) Kejaksaan Republik Indonesia, untuk ditindaklanjuti oleh segenap jajaran Kejaksaan diseluruh Indonesia.

Fungsi TP4D sesuai fungsi TP4 Pusat yang salah satunya adalah mengawal, mengamankan dan mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan melalui upaya-upaya pencegahan/preventif dan persuasive baik ditingkat pusat maupun daerah sesuai wilayah hokum penguasaan masing-masing.