Sleman Smart Regency Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Foto Smart Regency oleh Nana

Sleman – Gerakan Menuju 100 Smart City direspon dengan serius oleh Pemkab Sleman. Penyusunan program Smart City atau Smart Regency untuk Kabupaten diwujudkan dalam Bimbingan Teknis kedua Sleman Smart Regency yang dilaksanakan 28-29 Agustus 2017 bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 Sekertariat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman.

Bimbingan teknis tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, . dan dihadiri oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sleman, Sekertaris Daerah, Staf Kepresidenan RI, Robertus Theodore, dan drg. Intriati Yudatiningsih, M. Kes. selaku Kepala Diskominfo Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan bahwa Sleman Smart Regency oleh Pemkab Sleman didefinisikan sebagai Kabupaten Sleman yang cerdas dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memaksimalkan pelayanan publik serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

“Pemerintah sekarang ini kita tidak dapat terlepas dari TIK, kita diuntungkan Kabupaten Sleman merupakan inti Kota Pelajar Indonesia sehingga banyak anak muda yang melek TIK”, ungkap Sri Purnomo.

Pemkab Sleman telah menandatangani nota kesepahaman atau MOU  dengan Kominfo di Makasar pada Juli lalu untuk melaksanakan Smart City. Seluruh OPD di Kabupaten Sleman telah berupaya mebuat rancangan untuk mewujudkan Sleman Smart Regency secara berkelanjutan.

Pada 18 Juli 2017 lalu telah dilaksanakan Bimbingan Teknis I yang telah menghasilkan “Buku I : Analisis Strategis Smart City Kabupaten Sleman”. Sedangkan target  pada Bimtek II tersebut yakni menghasilkan “Buku II : Masterplan Smart City Daerah”. Selanjutnya pada akhir tahun 2017 direncanakan dapat menghasilkan roadmap yang sesuai dengan situasi dan kondisi Kabupaten Sleman.

Sementara itu Staf Kepresidenan RI Robertus Theodore menyampaikan bahwa pelaksanaan dan penyusunan program smart regency tentunya tidak terlepas dari keadaan Sleman baik berupa kelebihan maupun kekurangan.

Menurutnya OPD harus kooperatif dalam mengikuti proses tersebut serta jangan sungkan untuk melakukan kerjasama dengan lembaga/organisasi terkait demi menyelesaikan berbagai kendala yang ada.




Tangani Aduan Warga Sleman, ICJ Dukung Sosialisasi Aplikasi Lapor Sleman

Sleman – Salah satu grup media sosial facebook ‘Info Cegatan Jogja’ (ICJ) yang sudah banyak dikenal menjembatani permasalahan sosial masyarakat khususnya warga Jogja, melalui perwakilan pengurusnya melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Sleman pada Senin (28/8) di Kantor Setda Kabupaten Sleman. Audiensi tersebut dilakukan terkait persiapan HUT  ICJ ke-4 pada September nanti dan sharing pemanfaatan grup ICJ sebagai update informasi membernya. 

Surawan selaku pimpinan rombongan yang merupakan Korwil ICJ area Sleman barat menyampaikan bahwa ICJ merupakan ajang bagi warga Jogjakarta dan tidak menutup kemungkinan warga luar jogja untuk membagikan info tentang kecelakaan, operasi polisi (cegatan), orang hilang, barang ditemukan atau hilang, dan permasalahan sosial lainnya termasuk perlu bantuan atau jasa menawarkan bantuan seperti kendaraan mogok, kehabisan bensin maupun ban bocor.

Menurutnya para member komunitas yang mempunyai tagline ‘Salam Aspal Gronjal (SAG)’ tersebut mulanya hanya mengupdate postingan seputar info cegatan di Jogja. Namun seiring berjalannya waktu dengan total member melebihi 600 ribu, kini update info yang tiap menit bahkan detik dilakukan member ICJ sangat beragam.

Terkait postingan membernya yang juga dilakukan warga Sleman, Surawan menghimbau agar member khususnya di area Sleman dapat langsung mengunduh aplikasi Lapor Sleman di play store. Hal tersebut bertujuan agar info seperti jalan rusak, permasalahan sosial, kesehatan dan lainnya dapat segera diteruskan ke dinas terkait yang membidangi untuk dilakukan penanganan.

“Sangat bisa dilakukan kolaborasi. mungkin bisa ngobrol lebih lanjut karena aplikasi Lapor Sleman belum banyak yang tahu”, kata Surawan.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa laopran atau aduan warga yang dikirim melalui Lapor Sleman akan diteruskan pada admin dinas.

”Masing-masing dinas mempunyai admin pengelola Lapor Sleman, setiap hari Selasa juga kami evaluasi dinas mana yang tidak segera merespon aduan yang masuk, ada raportnya. Hal ini bertujuan agar aduan yang masuk seperti jalan berlubang beberapa waktu lalu segera dapat ditangani”, kata Muslimatun.




Jalan Sehat Jadi Wadah Silaturahmi Warga Trihanggo

Gamping – Dalam rangka memperingati HUT ke-72 RI, Pemerintah Desa Trihanggo bersama Karang Taruna Taruna Bakti mengadakan event jalan sehat susur dusun pada Minggu (27/8).

Sebelum jalan sehat dimulai, Ketua Karang Taruna Taruna Bakti, Heritanto menyampaikan laporan kegiatan. Dilanjutkan sambutan dari Sekretaris Kecamatan Gamping, Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, . dan Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono, SE.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Trihanggo menyampaikan bahwa rasa kekeluargaan dan persatuan warga masih tetap terjalin dengan baik. Kegiatan yang diikuti oleh warga Desa Trihanggo ini menurutnya juga bisa menjadi wadah silaturahmi antar warga.

Jalan sehat kali ini menampilkan Orkes Melayu Nabila sebagai hiburan dan menyediakan doorprize berupa kulkas, TV LCD, sepeda, dispenser, setrika, dan hadiah menarik lainnya.

Selain jalan sehat, dalam kesempatan tersebut juga berlangsung Lomba Mewarnai Siswa PAUD-TK dan siswa SD kelas 1-3 untuk memperebutkan trofi Pemerintah Desa Trihanggo, KTTB Trihanggo, uang pembinaan, serta piagam. Pun, terdapat lomba menggambar dengan tema semangat Pancasila untuk siswa SD kelas 4-6 yang memperebutkan trofi DPRD Sleman, uang pembinaan, dan piagam.




Java Summer Camp 2017, Media Jalin Kerjasama Pariwisata

Foto Jemparingan Peserta Summer Camp 2017 oleh Wasita

Sleman – Java Summer Camp 2017 resmi dibuka pada Jumat (25/8). Bertempat di Lapangan Siwa Komplek Candi Prambanan, event yang sudah enam kali berjalan ini khusus diselenggarakan untuk memperkenalkan obyek-obyek wisata yang ada di Kabupaten Sleman. 

“Kita bisa mengenalkan warisan-warisan heritage kepada peserta yang jumlahnya sekitar 170an,” ucap Sudarningsih, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Sudarningsih menuturkan, Java Summer Camp 2017 diikuti peserta yang tak hanya berasal dari beberapa kabupaten/kota di Indonesia tetapi juga dari empat negara lain ikut bergabung.

“Dari Pakistan, Jepang, Malaysia, dan Polandia,” ungkap Sudarningsih.

Event ini berlangsung tiga hari dengan beragam aktivitas.

“Besok pagi kita akan ajak mereka mengelilingi candi dan ada kegiatan festivital candi di mana kita bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY kemudian setelah itu malam harinya mereka akan kita ajak menonton pertunjukan Ramayana,” jelas Sudarningsih.

Sudarningsih juga menyisipkan agenda untuk mengenalkan destinasi baru, yakni geo heritage yang ada di Lava Bantal dan Tebing Breksi. Ryunoshin Mikami, peserta Java Summer Camp 2017 dari Jepang menyampaikan kebahagiaannya mengikuti event tahunan ini.

“I’m happy to be here and I appreciate my friend for telling me this event because I enjoy it,” tutur Mikami.

Ia juga berharap melalui event ini, ia bisa menambah lebih banyak teman dan koneksi terutama dari Indonesia.

Sama halnya dengan Sudarningsih, melalui acara ini ia berharap para peserta dapat berinteraksi sehingga nantinya bisa memberikan impak positif pada pariwisata, terutama di Sleman.

“Peserta untuk lebih terdorong memberikan pemahaman dan kerjasama untuk bisa meningkatkan kegiatan pariwisata dan budaya,” tutur Sudarningsih.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman ini juga menargetkan bahwa ke depannya tidak hanya empat negara yang akan berpartisipasi tapi bisa lebih banyak lagi.

“Kita akan tingkatkan lagi promosinya sehingga banyak mahasiswa asing yang bisa mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.




Kota Banjarmasin Susun Langkah Tercepat Ikuti Sleman

Sleman – Terpilihnya Kabupaten Sleman sebagai salah satu pilot project penerapan smart city/regency, membuat banyak kabupaten/kota lain ingin melakukan studi banding ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman.

Salah satu yang berkesempatan hadir ke Diskominfo Sleman adalah perwakilan dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin. Dengan 8 personil, Diskominfotik Kota Banjarmasin berkunjung ke Sleman pada Rabu (23/8).

Kepala Bidang Layanan E-Government Diskominfotik Kota Banjarmasin, Ahmad Syarwani, S.E, menyampaikan bahwa kunjungan kali ini bukan sekadar studi banding.

“Hal yang kami lakukan ini akan kami jadikan studi tiru bukan studi banding, yang akan kami terapkan nanti di Kota Banjarmasin,” ungkat Ahmad.

Ditambahkan Ahmad, jika Kota Banjarmasin dapat berhasil menerapkan hal-hal yang diambil dari Sleman maka tentunya akan menjadi barometer bagi kabupaten-kabupaten lain di wilayah Kalimantan Selatan.

Ahmad juga mengakui bahwa Sleman beberapa langkah lebih maju daripada Kota Banjarmasin.

“Kabupaten Sleman sudah start melakukan kerjasama dengan Kementerian Kominfo dengan membentuk dewan smart city dan tim pelaksana,” ungkap Ahmad.

Hal ini yang menurut Ahmad juga akan langsung ditindaklanjuti oleh Diskominfotik Kota Banjarmasin.

“Tapi kami belum ada gambaran apa yang harus dilakukan, dengan ada di sini kami sudah tahu dewan pembina, tim pelaksana. Nah, ini langkah awal tercepat yang akan kami lakukan,” terang Ahmad.

Selain itu, Ahmad juga mengapresiasi terkait Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bentukan Diskominfo Sleman.

“Sudah ada dari desa, kecamatan, sudah terbentuk Kelompok-kelompok Informasi Masyarakat dan sudah ada kegiatan-kegiatan yang memberikan informasi positif,” tutur Ahmad.

Ahmad menambahkan bahwa dengan studi tiru ini, Diskominfotik Kota Banjarmasin dapat mengetahui konsep pembentukan KIM yang baik di kotanya nanti.

“KIM itu harus seperti ini, tidak seperti kelompok-kelompok yang memberikan janji-janji kepada masyarakat. Ini juga yang nanti akan secepatnya dilakukan di Kota Banjarmasin,” terang Ahmad.