PKK Motivasi Masyarakat Agar Giat Menanam Tanaman Jamu

Turi – Tim Evaluasi Halaman Asri Tertata Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK Provinsi DIY mengadakan kunjungan ke Desa Bangukerto Turi dalam rangka evaluasi kegiatan PKK Bangukerto pada Selasa (8/8). Salah satu dusun yang dikunjungi adalah Dusun Wonosari yang pada Mei 2016 lalu merupakan juara satu Lomba Hatinya PKK tingkat Kabupaten Sleman.

Evaluasi yang dihadiri oleh KGB Raden Ayu Adipati Paku Alam, Dra Hj. Kustini Sri Purnomo, Siti Anggraeni Susilo Prapti, Camat Turi, Kades Bangukerto, Tim Evaluasi, Perangkat Desa Bangunkerto, dan warga masyarakat Desa Bangunkerto ini, diadakan rutin setiap tahun mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat nasional.

Dalam sambutannya, KGB Raden Ayu Adipati Paku Alam menyampaikan kekagumannya pada Dusun Wonosari.

“Dusun Wonosari Bangunkerto Turi sangat bagus,” ucap KGB Raden Ayu Adipati Paku Alam di sela-sela kunjungannya.

Beliau pun meminta kepada masyarakat untuk lebih giat dalam memanfaatkan halaman rumahnya dengan menanam sayuran dan tanaman jamu, seperti jahe merah dan kunyit. Hal ini dikarenakan PKK sudah menandatangani MOU dengan pabrik jamu sehingga berapapun hasil produksinya akan dibeli.

Gusti Paku Alam juga berpesan kepada Camat Turi dan Kepala Desa Bangunkerto, agar dalam waktu tiga bulan membuat seluruh dusun di Desa Bangunkerto bisa asri seperti Dusun Wonosari sehingga nantinya layak diajukan ke tingkat nasional.

Sebab, selama dua tahun berturut-turut yakni tahun 2015 dan 2016, yang mewakili DIY ke tingkat nasional adalah dari Kabupaten Gunung Kidul dan mampu meraih gelar juara tiga dan juara harapan satu.

Seluruh perangkat desa dan masyarakat pun diminta untuk terus bersemangat melihat selama ini juara Lomba Hatinya PKK tingkat nasional selalu diraih dari Pulau Jawa. Bahkan, mulai tahun ini untuk pemerataan akan dibuat tiga zona yaitu zona timur, tengah, dan barat

Selanjutnya, Tim Evaluasi beserta rombongan mengunjungi dua dusun lain di Desa Bangunkerto, yakni Kawedan dan Jurugan. Harman/




Makassar Pelajari Integrasi Pengaduan di Sleman

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar berkunjung ke Kantor Diskominfo Sleman, Selasa (8/8). Ini merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya Diskominfo Sleman berkunjung ke Kota Makassar pada Mei lalu.

Kunjungan kali ini dituturkan oleh Kepala Bidang Data Elektronik Diskominfo Kota Makassar, Andi Ardhy Rahadian, , , bertujuan untuk studi banding terkait layanan-layanan yang dikelola Sleman guna melayani masyarakat.

“Lapor Sleman dan pembentukan dewan smart city, yang dalam hal-hal ini merupakan upaya-upaya untuk bisa mempercepat layanan pada masyarakat,” terang Andi di sela-sela kunjungannya bersama 5 perwakilan Diskominfo Kota Makassar.

Andi juga mengapresiasi komitmen Pemkab Sleman terkait pemberian pelayanan secara cepat.

“Dengan menyediakan layanan Lapor Sleman ini, ada interaksi langsung, keluhan dan aduan dari masyarakat bisa mendapat respon cepat dari Pemkab Sleman,” ungkap Andi.

Senada dengan Andi, Sekretaris Diskominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro, , , menambahkan bahwa model pengaduan masyarakat yang ada di Sleman, yakni Lapor Sleman memang dibuat terintegrasi dengan website, SMS, media sosial, dan sebagainya. Sementara di Kota Makassar sendiri, model pengaduan yang digunakan adalah melalui emergency telephone.

“Nah, mereka ingin belajar mengenai model pengaduan di Sleman yang kemudian diharapkan bisa diintegrasikan dengan pengaduan emergency telephone di Kota Makassar,” tambah Eka.

Ke depannya, Eka pun berharap kegiatanstudi referensi ini dapat berbuah kepada kerjasama, baik itu dalam bentuk pertukaran aplikasi maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusianya.




SFF 2017 Tingkatkan Produktivitas Ekonomi Kreatif Sleman

Sleman – Dalam upaya meningkatkan produktivitas ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Pokja Fashion Indonesia kembali menggelar acara Sleman Fashion Festival (SFF) untuk ketiga kalinya. 

Perhelatan yang digelar mulai tanggal 7 sampai 13 Agustus 2017 tersebut telah dibuka oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, Senin (7/8) kemarin, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Sri Purnomo menyambut baik atas terselenggaranya cara SFF 2017 ini. Dalam sambutannya ia mengatakan dengan diadakannya acara ini akan mampu mendorong dinamika industri kreatif di Kabupaten Sleman, khususnya industri batik khas Sleman.

Terlebih, lanjut Sri Purnomo, rangkaian workshop SFF 2017 ini berfokus pada perkembangan alat dan teknologi dalam pewarnaan alam. Menurutnya hal ini sangat relevan dengan kondisi alam di Kabupaten Sleman yang memiliki berbagai macam jenis tumbuh-tumbuhan yang bisa digunakan sebagai pewarna alami.

“Sleman ini mempunyai potensi alam yang luar biasa. Banyak tumbuh-tumbuhan di lereng gunung Merapi sana, di desa-desa, bahkan dikota, ternyata ada yang bisa menghasilkan warna yang bagus, alami dan menyehatkan”, ucap Sri Purnomo.

Lebih lanjut Sri Purnomo mengatakan kurang lebih 50% industri kreatif yang ada di DIY berada di Kabupaten Sleman. Maka menurutnya acara SFF ini sangat strategis untuk terus memacu roda ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman.

“Ini (SFF) bisa menjadi pemantapan jati diri Kabupaten Sleman sebagai tempat berkembangnya industri kreatif”, tegas Sri Prunomo.

Nada yang sama disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif Kadin, Ariful Y. Hidayat yang turut hadir pada acara pembukaan SFF tersebut. Ia mengutip pernyataan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, bahwa salah satu sektor riil yang sangat layak menjadi prioritas adalah ekonomi kreatif.

Berbeda dengan sektor lain yang sangat bergantung pada eksploitasi Sumber Daya Alam, ekonomi kreatif lebih bertumpu pada keunggulan Sumber Daya Manusianya. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia dari sektor ekonomi kreatif meningkat rata-rata 10,14% per tahun.

Ini merupakan tahun ke tiga Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menggelar SFF sejak tahun 2015 lalu. Penyelenggaraan SFF dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan ditandai dengan pelaksanaan creative award dan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas berupa workshop dan seminar.




Sleman Berhasil Raih Inagara 2017

Sleman – Setelah sebelumnya Kabupaten Sleman menyabet penghargaan Kabupaten Layak Anak dan Adipura, lagi-lagi Pemkab Sleman mendapatkan penghargaan bergengsi skala nasional yakni ‘Inovasi Administrasi Negara’ (Inagara) 2017.  

Penganugerahan penghargaan tersebut diberikan atas capaian inovasi program-program administrasi negara  yang dilakukan Pemkab Sleman tahun 2017 atas usulan Gubernur DIY.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Administrasi  Negara (LAN) pada Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun di Auditorium Gedung Lt. 2 Lembaga Administrasi Negara,  Jakarta Pusat,  pada Senin 7 Agustus 2017.

Kepala LAN Adi Suryanto menyampaikan bahwa kriteria penilaian Inagara Award tersebut  berdasarkan kemanfaatan,  memberi solusi,  keberlanjutan, kemudahan replikasi, dan kompatibilitas.

Pada penghargaan tersebut terpilih 5 kabupaten/kota paling inovativ dari total 21 kabupaten/kota yang diusulkan.  Kabupaten Sleman terpilih bersama Kota Makassar, Pontianak, Denpasar, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Adi menambahkan bahwa penganugerahan Inagara Award tersebut bertujuan untuk mempromosikan dan mendorong replikasi inovasi yang telah dilakukan para alumni diklat kepemimpinan kepada publik.

Atas capaian penghargaan tersebut Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengucapkan rasa syukur dan berterimakasih pada seluruh jajaran OPD di Pemkab Sleman khususnya yang telah memberikan inovasi pada percepatan pembangunan di Kabupaten Sleman.

Muslimatun mencontohkan beberapa inovasi Sleman seperti ‘Tua Keladi’  oleh Puskesmas Gamping I dan ‘Sunday Morning’ oleh Kecamatan Sleman yang telah meraih penghargaan Top 99 Inovasi beberapa waktu lalu agar dapat menjadi pemacu munculnya inovasi-inovasi lain di Kabupaten Sleman.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja kita semua.  Saya berharap penghargaan ini dapat memotivasi munculnya inovasi-inovasi lain agar Sleman dapat terus maju”,  kata Muslimatun.




Sleman Selenggarakan Senam Massal dan Jalan Santai

Sleman – Panitia Peringatan HUT RI ke 72 Kabupaten Sleman bekerjasama dengan PT Pegadaian (Persero) Kabupaten Sleman mengadakan senam massal dan jalan santai bagi seluruh PNS, guru, kepala sekolah, dan murid SD, SMP, SMA/SMK di Kabupaten Sleman, Jumat (4/8). Bertempat di Lapangan Pemda Sleman, ratusan peserta memulai kegiatan dengan senam massal yang selanjutnya diikuti dengan jalan santai.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, menunjukkan apresiasinya terhadap kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI ke 72 ini.

“Tentu kegiatan ini kami harapkan berlangsung setiap tahun menjadi acara rutin diselenggarakan setiap momen hari ulang tahun,” lanjut Sri.

Kegiatan senam massal dan jalan santai ini juga dinilai Sri dapat menjadi pendorong terlaksananya salah satu misi Kabupaten Sleman, yakni meningkatkan pendidikan dan kesehatan.

“Senam massal dan jalan santai ini tentunya akan sangat mendukung program kesehatan itu sehingga ini adalah perwujudan dari pelaksanaan misi kami yang kedua,” terang Sri.

Ditambahkan oleh Sukarno selaku Ketua Panitia Peringatan HUT RI ke 72 Kabupaten Sleman, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi motivasi kepada peserta agar bisa melaksanakan kegiatan yang sama di tingkat desa maupun kecamatan.

“Jadi ini ajakan kebersamaan,” tutur Sukarno.

Salah satu peserta senam massal, Dwi Wahyuningsih dari Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM), mengaku merasa senang mengikuti acara senam massal dan jalan sehat ini.

“Biar sehat sudah tua ini, ada senam ada jalan,” ungkap Dwi.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 7 pagi ini, juga menyediakan berbagai doorprize menarik bagi para peserta, seperti logam mulia, sepeda, lcd TV, mesin cuci, kulkas, dan lain sebagainya.