Sleman Jamin Pasokan Elpiji 3 Kg

Sleman – Baru-baru ini, isu kelangkaan gas elpiji 3 kg di Sleman kembali terdengar. Pemkab Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengemukakan kondisi riil terkait isu ini, pada Rabu (13/9) di Kantor Bagian Humas dan Protokol Setda Sleman.

Kepala Disperindag Sleman, Tri Endah Yitnani, mengemukakan bahwa tidak ada pengurangan kuota gas elpiji 3 kg untuk Sleman. Justru selama tahun 2017 ini, kuota gas elpiji 3 kg di Sleman berjumlah tabung. Pun, kuota tersebut khusus untuk bulan September masih akan ditambah dengan kuota fakultatif sebanyak tabung

Dengan adanya penambahan bukan pengurangan kuota ini, menurut Endah semestinya tidak akan ada kelangkaan. “Tersedianya tersedia tapi kenapa langsung habis?” ujar Endah.

Dari hasil diskusi yang Endah jalani dengan PT Hiswana Migas DIY, fenomena ini terjadi karena adanya peak season kebutuhan gas. “Karena sekarang itu bulan baik, bulan besar, banyak penggunaan untuk catering dan untuk makanan itu banyak,” terang Endah.

Selain itu, panic buying yang disebabkan adanya isu penarikan gas elpiji 3 kg juga memberi kontribusi pada langsung habisnya stok gas elpiji 3 kg pada pangkalan yang sudah didrop oleh agen.

Padahal menurut Endah, penyaluran gas elpiji 3 kg di wilayah Kabupaten Sleman sudah dilaksanakan oleh 17 agen dan pangkalan. Dari hasil pemantauan terhadap sampel agen dan pangkalan yang ada di wilayah Sleman pun menyatakan, agen telah menerima kenaikan kuota sebesar 4% pada bulan Agustus.  Pangkalan yang disampel juga tetap mendapatkan kuota sesuai dengan kuota regulernya.

Yos Widihapsoro selaku Koordinator Elpiji Wilayah Sleman menambahkan apabila di kemudian hari pihaknya menemukan ada pangkalan yang menyalahgunakan kewenangannya, atau menyalahgunakan distribusi maka akan ia tindak tegas. “Itu pasti karena sudah ada kontrak, rambu-rambu yang harus kita tepati,” tutur Yos.

Namun sebelumnya, Yos akan melakukan pengecekan dengan pangkalan sebelum sanksi Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) diturunkan. “Kita ada satgasnya dan kita selalu sidak juga,” imbuh Yos.




Perpustakaan Desa Sukoharjo Raih Juara 2 Nasional

Ngaglik – Hadi Subronto selaku Pimpinan Tim Lomba Perpustakaan Desa, Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY melaporkan langsung dari Jakarta bahwa Desa Sukoharjo berhasil meraih Juara 2 pada Lomba Perpustakaan Desa, Rabu (13/9).

Hadi mewakili tim lomba dari Desa Sukoharjo merasa bersyukur karena apa yang diperjuangkan dan diusahakan tidak kenal lelah sudah terbayar meski belum bisa meraih juara 1.

Sementara itu, Ketua Perpustakaan Desa Sukoharjo, Dwi Ari, merasa bersyukur dan puas atas jerih payah yang selama ini dilakukan. “Saya merasa puas dan mendapatkan tantangan baru untuk terus dikembangkan dan terus dipupuk dan dilestarikan perpustakaan desa ini,” ujar Dwi.

Tim lomba diungkapkan Dwi, tetap memohon dukungannya untuk dapat melestarikan perpustakaan yang telah dibangun. Tak lupa, menghimbau warga untuk mengajak putra-putrinya agar gemar membaca di perpustakaan.