Kartu Tani Mudahkan Petani Manfaatkan Subsidi

Sleman – Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyerahkan kartu tani sejumlah kepada petani di Kabupaten Sleman pada Selasa (19/9) di Halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Menurut Sri, kartu tani ini dibagiakan agar subsidi pemerintah pada sektor pertanian bisa tepat sasaran. “Kartu tani itu kan program nasional ya. Itu kan digunakan untuk para petani petani yang membutuhkan,” terang Sri saat ditemui di sela-sela peringatan Hari Pangan Sedunia ke-37.

Sri menambahkan, kartu tani ini bisa digunakan para petani untuk membeli berbagai macam kebutuhan pertanian. “Kartu tani bisa dimanfaatkan macam-macam sehingga harapannya nanti mereka nanti bisa gunakan untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya keperluan dari petani, misalnya pupuk segala macam itu,” tambah Sri.

Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suwandi Azis, menyampaikan pula bahwa pembagian kartu tani tahap pertama ini dapat memudahkan para petani dalam memanfaatkan subsidi pemerintah karena petani tidak perlu bersinggungan langsung dengan dana dari pemerintah. “Jadi subsidi itu sudah masuk dalam rekeningnya petani, tinggal petani tidak bersinggungan dengan uang tapi hanya dengan kartunya itu,” ungkap Azis.

Dituturkan Azis, dana yang diberikan kepada setiap petani memiliki jumlah yang berbeda, salah satunya tergantung dari luas lahan petani. “Luas lahannya berapa nanti kan ketemu jumlah kebutuhan pupuknya berapa, nanti disubsidi berapa kemudian yang harus dibayar oleh petani sendiri berapa,” jelas Azis.

Azis mengaku bahwa pembagian kartu tani ini masih dalam proses berjalan, mengingat jumlah petani yang terdaftar di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman mencapai petani. Karenanya, Azis memperkirakan bahwa penggunaan kartu ini baru bisa maksimal pada tahun mendatang.




Kudapan Ini Andalkan Manfaat Baik Tanaman Kelor

Sleman – Setiap tahun Kabupaten Sleman memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober. Untuk tahun ini Hari Pangan Sedunia ke-37 digelar oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman pada Selasa (19/9) di Halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Ada beberapa agenda yang dirancang Dinas Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman dalam rangka memeriahkan Hari Pangan Sedunia ini, seperti mengadakan pameran, bazar, dan aneka lomba olahan makanan. Salah satu olahan kudapan yang menjadi perbincangan pokok adalah yang berbahan dasar tanaman kelor.

Menu, Ketua Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) Pa-Ri Merapi Sembada, Kecamatan Pakem menuturkan bahwa acara ini diikutinya secara rutin setiap tahun.

“Untuk olahan daun kelor sendiri, dipelopori oleh Dinas Pertanian. Nah, karena itu saya mengajak teman-teman untuk mengolah daun kelor. Ini juga baru mulai sekitar 5 bulan yang lalu, untuk olahannya sendiri ada cendol kelor, puding kelor, dan juga pepes kelor,” terang Menu

Untuk olahan lain yang dapat diolah dari daun kelor, yakni botok, pasta kelor ayam, kue tar kelor, permen kelor, nugget, stik daun kelor, puding, pepes, dan kue bawang kelor.

Menu mengakui bersemangat dalam melakukan inovasi produknya karena mengetahui bahwa daun kelor memiliki banyak manfaat baik. Hal ini juga diamini oleh Prof. Dr. Nurfina Aznam. SU. Apt, yang di kesempatan yang sama berlaku sebagai narasumber dalam Sarasehan Manfaat Daun Kelor.

“Manfaat daun kelor begitu banyak, bahkan di luar negeri pun membuat obat dengan bahan kelor tersebut, dan kita dengan bangganya malah membeli dengan harga yang mahal. Ya maka dari itu sebisa mungkin kita mengolah tanaman ini dengan baik lagi,” ungkap dosen Jurusan Kimia, Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Nurfina menuturkan bahwa selain daun kelor yang mempunyai banyak manfaat, bunga, maupun akar kelor pun bisa dijadikan obat-obatan dan vitamin. Tak hanya itu, tumbuhan kelor juga berguna antara lain sebagai anti inflamasi, pencahar, pengobatan luka, obat sakit kepala, rubefacient, vesicant, penyakit mata, pencegah tumor, kanker maupun bisul, dan penyeimbang gula darah. Fungsi dari tumbuhan yang kaya akan vitamin C, D, B1, B2, B12 dan E pun juga ada kaitannya dengan perawatan kesuburan baik bagi pria maupun wanita.

Di event yang berlangsung sejak pukul WIB ini, olahan daun kelor milik KWT Sekar Melati maju sebagai juara setelah bertarung dengan 22 KWT lain yang ada di Kabupaten Sleman. Pemenang berhak mendapatkan hadiah dan trofi yang diserahkan langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.




Lomba Lukis Ukur Intelektual dan Moralitas Anak Sleman

Sleman – Untuk pertama kalinya Dinas Kebudayaan Sleman menyelenggarakan festival seni budaya yang dikemas dalam lomba lukis tingkat Kabupaten Sleman tahun 2017. Bertempat di Museum Gunung Api Merapi, lomba tersebut diikuti oleh 300 peserta yang tebagi dalam kategori SD/MI, SMP, dan SMA/SMK. 

Mengusung tema “Cinta Seni dan Budaya”, Dinas Kebudayaan Sleman mengajak anak untuk lebih mengenal dan mengetahui budaya yang ada disekitarnya.

“Lomba lukis ini untuk memberikan ruang ekspresi bagi anak dan mengukur tingkat moralitas dan intelektual anak terhadap budayanya sendiri. Hal ini dapat kita lihat dari ekspresi anak dalam menuangkan emosinya kedalam lukisan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, HY. Aji Wulantara, S.H, , Minggu (17/9).

Selain itu, dengan budaya diera modernisasi sekarang  ini anak akan mengetahui siapa jati dirinya. Dan, anak akan siap dalam menghadapi lingkungan dan masyarakat yang berbeda –  beda budayanya dikemudian hari, tambah Aji.

Sedangkan untuk pemenang lomba lukis untuk kategori SD/MI berhasil diraih oleh Violet Kana Haya Naomi dari SD N Bongkol (juara I), Tiara Yusita Wijayanti dari SD N Gentan (juara II), Ghery Setia Adi Nugroho dari SD N Taraman (III), Abimanyu Ramadhan Flatditia dari SD N Karangmloko (harapan I), dan Anananda Tahta Swastono dari SD N Sukomulyo (harapan II).

Untuk kategori SMP dimenangkan oleh Mareta Zahra Kartika dari SMP N 1 Depok (juara I), Yohanes Doni Yoga K. dari SMP K st. Aloisius Sleman (juara II), Jovinca Amarisa Claudia dari SMP Budi Utama (juara III), Raynor Tisti Maharsi Kumudhani (harapan I) dan Venawa Vania dari SMP N 1 Ngemplak (harapan II).

Dan, kategori SMA/SMK dimenangkan oleh Sofia Rizky dari SMK Penerbangan AAG (juara I), Siti Nurhana dari SMK Penerbangan AAG (juara II), SMA Nor Tobias Imal Gamalliel dari SMA Kolase De Brito (juara III), Karol Bimoseno dari SMA Kolase De Brito (harapan I) dan Muhammad Irfan Hando dari SMK N I Cangkringan (harapan II).

Selanjutnya, lomba lukis tingkat Kabuapaten Sleman ini diharapkan mampu menjadi salah satu cara untuk mengolah tingkat emosi generasi penerus baik tingkat intelektual dan moralitasnya.




Turi Gelar Rapat Bahas Media Warga

Turi- BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Donokerto menyelenggarakan pertemuan pada Sabtu (16/9) pukul WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh 12 peserta, yang terdiri dari Faskel (Fasilitator Kelurahan) 2 orang, anggota UPK (Unit Pengelola Kegiatan), UPL, dan UPS. Pertemuan dipimpin oleh Koordinator, Bapak Sagi.

Pertemuan ini membahas beberapa hal, seperti laporan UPK tentang perkembangan keuangan, laporan UPS tentang perkembangan kambing, laporan dari UPL dilanjutkan pembahasan tindak lanjut, laporan peserta pelatihan tentang penangan lokasi yang kumuh, dan pemilihan BKM periode 2018 dari tata tertib, teknik pemilihan, hingga pelaksanaannya.

Selain itu, Ibu Efi dari Faskel menjelaskan tentang terkait media warga yang ada di Donokerto, yaitu buletin yang terbit 4 kali selama setahun dikoordinatori Ibu Haryani. Kemudian media warga lainnya adalah foto novela, foto lokasi kumuh, dan banner.

Pertemuan berakhir pada pukul WIB dan ditutup dengan doa.




Promosikan Desa Wisata, KORPRI Sleman Adakan Family Gathering

Sleman – Korps Pegawai Republik Indonesia Kabupaten Sleman menyelenggarakan acara Family Gathering di Desa Wisata Kelor,  Bangunkerto,  Turi, Sabtu (16/9).  Acara dihadiri juga oleh Wakil Bupati Sleman, Sekda, Assekda, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas dan Instasi dilingkungan Pemkab Sleman, serta para Camat.

Suyono selaku Sekertaris Dewan Pembina KORPRI Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa acara yang diikuti kurang lebih 750 orang anggota KORPRI se Kabupaten Sleman tersebut selain bentuk sarana hiburan dan rekreasi bagi anggota KORPRI Sleman juga sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.  Dipilihnya desa wisata sebagai tempat diadakan acara ini menurutnya sebagai sarana promosi potensi desa wisata yang ada di Sleman.

“Acara ini kami buka dengan senam masal dilanjutkan menyusuri Desa Wisata Kelor. Kami juga membuka pasar murah dan pos kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar”, jelas Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sleman ini, Selaku Sejretarus Dewan Pembina KORPRI Sleman.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang membuka dan ikut serta dalam acara tersebut mendukung penyelenggaraan acara yang memilih desa wisata sebagai tempat penyelenggaraannya.

Menurutnya pengenalan desa wisata khususnya bagi warga  dan aparat Pemkab Sleman sangat penting karena mendukung promosi potensi wisata yang ada di Sleman.

“Dengan kegiatan ini mari kita gali lebih dalam untuk mengenal potensi wisata yang ada di Sleman. Jangan sampai jika orang luar bertanya tentang wjsata di Sleman kita tidak bisa menjelaskannya”, kata Muslimatun.

Dalam kegiatan ini juga diundi aneka door price yakni TV, Kulkas, Mesin Cuci dari BPD, 6 buah sepeda dari PDAM, Bank Sleman, Koperasi AMAN, BKAD, Kompor Gas, Tupperware, Tas sport dll.

Dari BNI 46 dan hadiah Hiburan dari Koperasi AMAN, Bank Sleman dan  BPD Syariah. Wakil Bupati Sleman bersama Sekertaris DP KORPRI Sleman menerima trophy hasil kejuaraan Pekan olah raga KORPRI DIY yakni Juara 1 tenis lapangan, Juara 1 tenis meja, Juara 1 futsal putri, Juara 2 bulutangkis, Juara 2 bolavoli, Juara 3 catur.