Turi Dukung Penerapan Jam Belajar Masyarakat

Turi – Pada Selasa (12/9) di Kecamatan Turi diselenggarakan sosialisasi tentang Jam Belajar Masyarakat (JBM). Adapun peserta yang hadir ada 30 orang dari Desa, UPT Pendidikan, PKK Desa, Babinkamtibmas, Koramil, dan Perwakilan Sekolah.

Materi tentang JBM disampaikan oleh Amiruddin Najib. Di sini dijelaskan tentang kota pelajar, perkembangan generasi dan pendidikan, manfaat JBM, konsep dasar JBM, perbandingan pelaksanaan JBM dengan daerah lain, siapa saja yang terlibat di JBM, tokoh pendidikan Indonesia, dan proses pelaksanaan JBM.

Dalam sambutannya Camat Turi, Siti Anggraeni tak lupa menyampaikan mengenai peranan orang tua, peran dari pendamping, komitmen warga, dan fasilitas

Siti juga menghimbau agar desa-desa di Turi dapat membuat peraturan terkait JBM sehingga nantinya warga dan pemerintah bisa bergerak secara bersama-sama mensosialisasikan JBM ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab.




OIahraga Bantu Jaga Fisik dan Nonfisik

Turi – Turi melaksanakan upacara Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang ke-34 pada Senin (11/09) di Halaman Kecamatan Turi. Dalam sambutannya, Camat Turi, Siti Anggraeni selaku pembina upacara membacakan amanat dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI.       

Siti memberi keterangan bahwa peserta upacara ada 500 orang yang terdiri dari siswa SMP, SMA, SMK, Sekretaris Camat dan seluruh pegawai Kecamatan Turi, para lansia, guru, dan lain sebagainya.

Selesai upacara dilanjutkan dengan senam massal aerobik dan Maumere. Menurut Siti, olahraga kini telah menjadi sebuah kebutuhan. Ini diamini oleh salah satu peserta senam massal, Tamsir dari Kendal Bangunkerto bahwa setelah tua olahraga sangat dibutuhkan, baik untuk menjaga fisik maupun nonfisik.

Tamsir hingga kini di usianya yang sudah menginjak 79 tahun bahkan masih aktif gerak jalan setiap pagi.

Acara diakhiri dengan hiburan organ tunggal dan pembagian door prize.




Perpustakaan Desa Sukoharjo Wakili DIY ke Tingkat Nasional

Ngaglik – Waktu yang sudah hampir 2 bulan ditunggu akhirnya tiba. Setelah beberapa kali melakukan seleksi Perpustakaan Desa, Desa Sukoharjo dinyatakan Juara I tingkat DIY dan berhak maju tingkat Nasional di Jakarta.

Lomba sedianya akan berlangsung dari Senin (11/9) hingga Rabu (13/9) di Jakarta. Dengan kesiapan yang mantap, Tim Lomba Perpustakaan Desa Desa Sukoharjo yang sudah masuk 10 besar nasional, tampil menyampaikan abstraksi apa yang dilaksanakan Perpustakaan Desa Sukoharjo secara menyeluruh selama 10 menit.

Disampaikan Ketua Tim Lomba Perpustakaan Desa, Dwi Ari, hal ini sudah disiapkan secara maksimal dan sudah diuji berkali-kali agar bisa menyajikan tepat waktu dan menyeluruh mengenai berbagai kegiatan.

Sementara itu, Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto mengatakan bahwa untuk meraih juara I tingkat DIY, Desa Sukoharjo telah melalui perjuangan yang tidak kenal lelah dan luar biasa sehingga saat sudah masuk tingkat nasional maka perlu berjuang lebih keras lagi.

Hadi rencananya akan mendampingi Tim Desa Sukoharjo untuk memberi dukungan dan semangat agar bisa tampil secara maksimal dalam lomba tingkat nasional.

Camat Ngaglik, H. Anggoro Aji Sunaryono, pun mengungkapkan kebanggaannya kepada putra-putri terbaik Kecamatan Ngaglik karena bisa membawa harum Kecamatan Ngaglik umumnya dan Desa Sukoharjo khususnya. “Karena perpustakaan desanya masuk ke tingkat nasional berarti Ngaglik sangat potensi dan maju dalam perpustakaan desa,” ujar Aji. Untuk itu Aji sangat senang dan mendoakan agar Perpustakaan Desa Sukoharjo menjadi juara nasional.

Tak hanya itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo juga menyampaikan ucapan selamat kepada Desa Sukoharjo yang telah meraih Juara I tingkat DIY. “Tinggal selangkah lagi juara ke tingkat nasional, saya selaku Bupati Sleman, ikut mendoakan dan memberikan semangat kepada peserta lomba dan Pak Kepala Desa mendampingi secara langsung lomba di Jakarta. Semoga berhasil sukses dalam acara ini,” tutur Sri.




Merti Dusun Biru Tampilkan Seni Tari Juga Musik

Gamping – Merti Dusun Biru, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping tahun 2017 dibuka pada Sabtu (9/9) pukul WIB di Lapangan Trihanggo. Camat Gamping Abu Bakar, ., membuka acara Merti Dusun dengan memukul gamelan (bendhe-red).

Pembukaan ini dihadiri oleh 500 orang warga Padukuhan Biru, Camat Gamping, jajaran Kepolisian Sektor Gamping, Koramil 17 Gamping, para tokoh masyarakat, pemuka agama, perangkat Desa Trihanggo, dan anggota DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda.

Di hari pertama ini, pertunjukan diisi oleh tari-tarian dan B-Plus Band yang mendendangkan lagu-lagu group band legendaris Koes Plus. Ditampilkan juga sendratari (seni drama, dan tari-red) dari Sanggar Tari Biru Manunggal RW 30 berjudul Tetenger yang mengisahkan tentang asal-usul berdirinya Padukuhan Biru. Sendratari ini disutradarai oleh Barep Supriyanto.

Pertunjukan seni malam ini diakhiri dengan tampilnya Gejog Lesung dan Ketoprak Lesung “Sri Rejeki” pimpinan Susanto Raharjo yang tahun 2017 ini meraih juara 1 Lomba Gejog Lesung se-Provinsi DIY yang dilaksanakan di Pajangan Bantul.

Bertemakan “Menuju Kampung Wisata Seni dan Budaya”, agenda Merti Dusun Biru ini akan dilaksanakan hingga 7 Oktober 2017.




Vanda Tricolor Suavis Lindl, Anggrek Khas Lereng Merapi

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, membukan Festival Anggrek Vanda Tricolor Ke-3 Tahun 2017 pada hari Rabu (6/9) di Titi Orchid, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap anggrek sekaligus memperkenalkan jenis-jenis anggrek yang terdapat di kawasan Gunung Merapi kepada masyarakat.

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, membukan Festival Anggrek Vanda Tricolor Ke-3 Tahun 2017 pada hari Rabu (6/9) di Titi Orchid, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap anggrek sekaligus memperkenalkan jenis-jenis anggrek yang terdapat di kawasan Gunung Merapi kepada masyarakat.
Sri Muslimatun berharap kegiatan tersebut dapat membawa dampak positif bagi keberadaan anggrek di kawasan Gunung Merapi Kabupaten Sleman. Ia mengatakan bahwa di Kawasan Gunung Merapi terdapat lima ribu jenis anggrek, dari tiga puluh ribu total jumlah anggrek yang ada di seluruh dunia.
“Luar biasa. Ini artinya satu per enam jenis anggrek di seluruh dunia ada di kawasan Gunung Merapi,” ungkapnya.
Lebih lanjut Sri Muslimatun berharap masyarakat berperan aktif untuk membudidayakan anggrek di kawasan tersebut. Menurutnya keberadaan anggrek di kawasan Gunung Merapi tersebut dapat berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat sertam menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Sleman.
Sementara itu, Eni Budiharjo Satoto selaku perwakilan dari Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) pusat, mengatakan bahwa kegiatan Festival Anggrek Vanda Tricolor ke-3 tersebut mampu mempertegas jati diri daerah.
Meskipun acara tersebut bersifat lokal kedarahan, menurutnya acara tersebut sangat berarti jika dilihat dari lingkup nasional bahkan internasional. Lebih lanjut dikatakan bahwa acara tersebut sangat berani mengambil tema yang sangat spesifik, yaitu Vanda Tricolor Var Suavis Lindley.
“Pemilihan tema ini sangat tepat dan berani. Karena belum banyak yang melestarikan anggrek jenis vanda ini, dan lebih spesifik lagi spesies tricolor,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut turut diresmikan Pojok Baca yang diprakarsai oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sleman dan Titi Orchid.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sleman, Ir. A. A. Ayu Laksmidewi . mengungkapkan bahwa keberadaan pojok baca tersebut mampu menjadi referensi masyarakat yang ingin menggali informasi terkait budidaya anggrek.
“Bahan bacaan tentang anggrek ini kan tidak banyak. Saya harap para pecinta anggrek mau menuliskan pengalamannya terkait hal apa saja tentang anggrek ini,” imbuhnya.
Kegiatan Festival Anggrek Vanda Tricolor ke-3 tersebut merupakan sinergi antara PAI DIY, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sleman, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sleman, TNGM, Fak. Biologi UGM, Fak. Pertanian Janabadra, PDAM Sleman, Bank Sleman dan Titi Orchid. Festival tersebut akan digelar selama lima hari mulai tanggal 6 hingga 10 September 2017.
Festival tersebut juga diisi dengan berbagai acara, diantaranya Lomba Kontes Vanda Tricolor Suavis Lindl, Lomba Kontes Dendobrium Spetulata, Workshop, Lomba Fotografi, Klinik dan Pelatihan budidaya Anggrek, Merangkai Anggrek, Jelajah Wisata Edukasi, Lomba Mrnggambar dan Mewarnai, dan Pameran serta Bursa Anggrek.***