16 Anak di Turi Kembali Dapatkan Imunisasi MR

Turi – Puskesmas Turi kembali menggelar imunisasi MR (Measles Rubela) pada Kamis (7/9) di Posyandu Kembangarum 13. Selain dari 5 petugas dari Posyandu Kembangarum 13, kegiatan ini juga didukung oleh petugas Puskesmas Turi.

Imunisasi ini diikuti oleh 16 anak. Anak-anak tersebut diperiksa terlebih dulu oleh Dokter Inkes sebelum pada akhirnya diimunisasi.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Kadus Turi 13, P. Prasetyo Kunto Wibowo. Menurut keterangannya, Posyandu Kembangarum 13 rutin setiap bulan melakukan pemeriksaan balita pada tanggal 18. Dengan dana yang terkumpul dari masyarakat, anak-anak balita mendapat fasilitas pemeriksaan seperti penimbangan berat dan juga pemberian tambahan gizi. Kegiatan ini tak hanya dikhususkan bagi anak-anak balita, para lansia pun dapat ikut datang untuk memeriksakan kesehatannya.

Setelah dari Kembangarum tim imunisasi melanjutkan ke Dusun Turi.




Masyarakat Perlu Terlibat Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

Gamping – Dalam rangka mengetahui situasi Kamtibmas di Kabupaten Sleman, Pemerintah Kecamatan Gamping dalam hal ini Seksi Ketentraman dan Ketertiban mengadakan Penyuluhan Ketentraman dan Ketertiban, Senin (4/9) pukul WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh 100 orang yang terdiri dari unsur pelajar, organisasi kemasyarakatan, kepolisian, TNI, satlinmas, dan aparat pemerintah desa. Sebagai narasumber Komandan Rayon Militer 17 Gamping Mayor (Inf) Sri Wiyanto, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman, dan Satuan Binmas Polres Sleman.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan sambutan dari Kapolsek Gamping, Kompol Herwinedi yang memberikan himbauan kepada peserta untuk selalu waspada terhadap kasus-kasus rawan konflik yang terjadi di masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Danramil 17 Gamping menyampaikan materi tentang wawasan kebangsaan yang menyangkut esensi nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara, dari Sat Binmas Polres Sleman memaparkan materi yang berisi tentang Kamtibmas, penyakit masyarakat, pencegahan kejahatan dan peran masyarakat yang dapat dilakukan. Sebagai penutup kegiatan penyuluhan, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman menyampaikan tentang perlunya peran aktif warga masyarakat untuk menjaga keamanan, ketentraman, dan ketertiban di lingkungan masing-masing.




Silaturahmi Kelompok Macapat Suko Wiromo Lestarikan Budaya Adiluhung

Ngaglik – Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto, sekarang sedang menggerakkan pembangunan di segala bidang, tak hanya bidang agama seperti Festival Takbir Keliling yang baru-baru ini dilaksanakan, tetapi juga menggerakkan bidang budaya melalui Program Silaturahmi melalui Kelompok Macapat Suko Wiromo yang dilaksanakan Senin (4/9) di Dukuh Josari, Dusun Tanjungsari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan apabila tidak ada yang ngunduh maka kegiatan dilaksanakan di Aula Balai Desa Sukoharjo,

Kelompok ini diharapkan nantinya menjadi lembaga yang resmi dalam bidang budaya sehingga dibentuklah kepengurusan kelompok yang diketuai oleh Subadi dari Dusun Mendiro Sukoharjo, Ngaglik.

Kelompok ini pun terbilang cukup aktif berkiprah seperti sering tampil di lingkungan masyarakat baik dalam hajatan maupun peringatan hari penting. Bahkan, pernah tampil di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Peserta dari kegiatan silaturahmi macapat ini adalah dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang mau, mampu serta mempunyai bakat untuk mengembangkan seni budaya macapat ini.

Kepala Dukuh Josari, M Jamin mengatakan bahwa masyarakat dan seluruh warga Josari Tanjungsari menyambut baik dan antusias. Menurutnya, warga sangat bagus dan semangat untuk hadir menonton kegiatan ini.

Jamin berharap kegiatan silaturahmi ini tetap bisa dilaksanakan dengan berkesinambungan untuk melestarikan budaya adiluhung melalui macapat ini.

 




Menilik Kiprah PPDI Kecamatan Ngaglik

Ngaglik – Sungguh sangat luar biasa Pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kecamatan Ngaglik dalam mengelola dan menggerakkan anggota yang berkebutuhan khusus atau difabel di lingkungan Kecamatan Ngaglik.

Disampaikan Waluyo selaku Pembina PPDI Kecamatan Ngaglik, anggota PPDI hingga saat ini telah mencapai kurang lebih 500 orang. Akan tetapi, dari jumlah tersebut baru 10 persen anggotanya yang secara rutin dan aktif selalu berkumpul. Menurutnya, ini pertanda PPDI harus menggencarkan sosialisasi kepada teman-teman yang belum bisa bergabung dengan berbagai alasan. Pengurus pun harus bekerja keras untuk selalu memotivasi difabel sekitar untuk mau bergabung.

Salah satu agenda yang diadakan PPDI untuk memajukan semangat anggotanya adalah melalui silaturahmi rutin selapan setiap Ahad Legi. Kali ini, PPDI menyelenggarakan silaturahmi rutin pada Minggu (3/9) di rumah Sri Widodo Dusun Bantarjo, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman.

Dalam silaturahmi tersebut hadir berbagai unsur masyarakat, antara lain pengurus dan anggota PPDI se-Kecamatan Ngaglik, Kepala Dukuh Bantarjo, Bangkit Arif Pramono, perwakilan dari Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Ngaglik, Haryatmoko, KIM Ngaglik, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) DIY, Prasetyo, Ketua Relawan Indonesia (RELINDO), Heri Prabowo, Relawan Sosial Ngaglik, serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Ngaglik.

Dalam sambutannya, Bangkit menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah yang sudah menyiapkan segalanya serta menyambut baik diadakannya pertemuan silaturahmi ini.

Bangkit selaku Kepala Dusun Bantarjo mendukung kegiatan yang sangat mulia ini dan berharap dapat membantu mensosialisasikan kepada warga penyandang difabel untuk bergabung di PPDI Kecamatan Ngaglik,

Sementara itu, perwakilan Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Ngaglik, Haryatmoko, memberikan sosialisasi mengenai tempat ibadah khususnya masjid atau mushola yang ramah difabel sehingga para penyandang difabel terlayani dengan baik dalam melaksanakan ibadahnya.

Dalam pengembangan PPDI ini, tentu ada harapan dan tantangan yang dilalui, yakni pendataan anggota PPDI melalui desa dan dibentuk ranting PPDI desa se-Kecamatan Ngaglik, peningkatan pendidikan dan keterampilan untuk kemandirian anggota, motivasi kepada warga yang mempunyai difabel untuk bergabung anggota PPDI, menampung data difabel se-Kecamatan Ngaglik sebagai bahan untuk melihat potensi anggota, memperjuangkan jaminan kesehatan anggota, mengusahakan alat bantu yang dibutuhkan anggota seperti kruk, kursi roda, alat bantu pendengaran, dan lainnya yang dibutuhkan termasuk alat bantu untuk tuna netra.

Acara silaturahmi ini diakhiri dengan pemutaran Film Dokumenter Kegiatan PPDI Kecamatan Ngaglik.




Sukoharjo Bangun Jalan Provinsi Guna Kurangi Kepadatan Arus

Ngaglik – Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di bidang sarana dan prasarana jalan, Sabtu (2/9) dilakukan pengecekan tahap awal lokasi rencana perluasan dan peningkatan jalan provinsi di Dusun Sawahan, Wedomartani, Ngemplak yang terhubung dengan Dusun Karanglo Desa Sukoharjo, Ngaglik.

Jalan ini merupakan jalan alternatif menuju Kota Yogyakarta untuk mengurangi arus kepadatan Jalan Kaliurang. Di samping itu juga untuk percepatan evakuasi apabila ada bencana Gunung Merapi serta sebagai jalan alternatif untuk pengungsian di Stadion Maguwoharjo.

Pengecekan ini dihadiri langsung Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto beserta perangkat desa terkait serta masyarakat yang terkena dampak pembangunan. Ini agar masyarakat baik Karanglo dan juga Sawahan dapat melihat langsung sekaligus tersosialisasi terhadap pembangunan ini.

Kepala Desa Sukoharjo mengharapkan keikhlasan dan kesadaran masyarakat untuk ikut memberikan dukungan dan partisipasi dalam pembangunan jalan ini. Diharapkan pula apabila jalan telah selesai dibangun dapat lebih memperlancar pembangunan, meningkatkan perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat,

Hadi juga menuturkan, apabila ada masyarakat yang terkena dampak pembangunan ini namun masih belum jelas, bisa berkonsultasi kepada pihak Desa Sukoharjo untuk memberikan penjelasan seluas-luasnya demi kelancaran pelaksanaan pembangunan jalan ini.

Sementara itu, Dukuh Karanglo, Dikabetus Rahardian, menyambut baik diperluasnya jalan ini sehingga masyarakat Dusun Karanglo nantinya bisa menikmati dan merasakan kelancaran jalan dengan harapan bisa meningkatkan ekonomi rakyat untuk menuju keluarga yang sejahtera.

Setelah pengukuran ini selesai, pembangunan akan segera dilaksanakan di tahun 2017 ini.