Karnaval Takbir Sukoharjo Junjung Netralitas Penilaian

Ngaglik – Sejak sore telah terpampang maskot para peserta Karnaval Takbir “Gema Takbir Sukoharjo 3” yang membuat masyarakat desa Sukoharjo dan sekitarnya datang untuk melihat penampilan para peserta Karnaval Takbir Desa Sukoharjo. Karnaval Takbir “Gema Takbir Sukoharjo 3” ini dilaksanakan pada Sabtu (2/9) malam di Lapangan Klidon Sukoharjo, Ngaglik.

Diawali dengan sambutan Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto yang mengatakan bahwa lomba takbir keliling ini betul-betul fair dan semua perangkat desa netral. Tim juri yang tidak tahu siapa juri lainnya merupakan pertanda bahwa pelaksanaan lomba ini sangat netral dan bersih,

Sementara itu, Camat Ngaglik, Anggoro Aji Sunaryono, mewakili Bupati Sleman dalam sambutannya menyambut baik atas dilaksanakan Karnaval Takbir “Gema Takbir Sukoharjo 3” dan meminta kepada tim penilai lomba ini untuk seobyektif mungkin.

Pada akhir sambutannya, Camat Ngaglik menginformasikan bahwa akhir September 2017, Desa Sukoharjo akan maju ke tingkat nasional dalam Lomba Perpustakaan Desa. Aji berharap, Desa Sukoharjo bisa mendapatkan nilai terbaik tingkat nasional.

Tak lupa, Aji juga menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi para peserta karnaval takbir dan secara resmi membuka Karnaval Takbir “Gema Takbir Sukoharjo 3”.

Karnaval takbir yang memperebutkan trofi dari Kepala Desa Sukoharjo ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari Desa Sukoharjo 10 peserta dan 5 peserta dari luar Desa Sukoharjo antara lain dari Desa Minomartani 2 peserta, 1 peserta dari Desa Sardonoharjo, 1 peserta dari Sinduharjo, dan 1 peserta dari Kecamatan Berbah Sleman.




Depok Genjot Upaya Pelestarian Budaya Jawa

Depok – Seiring dengan peradaban baru di era globalisasi, ada kecenderungan dilupakanya kebudayaan Jawa yang sarat dengan makna filosofi dan ajaran budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk mulai ditinggalkannya bahasa ibu yaitu bahasa Jawa dan pakaian adat Jawa. Tidak hanya kalangan muda, usia tua pun sudah tidak tahu bahasa Jawa bahkan tidak memiliki pakaian adat Jawa.

Kondisi yang demikian sangatlah memprihatinkan dan mengkhawatirkan mengingat akan semakin hilangnya budaya adiluhung yang merupakan warisan leluhur ini.

Melihat hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Depok mengadakan Pelatihan Pranatacara Bahasa Jawa selama dua hari, yakni pada Sabtu-Minggu, 2-3 September 2017 di Gedung Sasana Anglocitatama Kecamatan Depok. Peserta yang terdiri dari PKK, Guru PAUD, RT, RW dan Dukuh ini mendapat materi sesorah (pidato-red), tatacara MC, serta cara berbusana Jawa Gagrak Mataram Ngayogyakarta.

Narasumber dari pelatihan ini adalah Andi Wisnu Wicaksono dan Faisal Nur Singgih yang berasal dari Jogja TV. Keduanya tak hanya memberikan materi teori kepada para peserta tetapi juga membimbing untuk proses praktik.




Warga Sukoharjo Belajar Keiklasan dan Ketakwaan dari Nabi Ibrahim AS

Ngaglik – Sejak Jumat (1/9) pagi, kurang lebih jemaah Salat Idul Adha 1438 H telah memadati Lapangan Klidon Sukoharjo untuk Salat Id berjemaah. Adapun khatib dan imam dari Salat Id adalah Ustaz Abu Umar Ibrahim LC dari Pondok Pesantren Al-Anshor Wonosalam, Yogyakarta.

Dalam uraian khutbah usai Salat Id, Ustaz Abu Umar Ibrahim menyampaikan bagaimana keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaan Nabi Ibrahim AS meski telah menerima beberapa cobaan dan ujian keimanan ketakwaan dari Allah SWT.

Nabi Ibrahim antara lain dalam berdakwah mengingatkan ayahnya dengan santun agar beriman kepada Allah SWT. Meski demikian, ayahnya tetap menyembah berhala karenanya Nabi Ibrahim AS terus mendoakan ayahnya.

Kedua, Nabi Ibrahim AS dibakar dengan api karena ketakwaanya Nabi Ibrahim AS tidak terbakar dan tetap sehat. Terakhir, Nabi Ibrahim AS diuji untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS namun karena keikhlasan, ketakwaan, dan kesabarannya maka Ismail tidak disembelih tetapi diganti dengan seekor domba besar sebagai kurbannya.

Dalam kesempatan itu, disampaikan pula informasi sementara kurban di lingkungan Klidon Sukoharjo berjumlah 14 sapi dan 10 kambing. Jumlah ini bisa bertambah mengingat hari berikutnya yakni Sabtu (2/9) masih akan dilaksanakan penyembelihan hewan kurban.