Bentuk Unik Infografi Buat Data Mudah Diingat

Gamping – Perkembangan infografis kian pesat di era data saat ini. Infografis telah menjadi kebutuhan mendasar komunikasi data melalui tampilan visual, entah itu untuk proposal bisnis, sosialisasi peraturan pemerintah, laporan bulanan perusahaan, atau presentasi bisnis dan pendidikan. Oleh karena itu, mempelajari dasar-dasar infografis pun menjadi sebuah kebutuhan yang pasti.

Berkenaan hal tersebut, KIM Kecamatan Gamping pada Minggu (15/10) di Ruang 101 Fakultas Fisipol UGM mengikuti Soft Skill Class dengan materi ‘Be Amazing with Infographic’, yang merupakan rangkaian acara Festival Literasi Digital Fisipol UGM 2017 yang didukung oleh Kementrian Komunikasi dan Informarmatika RI. Acara yang dimulai pada pukul WIB tersebut disampaikan oleh Dhony Firmansyah selaku pakar slide dan infografis yang sudah menimba ilmu desain dan slide presentasi di Jepang.

Di dalam materinya, Dhony menyampaikan kepada peserta workshop, untuk menghasilkan slide presentasi yang efektif dan menarik ada 3 persyaratan (magic words) yang harus dipenuhi. Pertama adalah simpel, dengan menyederhanakan data, baik kalimat hingga tampilan grafik maupun diagram. Panduannya sederhana, mudah dicerna, dan mudah dipraktikkan.

Magic word yang kedua adalah harmoni. Dalam hal ini, kita menentukan pola warna infografis hingga menata judul, subjudul dan konten infografis yang lebih optimal sehingga menghasilkan slide infografis yang eye catching.

Selanjutnya menurut pakar yang telah tersertifikasi ST Electronics COMAT Singapore di bidang infografis ini, yaitu unik. Bentuk yang unik dalam infografis membuat visualisasi data yang disampaikan mudah dicerna dan diingat. Jadi, diperlukan eksplorasi imajinasi untuk membuat infografis dengan bentuk yang beraneka ragam. (Adnan Nurtjahjo)




Kurangi Ketergantungan Gagdet pada Anak Lewat Aktivitas Luar

Turi – Dalam Festival Literasi Digital (FIRAL) 2017 yang berlangsung Minggu (15/10) di Convention Hall Fisipol UGM diadakan kelas parenting. Kelas yang dihadiri 60 orang terdiri dari orang tua dan calon orang tua ini, diampu oleh Hilman Al Madani.

Dalam era digitalis, kita sebagai orang tua harus menjalin komunikasi secara komunikatif kepada anak. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget, alihkan kegiatan anak bersama orang tua melalui kegiatan di luar rumah dalam bentuk bermain di alam, mengerjakan kerajinan yang disukai anak, memasak, berkunjung/silaturahmi ke tempat saudara, memancing, bermain sepakbola, atau kegiatan-kegiatan tanpa memegang handphone.

Balita adalah masa emas dalam perekaman otak. Jika sejak dini sudah dipegangi handphone maka banyak sekali akibat yang akan ditimbulkan, seperti egoisme, perilaku atraktif, keras, tidak peduli dengan lingkungan dan keluarga sekelilingnya, dan asyik dengan komunitas teman-teman di gadget.

Ke depan otak anak akan merasa kecanduan, penglihatan akan terpapar sinar biru yang menyebabkan retina rusak. Sebagai orang tua tidak ada kata terlambat untuk belajar memahami digital dalam menghadapi dan mendidik anak secara benar. Membatasi anak bukan berarti mengurangi kasih sayang kita terhadap anak, justru kita menjaga anak-anak agar bisa hidup lebih baik. (Purisada)




Turi Cegah Pelajar yang Ingin Bolos Sekolah

Turi – Senin (16/10) di wilayah Kecamatan Turi diadakan operasi anak sekolah yang membolos dan tidak mengikuti pelajaran. Para petugas terdiri dari Satpol PP Kabupaten Sleman dan Kecamatan Turi, Polsek Turi, serta Koramil Turi.

Adapun lokasi yang di sasar di Embung Turi, pertigaan ke Pakem dan tempat yang lain. Jumlah personil kurang lebih ada 15 petugas. Suwandi, Sekretaris Kecamatan Turi mengatakan, acara ini dalam rangka tindakan preventif. (Suharno)




Turi Rutin Gelar Senam Massal

Turi – Dalam rangka ulang yang ke-20, Merapi Jaya Turi menyelenggarakan senam massal, Minggu (15/10) di Lapangan Donokerto, Turi. Usai senam, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan penjualan sembako murah. (Suharno)




Meriahnya Festival Literasi Digital (FIRAL) Kominfo 2017

Sleman – Minggu (15/10) pagi yang gelap di langit Yogyakarta tak mampu membendung antusiasme tinggi para peserta Festival Literasi Digital (FIRAL) 2017. Bertempat di Convention Hall Fakultas Ilmu Sosial Politik, UGM, lebih dari 400 peserta dari berbagai latar belakang hadir penuh antusias.

Acara yang terselenggara atas kerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan berbagai komunitas ini mengusung tema “Wise Knowledge, Make Positive Content”. Di awal acara para peserta dibagi ke dalam 4 kelas, yaitu Soft Skill Class oleh Dhonny Firmansyah seorang pakar infografis, Creator Class oleh Iqbal Rezeki Awal seorang cyber creator, Family Class oleh Hilman Al Madani yang merupakan seorang psikolog, serta kelas terakhir Future Class oleh Gerald Sebastian founder . Sesi ini sebagai bekal para peserta untuk memasuki sesi Creatalks.

Antusias peserta FIRAL berlanjut di sesi kedua. Pada sesi Creatalks narasumber dari berbagai latar belakang hadir menyapa para peserta. Di antaranya adalah Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Rektor Universitas Gajah Mada (UGM), Panut Mulyono, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Nasaruddin Umar, Aktor Film, Samuel Rizal, dan beberapa pembicara bergengsi lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan bahwa akademisi dan masyarakat luas juga harus turut serta dalam mendorong penggunaan internet secara positif. Senada dengan Panut Mulyono, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara juga menginginkan siapa saja khususnya anak muda untuk bisa menjadi subjek dari perkembangan digital di Indonesia.

Menkominfo mengungkapkan bahwa Kominfo akan terus mendukung dan membuka jalan bagi anak muda untuk menumbuhkan kreasi digital, tentunya dalam hal positif. Dalam paparan penutupnya, Samuel Rizal dari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) mengungkapkan bahwa penguasaan diri seorang individu akan berpengaruh pada bagaimana respon seseorang dalam menyikapi berita hoax, ujaran kebencian dan lain sebagainya.(Ari Herliyanto-KIM Kerto Mandiri Turi)