Ngaglik Turut Serta di Pekan Olahraga Kecamatan

Ngaglik – Sungguh bangga apabila masyarakat sudah menyadari pentingnya olahraga baik untuk berprestasi karena profesionalismenya atau hanya sekadar menjaga kebugaran tubu. Sebab, olahraga itu memiliki manfaat yang baik dan berguna untuk kesehatan tubuh.

Untuk itu pihak Kecamatan Ngaglik berinisiatif mengadakan PORKEC (Pekan Olah Raga tingkat Kecamatan) Ngaglik yang diikuti seluruh desa se-Kecamatan Ngaglik, antara lain Desa Sardonoharjo, Desa Sinduharjo, Desa Minomartani, Desa Donoharjo, Desa Sukoharjo, dan Desa Sariharjo pada Senin, (23/10).

Camat Ngaglik, Drs. Subagyo mengharapkan dengan diadakan PORKEC ini, dapat mencari bibit unggul cabang olahraga yang diikuti dan dipersiapkan PORKAB (Pekan Olahraga tingkat Kabupaten) dan sampai PORDA (Pekan Olahraga Daerah) DIY.

Subagyo juga mengucapkan terima kasih kepada para Kepala Desa se-Ngaglik yang telah mengirim kontingennya untuk partisipasi dalam PORKEC Ngaglik ini.

Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan, antara lain bola voli, catur, tenis meja, badminton, dan masih banyak lagi disesuaikan dengan kondisi Kecamatan Ngaglik. (Suripto)

 




Sardonoharjo Sedang Bangun Sarana dan Prasarana Transportasi

Ngaglik – Meskipun pembangunan di segala bidang sudah dijalankan secara bertahap, karena terbatasnya anggaran, maka dalam pelaksanaan pembangunan juga memakai skala prioritas karena luasnya wilayah garapan dalam membangun desa.

Kepala Desa Sardonoharjo Herjuno Wiwoho, SE menyampaikan bahwa pembangunan bidang kesejahteraan yang dilaksanakan Seksi Kesejahteraan antara lain sedang membangun bidang sarana dan prasarana transportasi khususnya pembangunan jalan, membuat talut jalan, drainase, sebagian pengerasan jalan, cor blok dan pembuatan konblok jalan.

Pembangunan ini dilaksanakan pada Minggu (22/10) di wilayah Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik. Pelaksanaanya melibatkan masyarakat dusun-dusun setempat dengan harapan masyarakat merasa memiliki atau handarbeni sehingga ikut serta memelihara sarana dan prasarana yang telah dibangun.

Pembangunan ini juga merupakan hasil kesepakatan wilayah setempat, untuk itu Kepala Dusun dan seluruh tokoh masyarakat ikut berpartisipasi dalam pembangunan ini sehingga masyarakat akan menikmati hasil pembangunan yang diperjuangkan. (Suripto)




POR KORPRI Ajang Refresh Pikiran PNS Sleman

Sleman – Banyaknya rutinitas yang ada di lingkungan kerja, belum sepenuhnya diimbangi dengan kegiatan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Oleh karena itu KORPRI Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan POR KORPRI yang merupakan kesempatan yang tepat bagi seluruh anggota KORPRI untuk sejenak merefresh pikiran serta berolah raga menggerakkan tubuh.

Hal itu disampaikanBupati Sleman dalam sambutan yang dibacakan Assekda II Dra. Suyamsih, dalam pembukaan POR KORPRI 2017, Senin, 23 Oktober 2017 di GOR Pangukan.

Dikatakan lebih lanjut kegiatan Pekan Olah Raga (POR) ini untuk memfasilitasi kegiatan olah raga bagi anggota KORPRI di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memacu serta memotivasi anggota KORPRI untuk mengoptimalisasi pengembangan potensi pegawai, dan membentuk serta meningkatkan persahabatan, persatuan, dan kesatuan pegawai. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjaring atlit yang akan mewakili KORPRI Kabupaten Sleman mengikuti POR KORPRI Daerah tahun 2017.

Pada bagian akhir sambutannya Bupati mengajak untuk manfaatkan momen kebersamaan dalam bentuk olah raga ini dengan sebaik-baiknya. Tetap jaga sportifitas dan berkompetisilah secara sehat agar hasil yang diperoleh maksimal dan tentunya silahturahmi antar anggota KORPRI tetap terjaga dengan baik.

Sementara itu menurut Suyono, SH, M. selaku Dewan Pembina KORPRI Kabupaten Sleman menyampaikan kegiatan POR KORPRI ini untuk menyemarakkan HUT KORPRI ke 46 tahun 2017.

Dalam kesempatan ini dipertandingkan olah raga prestasi yakni bulu tangkis, futsal, catur, bola voli, tenis meja, tenis lapangan dan olah raga tradisional untuk melelstarikan nilai budaya di masyarakat yakni senam balap egrang, tarik tambang, bakiak, gobag sodor, senam kreasi gemu famire.

Peserta yang ikut adalah anggota KORPRI utusan dari seluruh organisasi Perangkat Daerah dan BUMD di lingkungan Pemkab Sleman. Pelaksanaan kegiatan mulai 23 Oktober sampai dengan 1 November 2017.




Pelajari Tata Cara Perkawinan dengan Pengajian Rutin

Turi – Pengajian rutin mingguan kembali dilaksanakan pada Minggu (22/10) pukul WIB di Masjid Al Sholeh Garongan Wonokerto. Pembicara pengajian rutin dilakukan secara bergantian.

Kali ini, pengajian dipimpin oleh Ustaz Sukirman,. yang menerangkan tentang perkawinan. Ustaz Sukirman menjelaskan bahwa perkawinan harus ada pasangan laki-laki dan perempuan dan tidak diperbolehkan pernikahan antara pasangan laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan.

Sebelum melaksanakan pernikahan calon pengantin akan mengikuti pelatihan selama 2×8 jam, sehingga calon suami betul-betul memahami apa itu perkawinan.

Setelah keduanya memahami ada pesan agar wanitanya dapat menjaga suami dengan cara sebagai berikut:

  1. Melihat suami beberapa detik, tersenyum, lalu mengungkapkan apa yang baru dilakukan dan dilanjutkan dengan berdoa
  2. Misaqom nggolidho (ikatan yang kokoh) yaitu dengan perkawinan
  3. Mu’asyaroh bil ma’ruf (berhubungan secara baik)
  4. Musyawarah. Apabila dalam keluarga ada hal-hal yang tidak cocok maka perlu diselesaikan secara musyawarah.

Jika hal-hal di atas dapat dilaksanakan maka keluarga itu dapat menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah, Pegangan utama pernikahan adalah agama.

Selain itu, perlu diketahui pula bahwa karakter laki-laki dan perempuan ada 5 yaitu tanggung jawab, mawas diri, demokratis, dan fleksibel.

Pengajian ini dihadiri 70 orang, termasuk oleh Sekretaris Kecamatan Turi, Suwadi yang rutin hadir di setiap pengajian. (Suharno)




Sosialisasi Aktivitas Pokok KIM Kertomandiri Turi

Turi – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kertomandiri, Turi mengadakan pertemuan tentang tugas pokok KIM Jumat (20/10) bertempat di rumah salah satu anggtoa KIM, Widati, Bangsri lor Girikerto dan dihadiri oleh 25 anggota KIM.

Pertemuan yang dipimpin oleh Suharno ini diawali dengan membahas 6 aktivitas pokok yaitu akses informasi, diskusi, implementasi, networking, diseminasi informasi, dan aspirasi.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan kegiatan koperasi pada pukul WIB. (Suharno)