Pendaftaran Panwaslu untuk Sambut Pemilu 2019

Turi – Dalam rangka pelaksanaan Pemilu 2019 Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Kabupaten Sleman mulai tanggal 20-26 Oktober 2017 menerima pendaftaran calon Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan).

Blangko pendaftaran Panwascam dapat diambil di masing-masing Kantor Kecamatan atau di Kantor Panwaslu Kabupaten Sleman, Jalan Dr Radjiman Utara PMI Kabupaten Sleman.

Keterangan dari Anis selaku Staf Panwaslu Kabupaten Sleman, tes tertulis akan dilaksanakan pada Sabtu, 4 November 2017. Sedangkan hasil tes tertulis akan diumumkan pada Minggu, 5 November 2017.

Selanjutnya pada Selasa hingga Jumat, 7-10 November 2017 akan dilakukakan tes wawancara.

Sementara, untuk pelantikan Panwascam ini rencananya akan diadakan Senin-Rabu, 13-15 November 2017.

Hingga Selasa 24 Oktober 2017 pukul WIB, jumlah pendaftar yang sudah menyerahkan persyaratan berjumlah 39 orang. Adapun daerah yang belum ada pendaftarnya yaitu dari Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Minggir, dan Kecamatan Prambanan.

Jumlah rincian yang sudah mendaftar Panwascam sampai hari ini sebagai berikut:

  1. Kecamatan Depok 4 orang
  2. Kecamatan Ngaglik 4 orang
  3. Kecamatan Berbah 1 orang
  4. Kecamatan Kalasan 1 orang
  5. Kecamatan Cangkringan 2 orang
  6. Kecamatan Pakem 2 orang
  7. Kecamatan Turi 5 orang
  8. Kecamatan Tempel 3 orang
  9. Kecamatan Sleman 2 orang
  10. Kecamtan Gamping 3 orang
  11. Kecamatan Godean 4 orang
  12. Kecamatan Moyudan 5 orang
  13. Kecamatan Seyegan 1 orang
  14. Kecamatan Mlati 2 orang.

Demikian penjelasan dari Staf Panwaslu Kabupaten Sleman, Sunarti. (Suharno)




Sulitnya Melakukan Pemasaran Media Cetak

Gamping – Dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2017, Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyelenggarakan Lokakarya Jurnalistik, Selasa (24/10) di Lantai 2 Gedung Balai Bahasa DIY Kotabaru.

Acara yang dimulai pada pukul WIB ini menampilkan narasumber Redaktur Pelaksana Minggu Pagi Latief Noor Rochmans. Lokakarya diikuti oleh KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) Kecamatan Gamping beserta 80 orang dengan latar belakang guru, dosen, pelajar, dan mahasiswa.

Latief Noor Rochmans memaparkan bahwa membuat media cetak itu tidaklah sulit, justru yang sulit adalah bagaimana menjualnya.

Untuk membuat media cetak dipaparkan Latief perlu melakukan beberapa langkah seperti harus menentukan segmentasi, kemudian menentukan format (tabloid, koran, buletin, majalah). Selanjutnya membuat perencanaan liputan, yang meliputi apa, dimana, siapa, kapan dan bagaimana pelaksanaan liputannya (kaidahnya harus memenuhi 5W1H + save). Setelah itu, melakukan pendaftaran ke internet. Langkah lanjutannya adalah hunting berita, menulis berita, editing, dan membuat lay out serta pencetakan.

Diakui Latief langkah paling sulit dilakukan setelah media cetak jadi adalah pemasaran, baik medianya maupun menjual iklannya.

Di akhir paparan materinya Latief menyampaikan bahwa menulis adalah bakat. Selain itu, untuk dapat menulis seseorang perlu banyak membaca. (Adnan Nurtjahjo)