Cegah Diabetes dengan Pola Makan 3J

Mlati – Pemeriksaan gratis bagi para lansia kerjasama Paguyuban Lansia Wredha Mulya dengan Leons Club Yogyakarta rutin dilaksanakan setiap 4 bulan sekali. Kali ini, Desa Sinduadi Kecamatan Mlati mendapat giliran untuk menjadi tempat pelaksanaan pemeriksaan gratis lansia pada Sabtu (7/10).

Ketua Paguyuban Wredha Mulya, Atika Paku Alam X dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Leons Club Indonesia Puspita Mataram atas kerja samanya dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya pemeriksaan diabetes. Kegiatan ini diberi tema Ayo Indonesia Lawan Diabetes, Edukasi Pengaturan Pola Makan 3J.

Lusia Indah, Ahli Gizi dari Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta menyampaikan bahwa pemenuhan gizi agar tidak terkena diabetes adalah dengan pola makan sistem 3J, yakni jumlah, jenis, dan jadwal.  Dengan menerapkan sistem pola makan 3J, kondisi badan akan terhindar dari diabetes.

Kegiatan ini rata-rata dihadiri oleh 130 orang lansia dengan tempat yang berpindah pindah. Untuk bulan depan rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Gunung Kidul. (Suripto)




Sukoharjo Berikan Inovasi Pelayanan Prima

Ngaglik – Memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan sesuai sasaran menjadi harapan dan tumpuan masyarakat era sekarang ini. Hal inilah yang dilakukan Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto, pada Jumat (6/10).

Setiap ada kematian warga di Desa Sukoharjo, Hadi hadir memberikan kata sambutan sekaligus memberikan Akta Kematian atau Surat Keterangan Kematian secara langsung sehingga keluarga tidak perlu ngurus sendiri

Inisiatif Kepala Desa Sukoharjo membuatkan akta secara cepat dan diserahkan secara langsung kepada ahli waris, merupakan terobosan pelayanan prima dan juga bentuk transparansi anggaran Desa Sukoharjo.

Siapapun yang berkunjung di Balai Desa Sukoharjo akan dapat melihat langsung anggaran desa, baik jumlah dana maupun kegiatannya secara lengkap termasuk kegiatan pelayanan prima yang lain. Hal ini sangat didukung seluruh perangkat dukuh, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang ada di Desa Sukoharjo. (Suripto)




Karang Taruna Sardonoharjo Bantu Sesama

Ngaglik – Mendengar kata sejuk pasti tergambar di benak kita bahwa ada rasa tentram dan nyaman. Ternyata Sejuk memiliki arti lain bagi pemuda-pemudi Desa Sardonoharjo yang tergabung dalam Karang Taruna.

Sejuk adalah singkatan dari Sedekah Jumat Karang Taruna Sardonoharjo. Ini merupakan kreativitas anak muda yang perlu diacungi jempol karena telah melakukan pengumpulan dana masyarakat yang mampu dan mau membantu sesama, serta menjadi donatur untuk sesama.

Selama satu pekan dari Jumat (29/9) hingga Jumat (6/10) berikutnya sudah terkumpul sebesar Rp ,00. Dana tersebut diubah dalam 15 paket sembako yang kemudian disalurkan bagi yang berhak menerima. Para penerima sebelumnya telah diseleksi secara ketat oleh tim karang taruna dengan mendata sesuai kriteria yang ditentukan.

Tim sejuk dan anggotanya mengucapkan terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk amal jariah. Pada kesempatan itu, Zaenal selaku penggagas kegiatan ini mengharapkan kegiatan seperti ini akan terus dilakukan dan memohon partisipasi masyarakat sehingga kepedulian ini menjadi gerakan peduli sesama. (Suripto)




Boneka Lukis Berbahan Kayu Lereng Merapi

Sleman – Sejak tahun 2002, Ahmad Barokah telah menggeluti seni kerajinan boneka kayu lukis. Boneka kayu handmade produksinya mengangkat tema tradisi jawa, seperti wayang yang dipadukan dengan motif modern, misalnya motif bunga, alam, bahkan motif kesebelasan sepak bola.

Mengusung nama Gangsar Barokah Art & Craft, Ahmad ditemani 9 karyawannya, memanfaatkan kayu-kayu dari sekitaran lereng Merapi untuk diubah menjadi karya seni bernilai.

“Kayu Mahoni, Kayu Wadang, kadang ada Jati juga tapi sedikit,” ujar pria berusia 45 tahun ini.

Ahmad menuturkan untuk memproduksi satu buah boneka, kayu harus melewati proses yang cukup panjang.

“Digergaji lalu dibentuk pakai mesin bubut, dioven, diamplas, didempul untuk menutup pori-pori kayu, diamplas lagi baru dilukis kemudian finishing,” jelas Ahmad.

Meski proses terbilang cukup panjang Ahmad mengungkap dengan bantuan seluruh karyawannya, ia bisa menghasilkan 150-200 boneka dengan ukuran kecil setiap minggunya. Sementara itu, setiap bulannya ia memerlukan tiga kubik kayu agar jadi 600 buah boneka per bulannya.

Untuk boneka kecil, Ahmad mematok harga 30 ribu hingga 50 ribu per buahnya. Para pembeli boleh langsung memilih boneka yang sudah jadi ataupun memesan dengan desain sendiri.

Tak perlu khawatir boneka pesanan jadi lebih lama karena Ahmad mengakui bahwa proses pembuatan boneka akan diprioritaskan bagi para pemesan.

“Jadi kalau tidak ada pemesanan kita juga ada inovasi desain baru, yang penting prioritas pertama kita harus menangani pesanan dulu,” terang lelaki yang tinggal di Dusun Ngipiksari Kaliurang Selatan, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Kamis (4/10).

Selain melalui pemesanan, Ahmad mengatakan bahwa ia memasarkan produknya melalui para pengusaha yang kulak dari produk boneka kayu buatannya. Jadi, ia tak perlu repot memasarkan sendiri produknya.

“Jadi ini tempat untuk kulakan kemudian mereka jual sendiri sendiri. Kadang ada desain dari mereka juga, ada desain yang dari kami. Jadi mereka penjualannya menggunakan bendera mereka sendiri-sendiri kita hanya urusan dapur, hanya tempat kulakan,” tambah Ahmad.

Produk buatannya ini sudah tersebar hampir ke seluruh kota-kota besar di Indonesia.

“Selain ke Jakarta, ke Bali juga, di kota-kota besar,” kata Ahmad.

Meski demikian, ia masih menghadapi beberapa kendala, terutama pada pencarian tenaga kerja yang mumpuni.

“Itu paling sulit mencari tenaga kerja, jadi dari sektor lain sama-sama berjuang. Dari sektor kerajinan, sektor pariwisata, itu programnya sama, mencari tenaga kerja sama-sama semakin sulit,” ungkap Ahmad.

Padahal menurutnya, ia bersedia memberikan pelatihan bagi tenaga kerja yang mau bergabung.  Selain tenaga kerja, Ahmad juga terkendala masalah daya beli masyarakat yang menurun.

“Waktu setelah kenaikan bbm itu drop sekali, hingga saat ini,” tutur Ahmad.

Karenanya, Ahmad selalu berupaya untuk melakukan inovasi pada desain sehingga desainnya dapat selalu memenuhi permintaan pasar.

“Kita kembali ke desain, desainnya itu kita berusaha untuk inovasi terus, memperbaiki terus yang bisa diterima pasaran,” imbuhnya.




Diskominfo Sleman Beri Pelatihan Konten Media Digital

Foto Bimbingan Teknis Oleh Agas

Sleman – Komunikasi dan informasi, merupakan dua hal berkaitan yang sangat diperlukan di era globalisasi. Mengetahui bagaimana cara mengemas keduanya dengan menarik tentu menjadi sangat penting.

Dengan latar belakang tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman menyelenggarakan bimbingan teknis Konten Media Digital, di Ruang Aula Lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (4/10).

Bimbingan teknis ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari seluruh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Sleman, perwakilan dari karang taruna dan juga seluruh admin website OPD Kabupaten Sleman.

Ditemui saat pembukaan bimbingan teknis, Kepala Diskominfo Sleman Intriati Yudatiningsih mengatakan, bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas diri para penggiat informasi. Hal ini sangat penting untuk mendukung Sleman menuju smart regency.

“Dinas Kominfo menyelenggarakan kegiatan bimtek yang diikuti oleh Kelompok Informasi Masyarakat yang terdiri dari anak anak muda KIM, juga dari karang taruna. Selain itu dari OPD, agar para penggiat informasi tersebut bisa secara bijak dalam mengemas informasi sehingga menarik bagi yang melihat nanti,” kata Intri.

Intri menekankan bahwa  zaman yang terus berkembang jelas menuntut adanya inovasi dari segi pengemasan komunikasi dan informasi. Oleh karena itu, bimbingan teknis ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas para peserta dalam  pengemasan informasi yang diberikan kepada masyarakat.

Sehingga informasi yang dimaksud atau informasi yang disampaikan tepat dan makna dari informasi itu bisa benar-benar bisa dipahami si penerima informasi.

Materi yang disampaikan dalam bimbingan teknis ini meliputi tiga tema, yakni Strategi Pengelolaan Konten Media Digital oleh Arif Lukman Hakim, Pemanfaatan Infografik sebagai Media Komunikasi oleh Wing Wahyu Winarno, dan Dasar-Dasar Fotografi Digital oleh Wahyu .

Tiga topik yang disampaikan oleh tiga narasumber berbeda ini, ternyata sangat menarik minat para peserta. Salah satu peserta bimbingan teknis, dari KIM Ngemplak, Bibit Widayoko menuturkan bahwa motivasinya untuk mengikuti bimbingan teknis ini sangat tinggi. Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas diri para peserta.

“Baik yang muda maupun yang tua, sangat butuh acara seperti ini untuk me-upgrade otak kita yang mungkin masih di level bawah sekarang dipancing ke level atas,” ucap Bibit.

Bibit menambahkan peningkatan kapasitas diri di sini dikhususkan pada segi teknologi. Karena, menurutnya ini salah satu upaya dari Kelompok Informasi Masyarakat untuk mendukung Sleman Smartcity.

Ke depannya, lelaki yang juga aktif di Karang Taruna Wedomartani Ngemplak ini berkomitmen akan menularkan ilmu yang didapatnya ke anggota KIM dan karang taruna lainnya.

“Pasti akan kami gulirkan juga teknologi-teknologi seperti ini. Bahkan mungkin kami akan merangkul Kominfo untuk turun ke radio komunitas kami,” tambah Bibit, dan berharap akan adanya bimbingan teknis lanjutan guna memperdalam  pengetahuannya terkait konten media digital.