Seni Tradisi, Aspek Penting Gali Potensi

Gamping – GKR Hemas didampingi GKR Mangkubumi melakukan sosialisasi lembaga DPD RI dan penyerapan aspirasi masyarakat, Sabtu (4/11) pukul WIB di Dusun Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman.

Para undangan yang hadir, antara lain Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Eko Suryo Maharsono, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta, Camat Gamping, Abu Bakar, Kapolsek Gamping, Kompol Herwinedi, Wadanramil 17/Gamping Kapten Chb. Suwardi, Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono, Dukuh Salakan, Suyana, beserta tokoh masyarakat Padukuhan Salakan.

Masyarakat sangat antusias menyambut kehadiran anggota DPD RI perwakilan DIY ini. Terbukti dengan adanya Bregada Kyai Surengpati dan pemasangan spanduk selamat datang beserta umbul-umbul di sepanjang jalan masuk padukuhan.

Dari gapura utama Salakan GKR Hemas menaiki kereta kuda menuju Masjid Al Mukharom. Dilanjutkan penyerapan aspirasi atau sambung aspirasi oleh GKR Hemas didampingi para kepala dinas terkait.

Menurut GKR Hemas, sektor pertanian perlu digarap secara maksimal dan budaya adiluhung melalui seni tradisi menjadi aspek penting untuk menggali potensi di Dusun Salakan sehingga tercipta masyarakat yang mandiri dan berbudaya.

Pada kesempatan ini juga, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, meresmikan talud Sungai Bedog di Keditan Rt 01 Rw 26 Trihanggo.

Di akhir perbincangan GKR Hemas menyampaikan bahwa diperlukan sinergi antara masyarakat dengan pemerintah DIY dan Kabupaten Sleman agar masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berbudaya benar-benar dapat terwujud. (Adnan Nurtjahjo)




Monolit Yogyakarta, Gunung Gamping dari Kesultanan Menuju Konservasi

Gamping – Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Yogyakarta mengadakan kegiatan Bedah Buku Monolit Yogyakarta Sabtu (4/11) pukul WIB di Petilasan Gunung Gamping Tlogo Ambarketawang.

Sebagai narasumber yaitu Didit dan Miranda Harlan dari BKSDA. Acara ini dihadiri Kepala BKSDA Yogyakarta Ir. Junita Parjanti, para pegiat sejarah, serta masyarakat umum termasuk KIM Kecamatan Gamping.

Potensi sejarah dimiliki Cagar Alam (CA)/Taman Wisata Alam (TWA) Batu Gamping karena lokasinya berdekatan dengan situs Petilasan Kraton Ambarketawang sebagai tempat “mesanggrah” Sultan Hamengku Buwono I selama pembangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, pasca Perjanjian Giyanti tahun 1755.

Begitu juga sumbangsih kapur dari Gunung Gamping dalam pembangunan Keraton Yogyakarta dan berbagai bangunan sejarah lainnya. Selain itu, tidak dapat dimungkiri bahwa peranan kapur dari Gunung Gamping sebagai pemurni dalam proses produksi gula pada masa itu turut berpengaruh terhadap kejayaan perekonomian di Yogyakarta.

Peranan CA/TWA Batu Gamping sangat melekat dan mengejawantah dalam budaya masyarakat melalui tradisi bekakak yang diselenggarakan setiap bulan sapar, di mana puncak acara yakni penyembelihan boneka pengantin (bekakak) dilaksanakan di Altar Cagar Alam Batu Gamping. Upacara adat ini, serta berbagai ritual dan mitos yang mengiringinya menjadi daya tarik tersendiri untuk mengunjungi CA/TWA Batu Gamping.

Sebagai warisan geologi, bongkahan batu kapur setinggi kurang lebih 10 meter tersebut merupakan monumen geologi yang menggambarkan jejak biota awal pulau Jawa. Sehingga CA Batu Gamping merupakan rekaman sejarah lingkungan sebagian awal 40 juta tahun lalu, yang patut dilestarikan.

Buku Monolit Yogyakarta ini juga berisi gambaran sejarah dan budaya Gunung Gamping, yang diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat untuk berkunjung dan belajar lebih banyak dari warisan alam yang sangat berharga ini dapat meningkat. (Adnan Nurtjahjo)




Cintai Satwa Karena Satwa Punya Hak yang Sama

Gamping – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta menyelenggarakan Festival Satwa Hasil Penangkaran, Sabtu (4/11) pukul WIB di Pendopo Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Gamping.

Hadir dalam acara ini, Kepala Balai BKSDA Yogyakarta Ir. Junita Parjanti, Kepala Kantor PPPEJ diwakili Dr. Dwi Widiastuti, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kepala Desa Ambarketawang, Sumaryanto, Babinsa Ambarketawang, Sumardjo, dan perangkat desa.

Dalam sambutannya, Kepala BKSDA menyampaikan festival tahun ini mengangkat tema ‘Melaraskan Konservasi dan Budaya’. Masyarakat diharapkan senantiasa mencintai satwa dan lingkungannya, salah satunya Gelatik Jawa karena satwa juga mempunyai hak yang sama dengan makhluk lainnya.

Gelatik Jawa adalah burung monomorfik, artinya sulit dibedakan antara burung jantan dan burung betina. Meski bisa bersarang di berbagai jenis habitat, bukan berarti jumlah Gelatik Jawa di alam banyak. Kecantikan dan nyanyian merdu Gelatik Jawa membuat masyarakat banyak yang menangkap Gelatik Jawa menggunakan jaring dan pulut (perekat) yang dipasang di dekat tempat bertengger.

Melihat kondisi ini BKSDA terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi penangkapan terhadap Gelatik Jawa di alam. (Adnan Nurtjahjo)




Panwaslu Bantu Pemerintah Sukseskan Pemilu

Turi – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman telah menyelenggarakan tes tertulis bagi calon Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan se-Kabupaten Sleman pada Sabtu (04/11) di Gedung Asrama Haji, Jalan Ring Road Utara.

Menurut keterangan Ketua Panwaslu Kabupaten Sleman, Ibnu Darpito, jumlah peserta yang mengikuti tes tertulis ada 171 peserta, akan tetapi yang datang 164 peserta. Ditambahkan Ibnu, para peserta yang lulus dari tes tertulis ini nantinya akan mengikuti tes wawancara.

Sebelum tes dimulai oleh Ketua Bawaslu Propinsi DIY, Bagus Sarwono diserahkan naskah soal dan lembar jawab sejumlah 171 lembar yang disaksikan perwakilan peserta, Suharno dari Kecamatan Turi.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Bawaslu Propinsi DIY, yang mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dan panitia untuk mensukseskan pemerintah dalam menyelenggarakan Pemilu 2019.

Bagus juga menuturkan rasa syukurnya karena dalam penyelenggaraan tes tertulis ini tidak bersamaan dengan Pilkada sehingga dapat dengan fokus melaksanakan tugas. Bagus pun menggarisbawahi mengenai pembuatan naskah soal yang menjadi domain Bawaslu Provinsi dengan kerahasiaan yang terjamin.

Tak lupa, Bagus juga menghimbau kepada para peserta tes agar mengerjakan soal dengan cermat dan jujur. (Suharno)