Peran Aktif Disabilitas Sesuai Keahlian

Depok – Jumat (10/11) pukul WIB, digelar Rapat Pengurus PPDI Kecamatan Depok dan para pendamping disabilitas di Ruang Rapat PKK Kantor Camat Depok.

Hadir dalam rapat tersebut, Ketua PPDI Kabupaten Sleman, Aly dan Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat, Trijoko Saptono.

Isi sambutan Camat Depok yang disampaikan oleh Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Kecamatan Depok, agar para warga disabilitas ikut berperan aktif dalam masyarakat dengan mempersembahkan keahlian dan bakatnya masing-masing.

Pada prinsipnya, warga difabel tidak minta dikasihani tapi minta hak-haknya dihormati dalam berbagai kesempatan, mengamalkan ilmunya, dan memprogramkan pendataan secara teliti. Dengan cara bagi warga disabilitas mengumpulkan fotocopy KK dan KTP bagi yang dewasa sementara untuk anak-anak fotocopy Akte Kelahiran. (Sudiyono)




Ngemplak Gelar Acara Sebagai Wujud Syukur

Ngemplak – Wayangan semalam suntuk dengan lakon Banyu Suci Perwitosari dan dalang Ki Soewondo Hadi Prayitno dari Bantul sebagai penutupan rangkaian merti desa dan gelar potensi desa di Desa Wedomartani, Ngemplak, digelar Jumat (10/11) di Balai Desa Wedomartani, Ngemplak.

Genap satu minggu acara merti desa ini berlangsung, berbagai acara dari kirab budaya, gunungan dengan gerobag, festival dolanan anak, badui, rodad, jathilan, wayang wong, kethoprak, kroncong, pasar malam, hingga pameran potensi warga sudah digelar mulai 4-10 November 2017.

Acara ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada pemerintah desa dan seluruh warga Wedomartani. Hal ini disampaikan oleh Ketua Desa Budaya Wedomartani, Mujiburohman.

Rangkaian acara yang sebelumnya dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun ini merupakan agenda Pemerintah Desa Wedomartani, Ngemplak yang sedianya akan dijadikan agenda tahunan. (Bibit Babe)




Gamping Peringati Hari Lahir Kasultanan Yogyakarta

Gamping – Jumat (10/11) pukul WIB berlangsung peringatan hari bersejarah Kasultanan Yogyakarta di Taman Wisata Alam Gunung Gamping Ambarketawang. Acara yang diprakarsai oleh Dinas Kebudayaan DIY ini dimeriahkan dengan parade Bregada Rakyat Wiromartani Gamping Lor, Bregada Wiramanggala Mejing Lor, dan Bregada Pesanggrahan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono, menyampaikan bahwa di Gunung Gamping Ambarketawang inilah Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwana (HB) I bermukim selama setahun tepatnya dari 6 November 1755 sampai 7 Oktober 1756, sembari membangun Keraton Yogyakarta di Hutan Beringan, Desa Pacethokan, pada tilas Pesanggrahan Ayogya.

Sebuah versi legenda menceritakan Gunung Gamping sebagai tempat pertapaan sultan, di mana sultan mendapat penglihatan yang kemudian menuntunnya untuk membangun Keraton Yogyakarta dan dengan kapur dari Gunung Gamping ini pula Sultan HB I mendirikan Keraton Yogyakarta.

Karena peristiwa tersebutlah maka 10 November diperingati sebagai hari lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Adapun para undangan yang hadir antara lain Camat Gamping, Abu Bakar, Kapolsek Gamping, Kompol Herwinedi, Sekretaris Camat Gamping, Rasyid Ratnadi, dan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan ini, Ketua Penyelenggara Hari Peringatan Kasultanan Yogyakarta, Widihasto Wasono Putro mengabarkan kegiatan ini dimeriahkan dengan hiburan kesenian rakyat seperti Reog Gamping Kidul, Jathilan Kudopranesa Gamping Tengah, Tari Sesonderan, Tari Sintren dari Sanggar Puspito Sari Guyangan, serta Tari Angguk khas Kulonprogo.

Tampil juga pertunjukan dari dosen ISI GangSadewa, grup musik pimpinan Memet Chairul Slamet yang memadukan pertunjukan sastra baca puisi, melagukan puisi, dan tarian. Ketiganya menyatu diwarnai iringan musik kontemporer. Tak kalah uniknya yaitu penampilan wayang hip hop perpaduan antara pertunjukan wayang dan musik hip hop dengan lirik-lirik bahasa Jawa. (Adnan Nurtjahjo)