Gedung Dakwah Sebagai Sentral Kegiatan Umat

Gamping – Minggu (26/11) pukul WIB, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, meresmikan Gedung Dakwah Nogotirto di Dusun Jangkang Desa Nogotirto, Gamping. Peresmian gedung milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Nogotirto ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.

Para undangan yang hadir, antara lain tokoh Muhammadiyah dan juga ulama yang menjunjung tinggi nilai toleransi, Ahmad Syafii Maarif, Camat Gamping, Abu Bakar, Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Kepala Desa Nogotirto Faizin, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para jemaah Muhammadiyah Ranting Nogotirto.

Menurut Ketua PRM Nogotirto, Heru Prasetya, dalam sambutannya, peresmian yang sekaligus menyemarakkan hari jadi ke-105 organisasi massa Islam yang didirikan K.H. Ahmad Dahlan tahun 1912 ini mengambil tema “Untuk Masyarakat yang Berkemajuan”. Gedung dakwah ini dimanfaatkan untuk melanjutkan cita-cita K.H. Ahmad Dahlan dalam memajukan masyarakat sekitar dan menjadi sentral kegiatan umat baik dalam hal kehidupan beragama, kesehatan, pendidikan, ekonomi dan hubungan sosial kemasyarakatan.

Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Muhammadiyah beserta organisasi otonomnya, yakni Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah adalah mengadakan kajian dengan tema aktual, layanan pemeriksaan kesehatan, pelatihan perawatan jenazah, pasar ramadhan yang diikuti pelaku ekonomi dari masyarakat setempat, dan pemberian tunjangan kepada siswa-siswi yatim.

Selanjutnya Ketua PRM Nogotirto memberitahukan bahwa Gedung dua lantai ini didirikan di atas tanah wakaf almarhum Trisno Pawiro seluas 123 m2. Pembangunan dimulai pada tanggal 3 Juni 2016 menelan biaya kurang lebih Rp 373 juta yang berasal dari swadaya jemaah. Sementara itu, bantuan masyarakat berupa uang tunai dan material bangunan, seperti genteng, pasir, semen, granit. Donasi juga diberikan oleh amal usaha Muhammadiyah, yaitu Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Aisyiyah, dan CV. Qumiirato.

Peresmian gedung diakhiri dengan peninjauan ke seluruh ruangan yang ada. (Adnan Nurtjahjo)




Mahasiswa Belajar Budidaya Salak di Turi

Turi – Sabtu (25/11), Mahasiswa D3 Program Studi Agrobisnis dan Perencanaan Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto mengadakan kunjungan ilmiah ke Candi Bangunkerto, Turi, Sleman, tepatnya di Griya Olah Salak Puri Sada, anggota KIM UMKM Kertomandiri.          

Kunjungan mahasiswa ini didampingi oleh 4 dosen pembimbing. Menurut penjelasan Koordinator Dosen Pembimbing, Indah Widyarini, jumlah mahasiswa yang ikut ada 70.

Dijelaskan lebih lanjut, dalam kunjungan ini, mahasiswa Jurusan Agrobisnis diharapkan dapat mempelajari pengelolaan hasil salak dari hulu sampai hilir sehingga mahasiswa tidak hanya menerima teori di kampus tetapi mereka betul-betul dapat belajar budidaya serta olahannya melalui studi lapangan.

Indah menyampaikan, alasan memilih lokasi di Turi karena Turi merupakan penghasil salak pondoh. Selain itu, salak pondoh di Turi tidak hanya dijual buahnya akan tetapi warga Turi juga sudah mengolah salak menjadi macam-macam olahan. “Inilah yang menjadikan mahasiswa kami bisa mendapatkan gambaran bagaimana cara berbisnis, dapat ilmu cara budidaya tanaman salak, mengetahui jenis salak, cara perawatannya, juga tentang pengembangan salak pondoh yang sudah menjadi ikon di Kabupaten Sleman,” kata Indah.

Agar mahasiswa dapat lebih mengetahui proses budidaya salak, mahasiswa diajak terjun langsung menuju ke kebun salak di Agrowisata.

Setelah dari kebun, mahasiswa menuju ke Griya Olah Salak Puri Sada, yang menerangkan secara detail tentang olahan salak juga tentang kerajinan. (Suharno)




Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia Gamping

Gamping – Jumat (24/11) pukul WIB bertempat di Balai Desa Ambarketawang berlangsung pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Gamping periode tahun 2017-2022. Pengukuhan dilakukan oleh pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sleman, Busyro Al-Karim.

Dalam kesempatan ini hadir pula, Camat Gamping, Abu Bakar, Sekretaris Camat Gamping Rasyid Ratnadi, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Gamping, Kartinah Eko Herawati, Kepala KUA Gamping, Zainudin, Babinsa Pelda, Sumarjo, dan aparat Polsek Gamping, beserta para undangan serta 22 orang pengurus terpilih.

Adapun Surat Keputusan pengangkatan berdasarkan hasil musyawarah cabang MUI Kecamatan Gamping tanggal 24 November 2017 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Sleman, Ma’mun Muhamad Mura’i dan Sekretaris Umum, Sukirman.

Kepengurusan yang baru ini mempunyai beberapa program kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing antara lain Komisi Ukhuwah dan Kerukunan Bangsa yaitu mengadakan silaturahim antar ulama dan tokoh masyarakat, mensosialisasikan fatwa MUI di atasnya, pendataan ulama, dan temu ulama se-Kecamatan Gamping, dan sosialisasi penyembelihan secara syar’i.

Komisi Dakwah dan Pendidikan yaitu pendataan dai/daiyah, pondok pesantren, dan masjid/mushola se-Kecamatan Gamping. Komisi Fatwa dan Hukum yaitu mengadakan Bahtsul Matsail permasalahan agama yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, seperti konflik intern dan antar umat beragama serta pemerintah.

Di akhir acara, Ketua Dewan Pengurus Harian MUI Kecamatan Gamping menyampaikan misi terciptanya kondisi kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan yang baik, memeroleh ridho dan ampunan Allah SWT menuju masyarakat berkualitas demi terwujudnya kejayaan Islam dan kaum muslimin dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai manifestasi dari rahmat bagi seluruh alam. (Adnan Nurtjahjo)




Film Sebagai Wahana Komunikasi Antarbudaya dan Pembangun Karakter Bangsa

Turi – Dinas Kebudayaan Sleman mengadakan Sarasehan Film tahun 2017, Rabu (22/11) mulai pukul WIB di Dalem Notoraharjan. Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Aji Wulantoro, yang secara langsung membuka acara tersebut.

Acara ini juga diikuti oleh Ketua Desa Budaya se-Kabupaten Sleman, pendamping desa budaya, dan perwakilan kecamatan di desa budaya tersebut. Sedangkan sebagai pembicara, Lilik Kustanto (ISI Yogyakarta), Lucia Ratnaningdyah Setyowati (ISI Yogyakarta), Suwatno Pringgowidakdo (UNY), dan Marzuki (UNY).

Dalam sambutanya, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman berharap melalui sarasehan ini, semua pengiat dan pelaku budaya bisa selalu menjaga dan menjunjung tinggi budaya yang ada di daerah masing masing. Aji juga merasa prihatin dengan film saat ini yang tidak mengangkat budaya yang ada di Indonesia.

“Sangat sedikit film yang melibatkan ragam budaya di Indonesia, sebagai contoh film yang mengangkat kebudayaan kita yaitu, Laskar Pelangi yang dalam naratifnya mengandung kebudayaan,” tutur Aji.

Film-film dengan budaya Indonesia ini diungkapkan Aji sebenarnya bisa membendung budaya asing yang sangat mudah dan cepat masuk ke Indonesia.

Dalam kesempatan ini, juga dikenalkan cara mebuat narasi dan cara menilai sebuah film. Ke depannya setiap desa budaya diharapkan bisa membuat film budaya yang memuat karakter kebudayaan dan adat-istiadat setempat untuk pembelajaran anak-anak sekolah sehingga kebudayaan Indonesia tidak punah. (Harman)




Satyalancana Karya Satya Tanda Kehormatan Bagi PNS Sleman

Sleman – Sebanyak 250 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Kabupaten Sleman mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya. Pemberian tanda kehormatan tersebut diberikan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman pada Kamis (23/11).

Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan penghargaan ini diberikan kepada PNS yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Sleman kepada PNS yang selalu mengedepankan prinsip-prinsip kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran dan kedisiplinan.

“Perlu disadari bahwa untuk memperoleh Tanda Penghormatan itu, seorang PNS harus melalui tahapan-tahapan, diantaranya tahap 10 tahun, tahap 20 tahun, dan 30 tahun. Mereka mendapatkan penghargaan selama melaksanakan tugas kurun waktu itu dengan baik, tidak ada cacatnya, dan tidak ada hal-hal yang membuat penilaian itu menjadi jelek,” tambah Sri Purnomo.

Melalui pemberian penghargaan ini, Sri Purnomo berharap para PNS terus meningkat kualitas diri dalam berbagai aspek kehidupan. Sehingga, lanjutnya, PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman mampu melayani masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman dieranya.

“Pemberian penghargaan tidak berarti sebuah puncak didalam pengabdian. Namun harus diletakkan sebagai sebuah pemacu untuk terus maju dengan sebuah tekad agar hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik lagi dari hari ini,” paparnya.

Pada tahun ini disampaikan Tanda Kehormatan bagi 250 orang PNS, dengan perincian 125 orang Tanda Kehormatan 30 tahun dan 122 orang Tanda Kehormatan 20 tahun dan 3 orang Tanda Kehormatan 10 tahun.

Penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa terima kasih yang mendalam dari Pemerintah Kabupaten Sleman kepada Pegawai Negeri Sipil yang telah mengabdi kepada Negara dan Pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Sleman.