Giri Festival, Kesempatan Girikerto Promosikan Pariwisata

Turi – Dalam rangka Hari Jadi Desa Girikerto, Pemerintah Desa Girikerto bekerja sama dengan pengurus desa budaya, karang taruna, dan masyarakat mengadakan acara Giri Festival setiap tahunnya.

Adapun tujuan Giri Festival adalah untuk memupuk dan melestarikan kebudayaan serta tradisi turun temurun yang hingga sekarang masih dilakukan oleh masyarakat di Desa Girikerto. Pun, untuk mempromosikan dan memasarkan berbagai macam produk UMKM dan pariwisata Desa Girikerto.

Giri Festival dimulai dari Kamis (16/11) sampai Minggu (19/11) bertempat di Gedung Serbaguna Desa Girikerto. Pada pembukaannya dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantoro, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih, Camat Turi, Siti Angraeni Susila Prapti, Kapolsek Turi AKBP, Rusdianto, Danramil Turi CPL, Dariswan, Perangkat Desa Girikerto, karang taruna, pengurus Desa Budaya Girikerto, dan masyarakat.

Bermacam-macam acara digelar, antara lain pentas kesenian. ketoprak, wayang kulit, kobro, jathilan, campursari, karawitan, dan lain-lain. Selain itu, dijual juga berbagai produk dari UMKM seperti kerajinan dari sampah, susu kambing etawa, tanaman hias, berbagai macam produk olahan dari salak, dan lain sebagainya.

Puncak acara yang sedianya berlangsung Minggu (19/11) akan ditutup dengan Upacara Adat Ngrowot. (Harman)




Sleman Raih Penghargaan dalam Gerakan Menuju 100 Smart City 2017

Sleman – Sebanyak 24 kota/kabupaten yang terpilih di tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City telah berhasil menyusun masterplan pengembangan smart city yang berisi berbagai program masing-masing daerah sampai 10 tahun ke depan dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi. Selain masterplan, setiap daerah diwajibkan pula membuat program quickwin yang dapat segera dirasakan manfaatnya baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah. Quick win bisa menjadi gambaran bagi masyarakat mengenai efektivitas program smart city.

Sebagai bentuk apresiasi kepada 24 kota/kabupaten yang telah menyelesaikan tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City ini, pemerintah pusat menyelenggarakan acara Penutupan Tahap Pertama Gerakan Menuju 100 Smart City, Rabu (15/11) di Hotel Santika, Jakarta. Dalam penutupan ini, para pemimpin daerah termasuk Bupati Sleman mempresentasikan masterplan dan quick win yang sebelumnya telah disusun.

Dalam acara Penutupan Tahap Pertama Gerakan Menuju 100 Smart City ini, terdapat rangkaian acara lain, yakni pemberian penghargaan kepada 24 pemimpin kota/kabupaten yang telah menunjukkan komitmen untuk mendukung Gerakan Menuju 100 Smart City, termasuk kepada Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan bahwa program smart city ini merupakan program jangka panjang sehingga dibutuhkan komitmen dan konsistensi dari pemerintah daerah dalam mengawal program-program yang sudah disusun.

“Program-program yang sudah kita laksanakan harus kita laksanakan terus. Dari tahun ke tahun kita kan sudah punya perencanaan yang tertuang dalam RPJMD, kita harus konsisten untuk melaksanakan. Kalau perlu nanti ditambahin di sana-sini supaya lebih baik lagi,” ungkap Sri.

Seperti diketahui, di tahun 2017 ini, Sleman telah merampungkan 5 quick win, yakni Satu Data UMKM, Smart Room, Lapor Sleman, Rumah Kreatif Sleman, dan Sleman Creative Space. Selain quick win ini, Kabupaten Sleman juga telah berhasil menyelesaikan masterplan pengembangan smart city.

Lebih lanjut, Sri Purnomo menyampaikan bahwa sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman, masterplan pengembangan smart city ini akan ditetapkan dalam peraturan bupati. Dengan program smart city ini, Sri berharap pelayanan kepada masyarakat akan lebih inovatif, cepat, terukur, dan mudah.

“Makanya setiap OPD kan diminta untuk mengirimkan program-program kreatifnya apa, program-program inovatifnya apa, kemudian program-program terkait smart citynya apa. Ini kita dorong semuanya,” kata Sri Purnomo.

Gerakan Menuju 100 Smart City sendiri, dituturkan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, merupakan program bersama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kantor Staf Kepresidenan, yang bertujuan membimbing pemerintah kota/kabupaten dalam menyusun smart city masterplan.

Rudiantara menyampaikan, dengan gerakan ini pemerintah kota/kabupaten diharapkan dapat lebih maksimal dalam memanfaatkan teknologi baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun dalam mengakselerasi potensi yang ada di masing-masing daerah.

“Smart city bukan hanya soal teknologi tetapi bagaimana membuat cara baru untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” ungkap Rudiantara.

Rudiantara menambahkan, untuk memilih 24 kota/kabupaten di tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City, pemerintah pusat memperhitungkan berbagai parameter, salah satunya Kemampuan Keuangan Daerah (KKD).

“Liat dulu ruang fiskalnya, PADnya berapa, bedah APBDnya, itu sustainable atau tidak,” tutur Rudiantara.

Menteri Kominfo ini menegaskan bahwa tanpa ruang fiskal yang berkelanjutan, smart city tidak akan berjalan mulus. Karenanya, tugas pemerintah adalah membuat ruang fiskal tersebut berkelanjutan.

Selain KKD, parameter lain yang dimasukan pemerintah adalah Daftar Kota/Kabupaten Berkinerja Tinggi, Indeks Kota Berkelanjutan, Indeks Kota Hijau, Dimensi Pembangunan Sektor Unggulan, Dimensi Pembangunan Pemerataan dan Kewilayahan, serta Nawa Cita agar program ini merata di seluruh Indonesia.




Merti Desa Prosesi Membersihkan Diri Lahir dan Batin

Turi – Untuk menandai puncak acara Wonokerto Expo 2017, dilaksanakanlah Upacara Adat Merti Desa Wonokerto, Minggu (12/11). Acara ini dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Turi dan Camat Turi, Siti Anggraeni Susilaprapti.

Upacara Adat Merti Desa Wonokerto diawali dengan arak-arakan gunungan dari masing masing padukuhan di wilayah Wonokerto. Gunungan ini diarak mengelilingi Desa Wonokerto.

Para peserta arak-arakan memakai berbagai macam kostum, seperti kostum daerah dan kostum rakyat untuk memikat masyarakat umum. Hal ini menambah semarak dan menarik prosesi arak-arakan.

Arak-arakan dimulai dari Lapangan Puntuk melewati beberapa dusun di wilayah Desa Wonokerto dan berakhir di halaman Desa Wonokerto yang merupakan tempat prosesi upacara adat. Tumpeng dan gunungan yang diarak mengelilingi dusun di wilayah Desa Wonokerto diserahkan oleh perwakilan peserta arak-arakan kepada Kepala Desa Wonokerto.

Dalam sambutannya Kepala Desa Wonokerto, Tomon Haryowirosobo memaparkan bahwa dengan kegiatan merti desa dalam rangkaian acara Wonokerto Expo ini, seluruh masyarakat diharapkan bisa membersihkan diri secara lahir dan batin.

Wonokerto Expo 2017 yang mengambil tema “Semangat Bela Negara Meningkatkan Potensi Desa” ini diawali dari tanggal 4 hingga 12 November 2017, dengan menampilkan beberapa produk UMKM dan pentas kesenian. (Ari Herliyanto)




Peran Aktif Disabilitas Sesuai Keahlian

Depok – Jumat (10/11) pukul WIB, digelar Rapat Pengurus PPDI Kecamatan Depok dan para pendamping disabilitas di Ruang Rapat PKK Kantor Camat Depok.

Hadir dalam rapat tersebut, Ketua PPDI Kabupaten Sleman, Aly dan Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat, Trijoko Saptono.

Isi sambutan Camat Depok yang disampaikan oleh Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Kecamatan Depok, agar para warga disabilitas ikut berperan aktif dalam masyarakat dengan mempersembahkan keahlian dan bakatnya masing-masing.

Pada prinsipnya, warga difabel tidak minta dikasihani tapi minta hak-haknya dihormati dalam berbagai kesempatan, mengamalkan ilmunya, dan memprogramkan pendataan secara teliti. Dengan cara bagi warga disabilitas mengumpulkan fotocopy KK dan KTP bagi yang dewasa sementara untuk anak-anak fotocopy Akte Kelahiran. (Sudiyono)




Ngemplak Gelar Acara Sebagai Wujud Syukur

Ngemplak – Wayangan semalam suntuk dengan lakon Banyu Suci Perwitosari dan dalang Ki Soewondo Hadi Prayitno dari Bantul sebagai penutupan rangkaian merti desa dan gelar potensi desa di Desa Wedomartani, Ngemplak, digelar Jumat (10/11) di Balai Desa Wedomartani, Ngemplak.

Genap satu minggu acara merti desa ini berlangsung, berbagai acara dari kirab budaya, gunungan dengan gerobag, festival dolanan anak, badui, rodad, jathilan, wayang wong, kethoprak, kroncong, pasar malam, hingga pameran potensi warga sudah digelar mulai 4-10 November 2017.

Acara ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada pemerintah desa dan seluruh warga Wedomartani. Hal ini disampaikan oleh Ketua Desa Budaya Wedomartani, Mujiburohman.

Rangkaian acara yang sebelumnya dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun ini merupakan agenda Pemerintah Desa Wedomartani, Ngemplak yang sedianya akan dijadikan agenda tahunan. (Bibit Babe)