Cintai Satwa Karena Satwa Punya Hak yang Sama

Gamping – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta menyelenggarakan Festival Satwa Hasil Penangkaran, Sabtu (4/11) pukul WIB di Pendopo Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Gamping.

Hadir dalam acara ini, Kepala Balai BKSDA Yogyakarta Ir. Junita Parjanti, Kepala Kantor PPPEJ diwakili Dr. Dwi Widiastuti, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kepala Desa Ambarketawang, Sumaryanto, Babinsa Ambarketawang, Sumardjo, dan perangkat desa.

Dalam sambutannya, Kepala BKSDA menyampaikan festival tahun ini mengangkat tema ‘Melaraskan Konservasi dan Budaya’. Masyarakat diharapkan senantiasa mencintai satwa dan lingkungannya, salah satunya Gelatik Jawa karena satwa juga mempunyai hak yang sama dengan makhluk lainnya.

Gelatik Jawa adalah burung monomorfik, artinya sulit dibedakan antara burung jantan dan burung betina. Meski bisa bersarang di berbagai jenis habitat, bukan berarti jumlah Gelatik Jawa di alam banyak. Kecantikan dan nyanyian merdu Gelatik Jawa membuat masyarakat banyak yang menangkap Gelatik Jawa menggunakan jaring dan pulut (perekat) yang dipasang di dekat tempat bertengger.

Melihat kondisi ini BKSDA terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi penangkapan terhadap Gelatik Jawa di alam. (Adnan Nurtjahjo)




Panwaslu Bantu Pemerintah Sukseskan Pemilu

Turi – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman telah menyelenggarakan tes tertulis bagi calon Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan se-Kabupaten Sleman pada Sabtu (04/11) di Gedung Asrama Haji, Jalan Ring Road Utara.

Menurut keterangan Ketua Panwaslu Kabupaten Sleman, Ibnu Darpito, jumlah peserta yang mengikuti tes tertulis ada 171 peserta, akan tetapi yang datang 164 peserta. Ditambahkan Ibnu, para peserta yang lulus dari tes tertulis ini nantinya akan mengikuti tes wawancara.

Sebelum tes dimulai oleh Ketua Bawaslu Propinsi DIY, Bagus Sarwono diserahkan naskah soal dan lembar jawab sejumlah 171 lembar yang disaksikan perwakilan peserta, Suharno dari Kecamatan Turi.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Bawaslu Propinsi DIY, yang mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dan panitia untuk mensukseskan pemerintah dalam menyelenggarakan Pemilu 2019.

Bagus juga menuturkan rasa syukurnya karena dalam penyelenggaraan tes tertulis ini tidak bersamaan dengan Pilkada sehingga dapat dengan fokus melaksanakan tugas. Bagus pun menggarisbawahi mengenai pembuatan naskah soal yang menjadi domain Bawaslu Provinsi dengan kerahasiaan yang terjamin.

Tak lupa, Bagus juga menghimbau kepada para peserta tes agar mengerjakan soal dengan cermat dan jujur. (Suharno)




Saparan Bekakak, Daya Tarik Wisata Gamping

Gamping – Jumat (3/11) pukul WIB bertempat di Lapangan Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping digelar Upacara Adat Saparan Bekakak Gamping.

Prosesi diawali dengan laporan Wiro Manggolo Tri Ongko kepada Wiro Pangarso Ki Demang (Kepala Desa Ambarketawang Sumaryanto) bahwa upacara sesaji bekakak telah siap diberangkatkan. Dilanjutkan pemecahan kendhi tirto dono jati dan pelepasan sepasang burung merpati putih oleh Camat Gamping, Abu Bakar, yang sekaligus melepas peserta kirab menuju petilasan Gunung Gamping tempat penyembelihan bekakak.

Dalam kesempatan ini, hadir Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Wadanramil 17/Gamping Kapten Chb. Suwardi, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, H.Y. Aji Wulantara, Sekretaris Camat Gamping, Rasyid Ratnadi, Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono, serta ribuan masyarakat yang sangat antusias menyaksikan.

Pengaturan lalu lintas peserta kirab dilakukan jajaran Polsek Gamping dibantu Ormas TRC, Argoseto, dan Linmas.

Rute yang ditempuh yaitu dari Lapangan Ambarketawang – Jalan Wates Ringroad Selatan – Jalan Tegalwangi – berakhir di Petilasan Gunung Gamping Tlogo. Pukul WIB, penyembelihan bekakak I dilakukan oleh Dukuh Gamping Kidul, Bambang Cahyono di Gamping Kidul. Sedangkan penyembelihan bekakak II, dilakukan Camat Gamping dan Sekretaris Camat Gamping pukul WIB di Petilasan Gunung Gamping Tlogo.

Ritual Adat Saparan Bekakak hingga sekarang masih rutin berlangsung. Bagi masyarakat setempat, ritual ini dulu sebagai hipnoterapi atas musibah runtuhnya Gunung Gamping. Saat ini telah terintegrasi pada mitos sejarah dan legenda lokal yang tetap dijaga secara konsisten oleh masyarakat setempat lebih dari sebuah ritual budaya, namun sebagai komoditi daya tarik wisata lokal maupun mancanegara (Adnan Nurtjahjo)




Midodareni Mengawali Prosesi Bekakak Gamping

Gamping – Kamis (2/11) pukul WIB bertempat di Pendopo Bekel (Dukuh) Gamping Kidul, pembuatan boneka pengantin bekakak dimulai.

Bahan dasar dari pembuatan boneka pengantin bekakak ini adalah tepung beras ketan dan beras jawa dicampur dengan air jernih, dibentuk bulat seperti bola kemudian dikukus menggunakan tungku kayu bakar. Setelah adonan jadi, selanjutnya dibentuk menjadi sepasang pengantin menggunakan kerangka yang terbuat dari bambu. Di bagian lehernya diberi cairan gula jawa sebagai darahnya.

Pada pukul WIB, pengantin bekakak dilengkapi sesaji diarak menuju Balai Desa Ambarketawang dengan dikawal prajurit HB I Wirosuto, gendruwo, wewe, tetekan dengan penerangan obor. Sesampai di balai desa, pengantin bekakak beserta semua perlengkapan sesaji saparan disambut oleh Kepala Desa Ambarketawang, Sumaryanto.

Selanjutnya, dibawa masuk ke dalam Gedung Serbaguna untuk disemayamkan. Pemotongan tumpeng penanda dimulainya prosesi upacara adat saparan bekakak dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

Acara midodareni juga dihadiri Camat Gamping Abu Bakar, Sekretaris Camat, Rasyid Ratnadi,  Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda, Wakil Danramil 17/Gamping Kapten Chb Suwardi, Kapolsek Gamping Kompol, Herwinedi, beserta seribu orang masyarakat Gamping. Sebagai penutup acara midodareni yaitu pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Dalang Ki Rekso Sutono Hadi Sugito dari Kulon Progo. (Adnan Nurtjahjo)




Rapat Koordinasi Prosesi Upacara Adat Bekakak Gamping

Gamping – Selasa, (31/10) berlangsung rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan Upacara Adat Saparan Bekakak Gunung Gamping. Rakor yang bertempat di Balai Desa Ambarketawang ini dihadiri oleh seluruh panitia dan Muspika Gamping terdiri dari Camat Gamping Abu Bakar, Kapolsek Gamping, Kompil Herwinedi, Danramil 17/Gamping Mayor Inf, Sri Wiyanto.

Rapat yang dipimpin oleh Kepala Desa Ambarketawang Sumaryanto membahas tentang proses pelaksanaan upacara adat bekakak serta pengalihan lalu lintas.

Upacara adat saparan bekakak dimulai pada Kamis (2/11) pukul WIB dengan pembuatan bekakak, kenduri penyembelihan bekakak, dan pengambilan Tirto Dono Jati oleh Ki Lurah Magersari dari Umbul Tlogosari Gunung Gamping untuk pelengkap sesaji bekakak, yang selanjutnya akan dibawa dan disemayamkan di Kademangan (Balai Desa Ambarketawang-red).

Puncak acara upacara adat penyembelihan bekakak akan dilangsungkan pada Jumat, (3/11) pukul WIB. Acara dimulai dengan penyampaian laporan panitia pelaksana dilanjutkan sambutan Bupati Sleman, Sri Purnomo dan kirab budaya menuju lokasi penyembelihan bekakak di Gunung Gamping. (Adnan Nurtjahjo)