Desa Wisata Upaya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Turi – Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Turi mengadakan sarasehan antar desa Rabu (13/12) di Rumah Makan Sendang Kumiter, Kembang Arum, Turi.

Hadir dalam sarasehan tersebut Kepala Seksi Ekobang Kecamatan Turi, Kepala Desa Bangunkerto, Wonokerto, Girikerto, dan Donokerto, Ketua PKK, BPD, Karang Taruna dari 4 desa, dan pengurus TPID Kecamatan Turi.

Dalam sambutannya, Camat Turi yang diwakili oleh Sri Lestari berharap dengan adanya TPID ini desa-desa di Kecamatan Turi bisa bertukar pikiran dan bertukar inovasi untuk kemajuan semua desa di Kecamatan Turi. Perlu diketahui bahwa desa di Kecamatan Turi tengah gencar membangun desa wisata dan akan menjadikan desa wisata sebagai ikon Kecamatan Turi atau Turi sebagai pusat desa wisata di Kabupaten Sleman.

Hal ini mengingat Kecamatan Turi masuk zona hijau dan sebagai daerah penyangga yang mana di Kecamatan Turi tidak boleh berdiri perumahan dan juga pabrik-pabrik besar.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Turi perlu membuat inovasi yang tidak merusak lingkungan, salah satunya dengan menjual keindahan lingkungan juga inovasi kerajinan-kerajinan di antaranya kerajinan batik, topeng kayu, dan sangkar burung.

Berbagai kerajinan dari limbah ini bisa dijual melalui desa wisata yang selama ini sudah ada di lebih dari 12 dusun. Diharapkan semua desa wisata yang telah ada ini bisa ramai pengunjung sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. (Harman)




Sleman Tanggap, Tangkas, dan Tangguh Hadapi Bencana

Turi – Kabupaten Sleman mengadakan apel siaga relawan dan komunitas relawan se-Kabupaten Sleman pada Selasa (12/11) di Lapangan Pemda Sleman. Hadir dalam apel tersebut seluruh DESTANA (Desa Tanggap Bencana) SAR, TAGANA, Komonitas Relawan Bagong, dan instansi terkait.

Acara ini dipandu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang berlaku sebagai pemimpin upacara, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua relawan yang sudah dengan cepat membantu sewaktu-waktu ada bencana yang terjadi di Sleman.

Dicontohkan Wakil Bupati, bencana yang terjadi akhir-akhir ini relawan sangat sigap membantu korban tanpa dikomando dan tanpa pamrih sehingga sangat membantu pemerintah dalam mengatasi kebencanaan.

Adapun tujuan diadakan apel adalah untuk mempersiapkan relawan dan mempertemukan semua relawan se-Kabupaten Sleman mengingat wilayah Kabupaten Sleman termasuk daerah rawan bencana di antaranya erupsi gunung merapi, lahar dingin, dan tanah longsor. Karenanya, relawan harus tetap siaga, seperti semboyan Kabupaten Sleman, Tanggap, Tangkas, Tangguh dalam menghadapi bencana. (Harman)




Inovasi Mengajar Tingkatkan Ketertarikan Anak Belajar

Turi – Selasa (12/12) bertempat di Gedung Pertemuan Desa Bangunkerto, Pemerintah Desa Bangunkerto melalui Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat, Reny Kusumawati, mengadakan siraman rohani dan pembinaan rohis (rohani Islam) serta pengurus TPA se-Desa Bangunkerto. Kegiatan ini dimulai dari pukul WIB.

Adapun Desa Bangunkerto memiliki 16 rohis dan 17 TPA yang tersebar di 12 padukuhan dan 26 dusun. Rohis sendiri bertugas untuk mengelola masjid dan memakmurkan Jemaah sedangkan untuk pengurus Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) bertugas mengajar anak-anak tentang agama Islam di dusun masing-masing.

Dengan diadakannya kegiatan tersebut, Kepala Desa Bangunkerto, Anas Ma’ruf berharap bisa menambah ilmu keagamaan dan sebagai ajang silaturahmi antara rohis dan pengurus TPA. Pun, sebagai ajang diskusi untuk tukar pikiran demi kemajuan TPA dan kemakmuran jemaah masjid di masing-masing dusun.

Dalam kesempatan ini, hadir Ketua KUA Kecamatan Turi, Suisdiawan. Dalam sambutannya, Suisdiawan berpesan kepada para rohis untuk selalu mengajak masyarakat muslim memakmurkan masjid dengan cara membiasakan anak-anak ke masjid. Cara membiasakan anak-anak yaitu dengan mengadakan TPA di masjid dan mengadakan kegiatan di masjid sehingga anak-anak terbiasa pergi ke masjid sejak dini.

Selain itu, pengurus TPA perlu membuat inovasi dalam mengajar supaya anak lebih tertarik sehingga masjid bisa menjadi ramai dengan kegiatan keagamaan. (Harman)