Turi Canangkan Sekolah Berbasis Budaya

Turi – Dalam rangka pengembangan dan peningkatan kualitas sekolah dan siswa, SD Negeri Turi 2 mengundang orang tua atau wali murid kelas 1 sampai dengan kelas 6 dalam Tasyakuran dan Pencanangan Sekolah Berbasis Budaya pada Kamis (14/12) di SD Negeri Turi 2.

Supriyadi dalam sambutannya mengatakan alasan diadakannya tasyakuran sebab SD Negeri Turi 2 memiliki banyak pencapaian, seperti di tahun 2017 pendidikan berjalan dengan baik tidak terjadi hal-hal yang negatif, pembangunan fisik lebih maju, jumlah siswanya bertambah menjadi 129 siswa, tenaga pendidiknya sudah cukup dengan pendidikan minimal S1, serta berdasarkan hasil akreditasi dari Tim Dinas Pendidikan Provinsi (BAP) SD Negeri Turi 2 masuk klasifikasi A.

Ditambahkan Supriyadi, SD Negeri Turi 2 mempunyai tujuan untuk mencerdaskan anak bangsa dan melestarikan budaya. Karenanya, Supriyadi mempunyai impian di SD Turi 2 akan dibentuk pengurus. Impian tersebut langsung diapresiasi oleh orang tua.

Maksud dari pembentukan pengurus adalah apabila ada sesuatu hal yang kaitannya dengan siswa, guru, pelajaran, dan lain-lain, dapat untuk segera diatasi.

Dalam pencanangan yang dihadiri oleh 120 peserta ini diadakan juga pementasan seni oleh anak-anak. (Suharno)




Dasari Perbuatan dengan Niat

Gamping – Kamis (14/12) pukul WIB bertempat di Aula Balai Desa Ambarketawang, Gamping berlangsung peringatan Maulid Nabi. Acara ini diselenggarakan oleh Persaudaraan Pedagang buah Demak (PPD) yang ada di Yogyakarta.

Acara ini dihadiri oleh Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Wadanramil 17 Kapten Suwardi, Kepala Desa Ambarketawang Sumaryanto dan 700 jemaah PPD.

Menurut Ketua PPD H. Maftokin dan Ketua Panitia Pengajian H. Ahmad Syauqi, PPD memiliki 100 anggota.

Untuk tahun ini mengadakan peringatan Maulid Nabi mendatangkan penceramah Pimpinan PP Daruut Tauhid Kedungsari Purworejo, KH. Thoifur Mawardi. Sebelum pengajian dimulai, jemaah dihibur oleh grup rebana Syauqul Muhibbin yang mengumandangkan salawat yang dipimpin oleh Habib Muhammad Ali Baabud, Habib Muhammad Fadhah, dan Habib Fauzi Ba’abud.

Dalam tausiyahnya KH. Thoifur menyampaikan salah satu teladan Rasulullah SAW, dalam berbuat apapun semestinya selalu didasari niat karena Allah SWT. Di dalam Al-Quran, Allah ndhawuhi (menyuruh-red) Rasulullah SAW agar berbuat sesuatu, apapun itu atas perintah Allah SWT. Misalnya soal rezeki semua sudah dijamin oleh Allah SWT. Sekarang ini sudah banyak yang mengatakan, kalau tidak sekolah nanti mau makan apa? Padahal Allah SWT sudah menjamin rezeki makhluknya maka dari itu, kita ke depankan anugrah Allah SWT, baru berpikir. (Adnan Nurtjahjo)