Tanam Pohon untuk Melestarikan Alam dan Mata Air

Turi – Dalam mengisi liburan sekolah pemuda dan anak-anak Dusun Wonosari Bangunkerto Turi mengadakan kegiatan penanaman pohon pada Minggu (17/12) di Lereng Gunung Merapi tepatnya di Utara Dusun Tritis Purwobinangun Kecamatan Pakem.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 50 pemuda-pemudi dan juga anak-anak Dusun Wonosari ini merupakan suatu bentuk kepedulian pemuda Wonosari Bangunkerto Turi terhadap alam dan lingkungan. Selain itu, untuk mendidik anak supaya selalu peduli, menjaga, merawat, dan mencintai alam sejak usia dini karena alam ini bukan hanya untuk kita tapi juga untuk generasi yang akan datang.

Masyarakat prihatin mengingat akhir-akhir ini debit air sungai yang berhulu di Lereng Gunung Merapi dan mengalir ke wilayah Dusun Wonosari khususnya dan Desa Bangunkerto pada umumnya terus berkurang apalagi di musim kemarau. Hal ini disebabkan karena berkurangnya batang air, sedangkan air sungai dibutuhkan oleh masyarakat untuk pertanian.

Dengan harapan, menanam berbagai macam pohon di kemudian hari bisa menghasilkan mata air sehingga air sungai akan bertambah debitnya di musim kemarau. Pun untuk melestarikan alam dan untuk mencegah erosi sehingga tidak menyebabkan banjir.

Adapun jenis tanaman yang ditanam adalah jenis tanaman keras seperti nyamplong, aren, akasia, pule, dan beringin yang semuanya berjumlah 400 batang.

Bibit pohon berasal dari sumbangan masyarakat dan juga dari P3A Sido Mulyo (perkumpulan petani pemakai air). (Harman)




Studi Banding P3A Tirtonirwono ke P3A Sidomulyo

Turi – P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) Sidomulyo yang berkantor di Dusun Wonosari kedatangan tamu dari P3A Tirtonirwono, Trimulyo, Sleman, Minggu (17/12).

Rombongan tiba di Kantor P3A sekitar pukul WIB dengan menggunakan bus dan disambut oleh pengurus dan juga Ketua P3A, Tarminanto. Sedangkan dari P3A Tirtonirwono yang berjumlah 20 orang yang terdiri dari Pengurus P3A se-Desa Trimulyo dan dipimpin oleh Kasi Kesejahteraan Masyarakat, Heni.

Adapun tujuan kedatangan pengurus P3A Tirtonirwono Desa Trimulyo Sleman adalah untuk belajar tentang keorganisasian dan juga hal-hal yang menyangkut aturan pembagian air, perawatan sungai, dan juga mengenai sumber dana P3A, mengingat P3A Sidomulyo Wonosari sudah pernah menjadi juara 2 lomba P3A tingkat nasional tahun 2009.

Rombongan meninjau bendungan yang berada di Sungai Krasak dan juga melihat saluran irigasi sungai yang dikelola oleh P3A Sidomulyo. Saluran irigasi sepanjang 2 km yang dikelola oleh P3A Sidomulyo ini sudah permanen sehingga di waktu kemarau meski debit air berkurang air tetap sampai dan bisa untuk mengairi kebun salak. Setelah dari bendungan rombongan diterima di Kantor P3A Sidomakmur. (Harman)




Tertib Administrasi Tolak Ukur Keberhasilan Pengawasan Pemilu

Gamping – Sabtu (16/12) pukul WIB, Panwaslu Kecamatan Gamping mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Pembinaan Administrasi Keuangan Panwaslu Kabupaten/Kota dan Panwaslu Kecamatan se-Daerah Istimewa Yogyakarta gelombang II yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Yogyakarta.

Bimtek ini diprakarsai oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembukaan dilakukan oleh Ketua Bawaslu Bagus Sarwono, didampingi oleh Kasubbag Administrasi dan Umum Bambang Untoro, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Mujiono.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Bimtek Sudarmanto, peserta gelombang II dari Panwaslu Kabupaten Sleman sebanyak 55 orang dari 17 kecamatan dan Panwaslu Kota Yogyakarta sebanyak 46 orang dari 14 kecamatan. Narasumber berasal dari Staf Keuangan Bawaslu RI Yayan yang menyampaikan materi tentang Sistem Aplikasi Satuan Kerja (SAS). Materi ini penting sekali karena dukungan anggaran dan tertib administrasi dalam pengelolaan keuangan menjadi tolok ukur keberhasilan pengawasan pemilu.

Ibarat mata uang, Panwaslu kecamatan terdiri dari Komisioner dan Kesekretariatan yang mempunyai tugas pokok dan fungsinya masing-masing serta tidak dapat dipisahkan karena saling mendukung (tidak ada yang paling penting di antara keduanya).

Target Bawaslu DIY pada pemilu legislatif dan pemilu presiden adalah sukses dalam pengawasan (indikatornya pengakuan dari masyarakat dan akademisi serta sukses di bidang pengelolaan administrasi dan keuangan). Khusus untuk pengelolaan keuangan di audit oleh BPK/pengawas internal dengan indikator WTP. (Adnan Nurtjahjo)