Partisipasi Masyarakat dalam Pengawsan Pemilu

Gamping – Minggu (17/12) pukul WIB, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Gamping menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Banyumili Resto Kwarasan, Nogotirto, Gamping, dengan melibatkan organisasi masyarakat (ormas) di wilayah setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengajak keterlibatan seluruh ormas untuk pengawasan proses pemilihan umum (pemilu) yang kelak dilaksanakan pada 17 april 2019.

Tercatat ada 30 orang peserta yang berasal dari ormas Muhammadiyah, ormas Nadhatul Ulama dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) 5 desa di wilayah Kecamatan Gamping.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Camat Gamping, Abu Bakar, Komisioner Panwaslu Kabupaten Sleman, Abdul Karim Mustofa, Komisioner Panwaslu Kecamatan Gamping Iman Sumarlan, dengan moderator M. Lukman Jatmiko.

Peran serta dari kalangan ormas sangatlah diharapkan dalam rangka pengawasan proses pemilu. Tak hanya kewajiban KPU dan Panwaslu sebagai penyelenggara pemilu, masyarakat juga berkewajiban mensukseskan pemilu. Dengan harapan proses demokrasi yang akan dilaksanakan nantinya dapat berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi, agar pemilu semakin berkualitas. Sosialisasi ini juga sebagai tindakan pencegahan terjadinya pelanggaran-pelanggaran pemilu di wilayah Kecamatan Gamping sehingga dapat terlaksana secara aman, tertib, lancar, dan damai.

Tujuan sosialisasi ini untuk mengakomodasi peran serta masyarakat luas dalam mengawasi pelanggaran pemilu. Diharapkan pelanggaran semakin berkurang karena adanya kesadaran masyarakat dan peserta pemilu untuk tidak melakukan pelanggaran, sebagai suatu esensi dari paradigma pencegahan pelanggaran pemilu.

Terbitnya Undang-Undang No.7 tahun 2017 memberi warna baru dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia yaitu dengan pelibatan masyarakat secara partisipatif dalam pengawasan pemilu sesuai dengan jargon Bawaslu Republik Indonesia yaitu bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu. Acara diakhiri dengan penandatangan para peserta sosialisasi untuk berkomitmen mewujudkan pemilu yang berintegritas. (Adnan Nurtjahjo)




Turi Canangkan Sekolah Berbasis Budaya

Turi – Dalam rangka pengembangan dan peningkatan kualitas sekolah dan siswa, SD Negeri Turi 2 mengundang orang tua atau wali murid kelas 1 sampai dengan kelas 6 dalam Tasyakuran dan Pencanangan Sekolah Berbasis Budaya pada Kamis (14/12) di SD Negeri Turi 2.

Supriyadi dalam sambutannya mengatakan alasan diadakannya tasyakuran sebab SD Negeri Turi 2 memiliki banyak pencapaian, seperti di tahun 2017 pendidikan berjalan dengan baik tidak terjadi hal-hal yang negatif, pembangunan fisik lebih maju, jumlah siswanya bertambah menjadi 129 siswa, tenaga pendidiknya sudah cukup dengan pendidikan minimal S1, serta berdasarkan hasil akreditasi dari Tim Dinas Pendidikan Provinsi (BAP) SD Negeri Turi 2 masuk klasifikasi A.

Ditambahkan Supriyadi, SD Negeri Turi 2 mempunyai tujuan untuk mencerdaskan anak bangsa dan melestarikan budaya. Karenanya, Supriyadi mempunyai impian di SD Turi 2 akan dibentuk pengurus. Impian tersebut langsung diapresiasi oleh orang tua.

Maksud dari pembentukan pengurus adalah apabila ada sesuatu hal yang kaitannya dengan siswa, guru, pelajaran, dan lain-lain, dapat untuk segera diatasi.

Dalam pencanangan yang dihadiri oleh 120 peserta ini diadakan juga pementasan seni oleh anak-anak. (Suharno)




Dasari Perbuatan dengan Niat

Gamping – Kamis (14/12) pukul WIB bertempat di Aula Balai Desa Ambarketawang, Gamping berlangsung peringatan Maulid Nabi. Acara ini diselenggarakan oleh Persaudaraan Pedagang buah Demak (PPD) yang ada di Yogyakarta.

Acara ini dihadiri oleh Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Wadanramil 17 Kapten Suwardi, Kepala Desa Ambarketawang Sumaryanto dan 700 jemaah PPD.

Menurut Ketua PPD H. Maftokin dan Ketua Panitia Pengajian H. Ahmad Syauqi, PPD memiliki 100 anggota.

Untuk tahun ini mengadakan peringatan Maulid Nabi mendatangkan penceramah Pimpinan PP Daruut Tauhid Kedungsari Purworejo, KH. Thoifur Mawardi. Sebelum pengajian dimulai, jemaah dihibur oleh grup rebana Syauqul Muhibbin yang mengumandangkan salawat yang dipimpin oleh Habib Muhammad Ali Baabud, Habib Muhammad Fadhah, dan Habib Fauzi Ba’abud.

Dalam tausiyahnya KH. Thoifur menyampaikan salah satu teladan Rasulullah SAW, dalam berbuat apapun semestinya selalu didasari niat karena Allah SWT. Di dalam Al-Quran, Allah ndhawuhi (menyuruh-red) Rasulullah SAW agar berbuat sesuatu, apapun itu atas perintah Allah SWT. Misalnya soal rezeki semua sudah dijamin oleh Allah SWT. Sekarang ini sudah banyak yang mengatakan, kalau tidak sekolah nanti mau makan apa? Padahal Allah SWT sudah menjamin rezeki makhluknya maka dari itu, kita ke depankan anugrah Allah SWT, baru berpikir. (Adnan Nurtjahjo)




Sleman Resmikan Sleman Smart Room

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus menegaskan komitmennya dalam membangun Sleman Smart Regency. Selain berhasil menyusun masterplan pengembangan smart city yang berisi program hingga 10 tahun ke depan, Pemkab Sleman pada tahun 2017 ini juga telah merampungkan lima program quick win, salah satunya adalah pembangunan Sleman Smart Room.

Sleman Smart Room diresmikan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo pada Kamis (14/12). Peresmian ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Sekretaris Daerah, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, seluruh Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Sleman, serta Direktur BUMD.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo DIY, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se-DIY, serta narasumber Robert Theodore dari Kantor Staf Presiden. Tak hanya itu, dalam peresmian ini juga dilakukan teleconference dengan seluruh Camat di Kabupaten Sleman.

Pada peresmian Sleman Smart Room ini, Bupati Sleman, Kepala Perangkat Daerah, dan Direktur BUMD menandatangani komitmen bersama Implementasi Masterplan Pengembangan Smart City. Selain itu, pada peresmian Sleman Smart Room ini dilaunching pula program inovasi Smart City dan capaian quick win 2017 Pemkab Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyambut baik atas diresmikannya Sleman Smart Room ini. Sri berharap dengan fasilitas ini dapat semakin mempercepat pencapaian visi pembangunan Kabupaten Sleman.

“Dengan keberadaan Fasilitas baru ini, saya berharap dapat semakin memantapkan Kabupaten Sleman sebagai salah satu kabupaten yang smart, dan sekaligus sebagai bagian dari komitmen Pemkab Sleman dalam Gerakan Menuju 100 smart city di Indonesia,” ungkap Sri.

Sri menyampaikan bahwa nama Sleman SMART Room, tidak hanya sekadar merepresentasikan fasilitas, fungsi dan kegunaan dari rungan ini dalam menunjang kinerja Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Kata SMART dari Sleman SMART Room, tidak hanya sekadar kata yang berarti cerdas semata. Kata SMART merupakan akronim yang menjadi harapan dari kami dan jajaran Pemkab Sleman dalam mengelola pemerintahan yang efektif dan efisien,” tambah Sri.

Kata SMART dihimpun dari 5 huruf. S dari kata Study, ruang ini dapat berfungsi sebagai tempat untuk berbagi ilmu, pengetahuan, dan sarana belajar bagi pegawai dan masyarakat. Para pegawai dan masyarakat khususnya anak didik sekolah, dapat berkunjung dan memanfaatkan fasilitas IT dan Multimedia yang tersedia di ruang ini.

Huruf M dari kata Manage, yaitu menjadi ruang atau tempat untuk memanage dan mengelola tata pemerintahan di Kabupaten Sleman, dengan mengkolaborasikan antara sumber daya manusia dengan tehnologi informasi, serta mengintegrasikan seluruh sistem aplikasi pemerintahan, sehingga mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Huruf A dari kata Adopt sehingga ruang ini dapat menjadi sarana mengadopsi perkembangan teknologi untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dalam memberikan layanan pada masyarakat. Hal ini mengingat teknologi akan terus dan terus berkembang. Demikian juga dengan dinamika masyarakat yang terus berubah.

Huruf R dari kata Responsive yang mana ruang ini dapat menjadi ruang monitor terpadu dan terintegrasi terhadap seluruh sarana aduan atau keluhan masyarakat, serta CCTV setiap sudut atau ruang publik bahkan lingkungan masyarakat.

“Dengan demikian, kami bisa dengan cepat dan tepat memberikan respon terbaik bagi permasalahan dan kondisi darurat yang dihadapi masyarakat,” tutur Sri.

Sementara, huruf T dari kata Integrasi dan Transparan, yang diartikan dengan berbagai fasilitas yang tersedia, dapat menjadi sarana bagi Pemkab Sleman untuk mengintegrasikan seluruh sistem dan aplikasi penunjang tata kelola pemerintahan, serta terus mewujudkan keterbukan informasi sesuai dengan prinsip clean and good governance.

Sleman Smart Room sendiri menurut Intriati Yudatiningsih, Kepala Diskominfo Sleman merupakan salah satu bentuk inovasi yang dilakukan oleh Pemkab Sleman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika dalam mewujudkan smart governance.

“Dengan pembangunan Sleman Smart Room, Pemkab Sleman dapat lebih mudah dalam melakukan monitoring, pengontrolan, koordinasi, perintah, maupun pengambilan keputusan sehingga pelayanan kepada masyarakat pun akan meningkat baik secara waktu maupun kualitas,” tutur Intri.

Intri menambahkan bahwa pembangunan Sleman Smart Room ini dilakukan secara bertahap, diawali dengan proses perencanaan pada tahun 2016 dan selesai pembangunan pada bulan Oktober 2017 dengan total biaya Rp 3,4 miliar.

“Sleman smart room ini di antaranya berfungsi untuk ruang monitoring dalam hal penerapan sistem informasi, kondisi kewilayahan, dan kondisi kedaruratan dan pusat koordinasi Perangkat Daerah terkait pengaduan masyarakat,” jelas Intri.

Tak hanya itu, Intri juga menyampaikan bahwa Sleman Smart Room bisa berguna sebagai ruang koordinasi jarak jauh (teleconference) antara Kabupaten, Kecamatan dan masyarakat.

Karenanya, untuk mewujudkan fungsi-fungsi tersebut, di ruang smart room ini telah dikembangkan aplikasi eksekutif dashboard, aplikasi pemantauan cctv, lapor sleman, virtual meeting, dan berbagai sistem pelayanan pemerintah dan publik.

Selanjutnya untuk rencana pengembangan Sleman Smart Room, pada tahun 2018 akan ditambahkan pula smart glass (perangkat sekat kaca elektronik) dan mengembangkan sistem video teleconference.




Respon Positif Masyarakat Depok, Kunci Sukses Pembangunan

Sleman – Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI meresmikan beberapa proyek di wilayah Kecamatan Depok, Rabu (13/12). Dimulai dengan meresmikan proyek pengaspalan jalan di Babadan Baru Condongcatur Depok sepanjang mtr setebal 3 cm dengan total biaya  Rp 293,6 (Dana Desa  Rp 200 juta swadaya Rp 93,6 juta). 

Selanjutnya peresmian jalan konblokisasi di Dusun Pik Gondang jalan Kemuning lebar 4 meter panjang 96 mtr dan jalan sawit lebar 4,5, sepanjang 116 meter dengan dana desa Rp 78 juta, swadaya masyarakat RP 78.3 Juta. Terakhir kunjungan di Komplek Kantor Kecamatan Depok Bupati meresmikan gedung budaya 2 lantai yang dibangun dengan dana APBD Sleman tahun 2017 senilai Rp 764,3 juta.

Bupati Sleman menyatakan rasa gembiranya meresmikan proyek dengan dana desa karena ternyata swadaya masyarakat masih tinggi. Ini menunjukkan suksesnya pembangunan yang dilaksanakan, karena pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah mendapat respon yang positif dari masyarakat dengan wujud swadaya baik dana maupun tenaga.

Dengan keikutsertaan masyarakat dalam setiap pembangunan maka masyarakat akan merasa ikut memiliki terhadap apa yang dibangun dan akan berupaya untuk menjaga dan memelihara agar dapat dipergunakan untuk kepentingan masyarakat sendiri dengan maksimal.

Sementara itu Camat Depok, Joni Suhartono menyampaikan bangunan gedung budaya ini nantinya dapat dipergunakan oleh mayarakat.

“Di kecamatan saat ini sudah tersedia 2 perangkat gamelan yang sementara ini pemanfaatannya belum optimal,” lanjut Camat Depok.