Pentingnya Penetapan Pedoman Pengelolaan Keuangan Bawaslu

Gamping – Selasa (5/12) pukul WIB bertempat di Savita Inn Hotel, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Pelaporan Keuangan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Panwaslu Kabupaten (Panwaskab) Sleman, Ibnu Darpito, Komisioner Panwaskab Sleman Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Vici Herawati, Kepala Sekretariat Panwaskab Sleman, Suparno, Kepala Sekretariat Badan Pengawas Pemilu DIY, Muji Abdilah, perwakilan dari Kantor Pajak Kabupaten Sleman serta para peserta rakor yang terdiri dari Kepala Sekretariat Panwaslu Kecamatan, Bendahara dan Staf Keuangan se-Kabupaten Sleman yang berjumlah 51 orang. Sekretariat Panwaslu Kecamatan Gamping hadir dalam Rakor ini diwakili oleh Kasek Gandung Suwarto, Staf Keuangan, Adnan Nurtjahjo, dan Komisioner, Iman Sumarlan.

Seperti diketahui, tahun 2019 mendatang tepatnya tanggal 17 April, pemerintah akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD, serta Presiden dan Wakil Presiden. Anggaran untuk pesta demokrasi tersebut sangatlah besar. Dalam rangka peningkatan dan penyeragaman pelaksanaan pengelolaan keuangan di lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum secara akurat, tertib, efisien, efektif, objektif, berkualitas dan akuntabel, perlu dilakukan pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengelolaan keuangan dalam hal penyelenggaraan pengawasan pemilu pada kabupaten/kota bersifat Ad Hoc adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan. Penatausahaan keuangan Bawaslu yang merupakan bagian dari pengelolaan keuangan secara keseluruhan. Sedangkan keuangan Bawaslu adalah hak dan kewajiban yang dapat dinilai dengan uang termasuk di dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban Bawaslu. Untuk itu, dalam rangka peningkatan dan penyeragaman pelaksanaan pengelolaan keuangan di lingkungan Bawaslu secara akurat, tertib, efisien, efektif, objektif dan berkualitas serta akuntabel, perlu menetapkan pedoman pengelolaan keuangan di lingkungan Bawaslu. (Adnan Nurtjahjo)




Gamping Gunakan Metode Tes Sebelum Bimbingan Pernikahan

Gamping – Selasa (5/12) pukul WIB, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gamping menyelenggarakan bimbingan pernikahan bagi calon pengantin yang diikuti oleh 40 pasang pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di wilayah Kecamatan Gamping.

Materi bimbingan disampaikan oleh beberapa narasumber yaitu Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Sidik Pramono, Kasi, Nurhuda, Kepala Kemenag Sleman, Sa’ban Nuroni, Kepala KUA Gamping, Jaenudin, Penghulu, Aris Daryanto, dengan Fasilitator Kasi Bimas Abduna’im, serta Sri Munanto, dari Puskesmas Gamping I.

Adapun materi yang diberikan antara lain mengelola dinamika perkawinan dan keluarga, mempersiapkan perkawinan yang kokoh menuju keluarga sakinah, memenuhi kebutuhan keluarga, menjaga kesehatan reproduksi keluarga, mempersiapkan generasi berkualitas, mengelola konflik, dan membangun ketahanan keluarga.

Metode yang digunakan kali ini berbeda dengan yang dulu yaitu sebelum menerima materi bimbingan para peserta menjalani pretest untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan calon pengantin mengenai pernikahan. Selain itu penyampaian bimbingan dilakukan secara interaktif (permainan yang melibatkan peserta), sehingga komunikasi berjalan dua arah dan lebih mudah diterima peserta. Sebagai penutup di penghujung acara calon pengantin harus menjalani posttest. (Adnan Nurtjahjo)




Samsat Gelar Pembayaran Pajak Kendaraan di Turi

Turi – Dalam rangka melayani para wajib pajak kendaraan bermotor pada Selasa (5/12) pukul WIB di Kecamatan Turi, Samsat menggelar pembayaran pajak kendaraan.          Jumlah yang membayar pajak kurang lebih 100 orang yang tidak hanya berasal dari Kecamatan Turi saja akan tetapi juga dari Kecamatan Tempel, Kecamatan Pakem, dan Kecamatan Sleman.

Pelayanan yang berlangsung hingga pukul WIB ini terpantau tertib dan lancar. Dari sekian pembayar pajak terdapat usulan bagi peningkatan kualitas pelayanan Samsat. Contohnya, bila perpanjangan sudah 4 kali diusulkan perpanjangan kelima berganti plat nomor dan dapat dilakukan di Samsat keliling. Pun, untuk cek nomor mesin dan nomor kerangka bisa dilaksanakan dengan Samsat keliling. Selain itu, ada usulan agar jadwal perpanjangan SIM dapat tersedia. (Suharno)




Giat Silaturahmi Kapolres Cegah Radikalisme

Gamping – Senin (4/12) pukul WIB bertempat di Grha Sarina Vidi Convention Hall, Sat Binmas Polres Sleman mengadakan giat silaturahmi Kapolres Sleman dengan elemen masyarakat. Peserta yang hadir antara lain Kapolres Sleman, AKBP Burkan Rudy Satria, beserta jajarannya, tokoh masyarakat, tokoh agama, mitra Polri, purnawirawan, dan putra-putri Polri.

Dalam kesempatan ini Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Gamping juga diundang untuk mengikuti giat ini. Acara dibuka dengan sambutan dari Kapolres Sleman yang berpesan kepada kurang lebih 100 peserta diskusi, bahwa radikalisme harus kita cegah karena akan menimbulkan kemungkaran. Serta menekankan bahwa radikalisme tidak identik dengan Islam dan Islam tidak identik dengan radikalisme.

Di zaman sekarang, radikalisme masuk lewat kampus dengan cara mempengaruhi pemikiran mahasiswa yang sangat mudah untuk dipengaruhi. Oleh karena itu, masyarakat harus waspada terhadapnya.

Giat ini juga menghadirkan narasumber yaitu Dosen Prodi Lintas Agama, Mohammad Iqbal, Ketua Forum Pencegahan Penanggulangan Terorisme Yogyakarta (FKPT DIY), Abdul Muhaimin, dan Waryono dari UIN Sunan Kalijaga. Diskusi dipandu oleh Kasat Binmas, AKP Ani Sulistyowati sebagai moderator. Masing-masing narasumber menyampaikan materi yang berbeda berkenaan dengan penanggulangan radikalisme dan terorisme.

Di akhir sesi tanya jawab Kapolres Sleman memberikan penegasan bahwa radikalisme tidak menguntungkan dalam suatu kelompok dan konflik sosial penyebab berhentinya kehidupan ekonomi dan menelan biaya yang mahal. (Adnan Nurtjahjo)




Gerakan Nasional 1000 Startup Digital

Sleman – Gerakan Nasional 1000 Startup Digital telah dilaksanakan di 10 kota besar di Indonesia. Kabupaten Sleman menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan tahap akhir di lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta bagi program yang diinisasi oleh Kementerian Kominfo dan Kibar ini. Tahap akhir yakni tahap bootcamp ini digelar pada Sabtu (2/12) hingga Minggu (3/12) di Aula BAPPEDA Kabupaten Sleman.

Sebelumnya, untuk Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat 1200 pendaftar pada tahap ignition atau seminar untuk menanamkan pola pikir entrepreneurship. Dari 1200 peserta ini disaring menjadi 850 peserta untuk melanjutkan ke tahap workhop pembekalan keahlian membuat startup digital.

Berbekal dari ilmu yang didapat di workshop, 250 peserta melanjutkan ke tahap ketiga yaitu hackathon untuk menghasilkan prototype produk dari ide solusi aplikasi. Selanjutnya, 100 peserta yang terdiri dari 14 tim mengikuti tahap bootcamp yang merupakan sesi mentoring mendalam untuk menyiapkan strategi peluncuran produk.

Noor Iza, Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, menyampaikan apresiasinya bagi para peserta yang berhasil berpartisipasi hingga tahap keempat ini. Iza juga menuturkan bahwa pemerintah mendorong pengembangan peta jalan e-commerce dan ekosistem industri digital dari berbagai lini.

“Pertama kita dorong UMKM go online terus kedua technopreneurship sehingga hadir 1000 startup,” tutur Iza.

Untuk dapat merealisasikan hal tersebut, Iza menggarisbawahi bahwa para penggiat technopreneur harus mampu berpikir besar.

“Tentu untuk konteks we think big now, pemerintah punya program untuk mendorong startup menjadi unicorn yang namanya Next Indonesian Unicorn,” jelas Iza.

Program ini dituturkan Iza sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai ‘The Digital Energy of Asia’ di Silicon Valley.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, menambahkan bahwa Kabupaten Sleman patut berbangga karena telah ditunjuk sebagai salah satu daerah untuk menjalankan program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa gerakan ini juga memiliki kaitannya dengan Gerakan 100 Smart City yang tengah dijalankan Kabupaten Sleman.

“Sebetulnya endingnya smart city ini hampir sama dengan 100 startup digital yakni memudahkan kehidupan masyarakat dari yang awalnya lama menjadi cepat dari yang awalnya sulit menjadi mudah,” jelas Sri.

Sri juga menjelaskan bahwa Kabupaten Sleman memiliki potensi yang besar untuk startup bisnis, karena 250 ribu mahasiswa ada di Sleman. Karenanya, Pemerintah Kabupaten Sleman pun mendorong generasi muda ini untuk dapat terus berkarya.

“Bahkan sebelum lulus sudah bisa punya penghasilan, bisa membuka lapangan kerja, sehingga siap terjun ke pasar bebas tingkat Asean,” lanjut Sri.

Hal ini diamini oleh Eka Suryo Prihantoro, Sekretaris Dinas Kominfo Sleman, bahwa pemerintah berperan memberikan fasilitas bagi seluruh startup yang beraktivitas di Kabupaten Sleman.

“Ke depan kita akan lebih banyak berkomunikasi dan berinteraksi dengan startup supaya mereka bisa berkembang,” tambah Eka.

Eka membeberkan bahwa Pemkab Sleman juga tengah menyusun sebuah solusi yang memungkinkan startup di Sleman bisa saling berbagi ilmu dan ide.

“Ini nanti akan kita realisasikan pada 2018 atau 2019, sehingga nanti perkembangan startup di Sleman itu bisa lebih pesat dan Sleman sendiri menjadi kabupaten yang bisa memproduksi produk-produk dari startup itu agar bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Eka.