Bank Sleman Diharapkan Bangkitkan Perekonomian Sleman

Bupati Sleman Undi PemenangSleman – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI mengharapkan Bank Sleman dapat terus membangkitkan dan mendorong kondisi perekonomian di Kabupaten Sleman. Diperlukan berbagai upaya pemantapan dan peningkatan daya dukung perekonomian yang melibat­kan kerjasama antara pihak swasta, pemerintah dan masyarakat itu sendiri.

“Dengan pengundian Tabungan Mutiara IX ini dapat menjadi salah satu pengungkit perekonomian di Kabupaten Sleman agar lebih maju dan semakin baik dari tahun ke tahun. Pengundian hadiah ini saya harapkan pula dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menabung dan memberi motivasi untuk menekan sikap konsumerisme,” kata Sri Purnomo disela-sela penarikan undian Gebyar Tabungan Mutiara Bank Sleman dilapangan Denggung Tridadi Sleman, Minggu (15/1).

Gebyar Tabungan Mutiara Bank Sleman dimeriahkan dengan jalan sehat dan Senam Zumba. Jalan sehat diikuti oleh sekitar 5000 peserta, star dari depan Kantor Perpustakaan Denggung melewati Jalan Magelang belok kiri lewat SMP 3 Sleman selanjutnya lewat jalan Parasamsa dan melewati Jalan KRT Pringgodiningrat dan finish di lapangan Denggung, dengan menempuh jarak kurang lebih 4 km.

Di lapangan Denggung masih dilanjutkan dengan senam Zumba diikuti oleh para peserta. Selanjutnya Sri Purnomo mengatakan sebagai BUMD, mengharapkan agar Bank Sleman dapat semakin mempersempit ruang gerak para rentenir yang saat ini masih beroperasi di tengah-tengah masyarakat baik di pasar-pasar maupun di tempat lainnya.

Sri Purnomo juga  menceriterakan baru saja kedatangan nasabah, namun bukan nasabah bank melainkan nasabah bank plecit yang mencapai 18 rekening pinjaman. Kondisi demikian sangat memprihatinkan karena bunga yang dikenakan para rentenir sangat tinggi dan tidak akan memberikan solusi kepada penggunanya namun sebaliknya akan mencekik nasabah terus terbelit hutang dengan bunga besar.

Untuk itulah Sri Purnomo berpesan kepada masyarakat khususnya para pedagang agar dapat memanfaatkan Bank Sleman yang telah mengeluarkan kredit usaha mikro dengan bunga rendah, untuk menjadi solusi dalam mengembangkan usahanya.

Sementara Direktur Utama Bank Sleman, Moh Sigit SE MSi mengatakan untuk menarik nasabah Bank Sleman mengadakan undian berhadiah untuk tabungan Mutiara yang sampai  2017 ini telah memasuki undian yang ke IX dengan hadiah utama Mobil Honda Brio dan Daihatzu Ayla, serta 3 hadiah motor Honda Beat dan beberapa hadiah hiburan.

Point yang diundi mencapai point dengan nilai per point Rp 50,000. Pelaksanaan Undian Tabungan Mutiara, disaksikan oleh Notaris Anita Kurniawati SH Mkn dan dari Dinas Sosial DIY serta Polsek Sleman. Sigit menyampaikan saat ini asset Bank Sleman mencapai Rp 687 miliar dengan laba Rp 25 miliar.

“Sebagai rasa terima kasih kepada masyarakat Bank Sleman memberikan Kredit murah untuk nasabah Mikro maksimal Rp 5 juta dengan bunga 6 persen/tahun dan untuk usaha produktif 9 % pertahun. Suku bunga murah ini untuk kegiatan usaha bukan untuk kegitan konsumtif,” kata Sigit.

Setelah dilakukan pengundian oleh Bupati Sleman, Ketua DPRD Sleman, Sekda Sleman, Pejabat OJK DIY dan Ketua Dewan Pengawas Bank Sleman, untuk hadiah utama Honda Brio diraih oleh Srimulat Kanti Rahayu, Mobil Daihatzu Ayla diraih oleh Titik Nuryani, motor Honda Beat New POP diraih Ngatini, Isti Dwiyanti dan Sri Sumarsih SIP.

Sementara untuk kegiatan jalan sehat dan senam Zumba Bank Sleman menyediakan 2 sepeda motor untuk hadiah utama, dan hadiah hiburan meliputi TV LED, Kulkas, Kompor gas, kipas angin dan lainnya.




Tabungan Mutiara Bank Sleman Diundi Dua Tahap

Undian Bank SlemanSleman – Hadiah tabungan Mutiara periode IX diundi dua tahap yakni hari Jumat (13/1) dan undian hadiah utama akan dilaksanakan Minggu (15/1)  di lapangan Denggung dalam kegiatan jalan sehat dan zumba parti Gempita Mutiara Bank Sleman 2017.

Hal tersebut diungkapkan  Direktur Utama Bank Sleman, Muh Sigit SE MSi disela-sela pelaksanaan Undian Tabungan Mutiara, yang disaksikan  Notaris Anita Kurniawati SH Mkn dan dari Dinas Sosial DIY serta Polsek Mlati di kantor Bank Sleman, Jumat (13/1).

Sigit mengemukakan untuk tabungan yang berhak diundi minimal tabungan Rp 100 ribu dan jumlah point saat ini mencapai point. Pengundian hadiah hiburan yang dilakukan yakni untuk 10 tabungan   senilai Rp 1 juta, 5 buah lemari es 2 pintu, 5 mesin cuci tabung 7 kg, 5 buah LED TV 32 inc dan 2 buah emas batangan 10 gram.

Undian dilakukan  Direktur Utama Moh Sigit dan Direktur Ir Mahatma serta pejabat Bank Sleman disaksikan nasabah dan pegawai Bank Sleman. Hadiah Utama Mobil Honda Brio dan Daihatsu Ayla, serta 3 buah motor beat akan diundi Minggu, 15 Januari 2017 bersamaan dengan pengundian door price untuk hadiah hiburan jalan sehat  dan zumba parti.

Untuk kegiatan ini Bank Sleman menyediakan hadiah doorprice berupa 2 buah sepeda motor, 5 unit televise, 5 unit lemari es, 5 sepeda gunung dan hadiah menarik lainnya. Dengan peserta mencapai 5 ribu orang.




Sejak 2014 Pemkab Siap Adanya Pengalihan Sebagian Wewenang

Sleman – Kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terkait pengalihan sebagian wewenang ke Pemda DIY dan sebaliknya telah dimulai sejak tahun 2014.‬ Menindaklanjuti pengalihan urusan sesuai UU Nomer 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, sebanyak personel Pemkab Sleman telah dialihkan ke Pemda DIY. Sementara itu, personel yang dialihkan dari Pemda DIY ke Pemkab Sleman sejumlah dua orang.‬

‪“Khusus untuk pengalihan ke Pemerintah Pusat meliputi 60 orang penyuluh KB, 16 penyuluh perikanan, dan tiga orang inspektur tambang. Tahun ini, proses pengalihan masih berjalan dengan memperhatikan surat dari Kemenkeu dan kementerian sektoral terkait,” kata Iswoyo Hadiwarno, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Kabupaten Sleman, Jumat (13/1).

Iswoyo juga menyampaikan harapan untuk mendapatkan solusi terkait kekurangan personel imbas dari pemberlakuan moratorium penerimaan PNS. Menurutnya, permasalahan ini terjadi hampir di setiap daerah di Indonesia. Setiap tahun, jumlah personel terus berkurang karena pensiun namun tidak diimbangi dengan perekrutan pegawai baru.‬

‪Terkait realisasi dana transfer daerah, Iswoyo menerangkan pada tahun 2016 lalu Kabupaten Sleman mendapat jatah sejumlah Rp 63,01 miliar yang telah dialokasikan ke seluruh desa. Anggaran itu meliputi dana desa, Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Alokasi Umum (DAU).‬

‪“Tiap desa rata-rata mendapatkan Rp 600 juta, dengan nilai terendah Rp 636,45 juta dan tertinggi Rp 922,97 juta. Pengalokasiannya dibagi berdasar variabel penduduk, jumlah penduduk miskin, luas wilayah, dan indeks kesulitan geografis,” kata Iswoyo.‬

‪Dari penilaiannya, masih ada beberapa masalah terkait dana transfer seperti penundaan DAU dan pemotongan DAK. Imbasnya, Pemkab harus melakukan penyesuaian APBD sehingga pelaksanaan kegiatan menjadi mundur.‬

‪“Penyampaian juknis oleh pusat juga relatif lama padahal tahun anggaran sudah dimulai, sehingga menyebabkan kesulitan ketika diperlukan penyesuaian yang menyangkut mekanisme penganggaran di daerah,” tambah Iswoyo.




DLH Akan Ganti Pohon Yang Tumbang

Sleman – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Drs Purwanto mengatakan proses pemangkasan pohon yang tumbang sampai saat ini masih berlangsung.

“Berdasar laporan BPBD, ada lima ratusan pohon yang roboh akibat angin kencang. Di lingkungan kantor Pemda sendiri sekitar 22-25 pohon,” kata Purwanto, Jumat (13/1).

Pasca musibah ini dikatakan Purwanto, DLH telah menerjunkan 35 tenaga untuk membantu pemotongan pohon. Setelah semua selesai, pihaknya akan langsung mengganti pohon yang tumbang tersebut terutama yang berada di lokasi strategis. Dalam hal ini, DLH telah berkoordinasi dengan Fakultas Kehutanan UGM untuk menentukan jenis pohon yang cocok ditanam.

“Batang pohon yang sudah selesai dievakuasi sekarang ditumpuk sebelah rumah dinas Bupati. Karena merupakan aset daerah, mungkin nantinya akan dilelang tapi jika ada warga yang membutuhkan sisa dahan, diperbolehkan untuk mengambilnya,” kata Purwanto.

Menurut Purwanto rencana mengganti  pohon yang tumbang di lokasi strategis dengan pohon baru memang perlu dikoordinasikan dengan Fakultas Kehutanan UGM untuk pemilihan pohon yang cocok dan memiliki akar yang kuat sebagai pengganti.

Ditambahkan Purwanto,  saat ini pembersihan dan evakuasi pohon yang tumbang masih terus berlangsung.




Angin Kencang Sapu 327 Rumah di Sleman

Sleman – Bencana angin kencang yang melanda sebagian Kabupaten Sleman beberapa hari terakhir telah mengakibatkan kerusakan 327 unit rumah warga. Dari 327 rumah rusak tersebut dengan rincian 264 rusak berat, 50 rusak sedang, dan 13 rusak berat.

Selain itu angin kencang juga mengakibatkan 455 pohon tumbang dan rusaknya  5 fasilitas umum, 6 fasilitas pendidikan, 3 fasilitas ibadah, 3 tempat usaha, serta 7 kandang ternak. Kejadian itu tercatat berlangsung pada tanggal 4 Januari, 5 Januari, dan 9 Januari 2017.

Berdasar data yang dihimpun Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, wilayah terdampak antara lain tersebar di Kecamatan Tempel, Mlati, Seyegan, dan Godean.

“Data sementara, nilai kerusakan akibat bencana angin kencang mencapai Rp 383,67 juta. Saat ini tim masih berada di lapangan untuk memverifikasi bangunan yang rusak,” kata Joko Supriyanto, Kepala Pelaksana BPBD Sleman di Pemkab Sleman, Kamis (12/1).

Selain rumah hunian, musibah angin angin kencang juga mengakibatkan 6 kendaraan roda dua, dan 3 mobil yang rusak akibat tertimpa pohon. Joko menjelaskan, untuk kendaraan yang mengalami kerusakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak akan memberi bantuan ganti rugi.

Sesuai Peraturan Bupati Nomer 114 Tahun 2016, bantuan bencana diberikan kepada warga yang menjadi korban, dan rumah yang mengalami kerusakan. Untuk rumah yang rusak berat, akan diberi bantuan maksimal Rp 12 juta dan roboh total paling banyak Rp 30 juta.

Proses verifikasi dilakukan tim yang melibatkan DPUP dan Dinas Kesehatan, dengan mendasarkan laporan dari Dukuh, Desa dan Camat setempat. Setelah disetujui oleh Bupati, bantuan berupa uang tunai akan diserahkan kepada pemilik rumah. Sementara bagi korban bencana akan ditangani secepatnya.

“Kami minta kepada rumah sakit agar tidak menarik biaya kepada korban bencana. Kami yang akan mengurusi pembiayaannya dengan batasan plafon tertentu,” kata Joko.

Agar tidak terjadi duplikasi anggaran, bagi korban yang telah memiliki BPJS, penanganannya dibiayai dari lembaga tersebut. Dari laporan yang masuk ada 7 orang yang mengalami luka ringan, 1 orang luka sedang, dan seorang meninggal dunia.

Joko menambahkan bahwa kebijakan BPBD pada situasi kedaruratan cuaca ekstrim salah satunya adalah memprioritaskan penyelamatan jiwa masyarakat yang terdampak langsung bencana dengan menyiapkan TRC untuk penyelamatan didukung dengan Sleman Emergency Service (SES).