Hujan Disertai Angin Kembali Melanda Sleman‬, Puluhan Pohon Tumbang

pohon tumbangSleman – Hujan disertai angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah Sleman, Senin (9/1) siang sekitar pukul WIB. Akibatnya puluhan pohon tumbang diterjang angin kencang.‬ Beberapa lokasi yang diterjang angin ribut diantaranya Jalan Magelang, Jalan Kabupaten, Denggung, Komplek Kantor Bupati, dan sejumlah daerah lainnya. 

Komplek rumah Dinas Bupati Sleman pohon jati patah ditengah, dibagian belakang pohon mangga patah mengenai daput dan beberapa pohon di depan rumah dinas juga patah.

Satu pohon beringin berusia puluhan tahun juga tumbang diterjang angin kencang di Kronggahan Desa Trihanggo, Gamping, Sleman.‬ Pohon berdiameter lebih dari dua meter itu menimpa warung es buah dan bengkel mebel.‬

Dua orang pegawai mebel yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke RSA UGM.‬ Dan satu sepeda motor milik pengunjung bengkel mebel tertimpa pohon.‬

‪”Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada. Diusahankan jauhi pohon besar saat terjadi hujan deras yang disertai angin,” kata  Sri Purnomo saat meninjau lokasi di Kronggahan.‬

Pohon tumbang di Dusun  Dusun Bangunrejo Tridadi Sleman  dua mengenai atap rumah dan satu mengenai kandang. ‪Sejumlah warga bergotong-royong untuk mengevakuasi pepohonan tersebut

Pohon tumbang dibeberapa titik lokasi, diantaranya di jalan Kabupaten Duwet Sendangadi Mlati sehingga arus lalu lintas yg mengarah ke stasiun Klimatologi BMKG DIY ditutup.

Masyarakat, Relawan dan TRC BPBD langsung melakukan evakuasi pohon dimasing-masing titik lokasi yang diterjang angin kencang.




Anggota Komite IV DPD RI Lakukan Penyerapan Aspirasi di Sleman

DPRDSleman – Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Drs H A Hafidh Asrom MM melakukan kunjungan kerja di Pemkab Sleman pada Senin (9/1) yang diterima langsung oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Sekda Sumadi SH MH di Ruang Rapat Setda B Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman yang dihadiri oleh Dinas terkait.

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka penyerapan aspirasi melalui quisioner dan diskusi langsung terkait pelaksanaan UU No. 23 Tahun 2016 tentang Pemerintah Daerah dan realisasi Dana Transfer Daerah Tahun Anggaran 2016.

Kesiapan Pemkab Sleman terkait Pengalihan Urusan sesuai UU   tentang Pemerintah Daerah meliputi proses pengalihan sebagian kewenangan dari Pemkab Sleman ke Pemda DIY maupun sebaliknya, sejatinya sudah dimulai sejak 2014 dan intensif dilaksanakan pada tahun 2015 dan 2016 yang berujung pada penandatanganan Berita Acara Serah Terima  Personel, Sarana dan Prasarana Serta Dokumen (P2D) pada 27 September 2016.

Personil yang dialihkan dari Pemkab Sleman ke Pemda DIY sejumlah orang dan personil yang dialihkan dari Pemda DIY ke Pemkab Sleman sejumlah 2 orang.

Khusus untuk pengalihan ke Pemerintah Pusat meliputi 60 orang penyuluh KB, 16 orang penyuluh perikanan, dan 3 orang inspektur tambang pada 2017 ini proses pengalihan masih berjalan dengan memperhatikan surat dari Kemenkeu dan kementerian sektoral terkait.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)  Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno  menyampaikan harapannya untuk mendapatkan solusi terkait kekurangan personil imbas dari berlakunya moratorium.

Menurutnya permasalahan ini terjadi hampir di setiap daerah di Indonesia, pasalnya tiap tahun pegawai terus berkurang karena pensiun namun tidak diimbangi dengan perekrutan pegawai baru.

Terkait realisasi dana transfer daerah meliputi Dana Desa, DAK, dan DAU pada TA 2016 Kabupaten Sleman mendapatkan dana sebesar Rp 63,014 miliar yang telah dialokasikan ke seluruh desa.

Masing-masing desa rata-rata mendapatkan Rp 600 juta dengan nilai terendah Rp 636,456 juta dan tertinggi Rp 922,976 juta yang dibagi berdasar jumlah variable penduduk, jumlah penduduk miskin, luas wilayah, dan indeks kesulitan geografis.

Ada beberapa permasalahan terkait dana transfer seperti penundaan DAU dan pemotongan DAK yang mengharuskan Pemkab melakukan penyesuaian APBD sehingga pelaksanaan kegiatan menjadi mundur.

Penyampaian juknis oleh Kementerian juga relatif lama sedangkan tahun anggaran sudah dimulai, sehingga menyebabkan kesulitan ketika diperlukan penyesuaian-penyesuaian yang menyangkut pada mekanisme penganggaran di daerah.

Menanggapi hal tersebut Hafidh Asrom  menyampaikan bahwa akan membawa aspirasi Pemkab Sleman ke pusat. Menurutnya penyerapan aspirasi sudah menjadi tugas dari DPD RI.

“Kami 2 bulan di pusat dan 1 bulan turun ke daerah untuk menyelaraskan kondisi Indonesia dengan menampung aspirasi di daerah bahkan masyarakat dan harapannya dapat ditindak lanjuti Pemerintah Pusat,” jelas Hafidh Asrom.




Pemkab Ambil Langkah Strategis Untuk Stabilkan Harga

Sleman – Harga bahan kebutuhan pokok belakangan terus naik. Salah satu komoditi yang harganya melonjak drastis adalah cabai bahkan untuk jenis rawit, nilai jualnya di sejumlah pasar tradisional telah menembus kisaran Rp per kilogram.‬Sedangkan cabai merah, harga rata-rata Rp , dan jenis hijau Rp

Menurut Kabag Perekonomian Setda Sleman, Ir CC Ambarwati, langkah strategis telah diambil untuk menjaga stabilitas harga. Hanya saja, untuk beberapa jenis kebutuhan pokok seperti bawang merah dan cabai, produksinya sangat minim sehingga harus dipasok dari daerah lain.‬

‪“Untuk komoditi cabai merah, selama Desember 2016 lalu angka ketersediaannya diestimasi minus 657 ton. Kondisi ini dikarenakan faktor cuaca hujan yang turun terus-menerus, dan adanya organisme pengganggu tanaman,” kata Ambarwati, Minggu (8/1).‬

‪Adapun kegiatan strategis yang telah dilaksanakan dalam rangka menjaga stabilitas harga, salah satunya program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan-Kawasan Rumah Pangan Lestari (P2KP-KRPL). Kegiatannya antara lain pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman buah dan sayur, yang sampai saat ini telah dilaksanakan oleh 17 kelompok di 17 kecamatan.

‪Masing-masing kelompok mendapat bantuan stimulan senilai Rp 4,5 juta bersumber dari APBD yang diwujudkan dalam bentuk bibit, dan media tanam. Kegiatan lainnya berupa budidaya perikanan, dan peternakan jenis unggas dan hewan ternak sedang seperti kelinci. Bantuan diberikan dalam bentuk bansos sebesar Rp 15 juta per kelompok dengan dana dari APBN.‬

‪“Kami juga melakukan pengembangan tanaman cabai seluas 115 hektare. Hasil panenannya diharapkan menambah stok sehingga harga komoditi dapat terjaga,” terang Ambarwati.‬

‪Terkait upaya menjaga stabilitas harga komoditi beras, di Kabupaten Sleman saat ini terdapat 6 Toko Tani Indonesia. Data terakhir per pertengahan tahun lalu tercatat telah disalurkan beras oleh tiga gapoktan sebanyak 22 ton dengan harga jual Rp ‬

‪Strategi lainnya melalui program inisiasi beras bagi pegawai sebagaimana diterapkan di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan. Ke depan akan menyasar seluruh PNS di Kabupaten Sleman.‬

‪Lebih lanjut Ambarwati menjelaskan, inisiasi beras bagi pegawai ini merupakan bagian dari program penggunaan produk lokal. Sebelumnya, Pemkab bersama para pengusaha dan UKM juga telah menandatangani MoU untuk mengutamakan pemanfaatan produk lokal, dan menyediakan produk yang berkualitas.‬

Sementara kelangkaan cabai di pasaran yang mengakibatkan harga melambung tinggi salah satunya akibat minimnya pasokan. Banyak petani cabai gagal panen akibat serangan hama patek atau antraknosa. Serangan hama ini menyerang semua varietas cabai, termasuk cabai rawit dan cabai keriting.‬

‪Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ir Widi SutiknoMSi menjelaskan penyebab penyakit ini adalah anomali cuaca. Yakni, di tengah musim kemarau ternyata masih ada hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi. Akibatnya, kelembaban yang terlalu tinggi.

“Patek ini sudah menjadi musuh utama para petani cabai. Bahkan bisa menyebabkan gagal panen,’’ kata Widi.‬

‪Karena itu, Widi mendorong petani melakukan pemantauan secara berkala. Untuk mendukung ini, petani harus mengetahui musim tanam yang tepat. Upaya ini bisa dilakukan dengan berkonsultasi kepada petugas penyuluh kecamatan.

“Ke depan akan dilakukan gerakan pengendaliaan bersama. Untuk tahun lalu memang tidak optimal, karena hujan berlangsung sepanjang tahun. Akibatnya jadi lembab dan  hama patek berkembang dengan subur,” tuturnya.‬




Libur Tahun Baru MGM Dipadati Pengunjung

IMG-20170101-WA0002Sleman – Libur Tahun Baru 2017, Museum Gunungapi Merapi (MGM) di Beteng Hargobinangun Pakem Sleman dipadati pengunjung.

“Kunjungan wisatawan  ke MGM mampu melebihi target pendapatan  sebesar 115 % untuk tiket masuk. Namun untuk tiket cinema hanya mencapai 94%, karena adanya gangguan listrik, travo meledak dan listrik mati selama 9 hari, dan juga kapasitas tempat duduk yang terbatas,” kata Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman, Minggu (1/1).

Menurut Ayu, jika dilihat animo pengunjung untuk menonton film memang sangat bagus dan memang menjadi salah satu daya tarik di MGM. Diawal tahun baru 2017 ini, Ayu juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termasuk stakeholder yang telah bersama sama bersinergi dan berpartisipasi mencipatkan situasi dan suasana wilayah Sleman dan destinasi wisata yang aman dan nyaman serta sudah menjadi tuan rumah yang baik bagi pengunjung destinasi wisata di Sleman.

Sementara menurut Plt UPT MGM, Suryani, jumlah pengunjung MGM sampai tanggal 31 Desember 2016 untuk wisatawan nusantara  (wisnus) mencapai sebanyak orang. Wisatawan mancanegara (wisman) orang. Sedang untuk mengunjung yang melihat film, wisnus orang, wisman 343 orang.

Sementara untuk pendapatan dari tiket masuk Rp 1,125 miliar, tiket film Rp 658,17 juta. “Sehingga Total pendapatan MGM selama tahun 2016 mencapai Rp  1,78 miliar,” kata Suryani.

Ditambahkan Suryani banyak fasilitas dari museum yang bisa untuk dinikmati. Sebagai tambahan pengetahuan akan karakter-karakter gunungapi di berbagai belahan dunia.‬

“Tidak hanya Gunung Merapi saja,” kata Suryani.‬

‪Selain itu, lanjut Suryani, bencana gunung api juga ada berbagai macam simulasi. Seperti gempa bumi.‬

‪”Pemutaran film bagaimana detik-detik meletusnya gunungapi, maupun simulasinya juga ada,” tutur Suryani.




‬Malam Tahun Baru Berlangsung Disejumlah Titik

Sleman – Perayaan pergantian tahun baru hari Sabtu (31/12/2016) hingga Minggu (1/1/2017) dinihari berlangsung di sejumlah titik. Kawasan wisata Kaliurang menjadi salah satu pusat perayaannya.‬

‪Sejak sore kepadatan ruas jalan-jalan utama seperti jalan Magelang, jalan Palagan, jalan Kaliurang dan seputaran Ringroad Utara sudah terasa. Sebagian pengunjung mengarah ke titik Kota Jogja, sebagian menuju kawasan wisata Kaliurang. Di kawasan wisata Kaliurang, sejumlah kegiatan perayaan pergantian tahun sudah disiapkan.‬

‪Akibatnya, kendaraan bermotor yang menuju Kaliurang sempat mengalami kemacetan. Selain di TPR, kemacetan juga terjadi di pertigaan lokasi wisata Tlogo Putri.‬

‪“Kedaraan sudah mulai padat, terutama di pertigaan tlogo putri dan kawasan gardu pandang,” kata Wasita, Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman Warsito, Sabtu (31/12) malam.‬

‪Perayaan menyambut pergantian tahun baru tersebut, menurut Wasita, diawali dengan Kirab budaya diikuti 15 kelompok seni budaya yang dimulai dari Tlogo Putri hingga Gardu Pandang. Kemudian, masyarakat juga disuguhkan Pentas musik dan pesta kembang api di tiga titik mulai pukul WIB hingga WIB.‬

‪Beberapa panggung live music yang disediakan terdapat di Tlogo Putri dengan atraksi band Brave Boys Band, Niscala Band, Devamilitia Band, Doubleman Band. Ada pula suguhan live music di lapangan GOR Kaliurang Barat dengan atraksi  OM Lathanza (Linda Pedroza, Sekar Dirgantara, Chaca Ayunda, Fika Wulandari). Kemudian panggung musik di Wisma Sembada dengan atraksi musik etnis Banyukustik, Mario Johanes, Orpington, komunitas mBen Surup dan Gema Maya.