Lestarikan Kesenian Religius Agar Tak Kalah dari Seni Modern

Turi – Bertepatan dengan malam pergantian tahun baru, masyarakat Dusun Ngumbul Bangunkerto Turi mengadakan pentas perdana Kesenian Religius Kobro Siswo (WIRAMA MUDA) Minggu (31/12) di Halaman Masjid Dusun Ngumbul, Bangunkerto, Turi.

Dalam acara ini juga berlangsung peresmian dan pengukuhan kesenian Kobro Siswo Dusun Ngumbul Bangunkerto.

Adapun tujuan diadakannya peresmian Kesenian Religius Kobro Siswo Dusun Ngumbul adalah untuk melestarikan, mencintai, dan menumbuh kembangkan kesenian religius yang sudah ada sejak dulu supaya tidak punah tergerus oleh seni modern. Hal ini sesuai dan sejalan dengan program dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

Kesenian Religius Kobro Siswo (WIRAMA MUDA) ini sudah mendapatkan NIK (Nomor Indok Kesenian) Paguyupan Seni Religius (PASER) Kabupaten Sleman namun perlu mendaftarkan diri di Dinas Kebudayaan Sleman agar ke depannya bisa memeroleh pembinaan juga izin pentas di event-event yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Sleman, seperti di acara Hari Jadi Kabupaten Sleman, pentas budaya, dan pementasan di tempat wisata.

Adapun anggota Kesenian Religius Kobro Siswo terdiri dari masyarakat Dusun Ngumbul yang berjumlah kurang lebih 60 orang, baik anak-anak maupun dewasa yang diketuai oleh Margono.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Paguyupan Seni Religius (PASER) Kabupaten Sleman yang diwakili Mardiyana dan Ketua Desa Budaya Bangunkerto, Suharman, Kasi Pelayanan Masyarakat yang diwakili Dwi Winarno, juga tamu undangan lainnya. (Harman)




Linmas dan KIM Desa Bangunkerto Bantu Kelancaran Lalu Lintas

Turi – Minggu (31/12), Linmas dan KIM Bangunkerto membantu kelancaran lalu lintas di Perempatan Lampu Merah Ngablak Bangunkerto.

Hal ini dirasa perlu dilakukan karena selama liburan lalu lintas sangat ramai di mana perempatan Ngablak merupakan jantung kota Desa Bangunkerto, Turi. Di kanan kiri jalan daerah ini terdapat minimarket, toko, pasar tradisional, juga pedagang kaki lima sehingga sering terjadi kemacetan terutama dari Tempel menuju Pakem dan sebaliknya.

Sedangkan yang dari arah Murangan ke Balerante dan sebaliknya, kendaraan cukup lengang. Untuk itu perlu diadakan sistem buka tutup jalan untuk mengurai kemacetan.

Kurang lebih 20 anggota Linmas dan KIM Bangunkerto berjaga secara bergantian di perempatan ngablak.

Tujuannya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan untuk mengantisipasi adanya kecelakaan. Selain itu, untuk memberikan rasa aman kepada semua masyarakat yang melintas dan mengantisipasi tindak kriminal yang mungkin terjadi menjelang perayaan tahun baru. (Harman)