FORANS Salah Satu Implementasi Sleman Ramah Anak

Jumat (19/1) pukul WIB, DPRD Sleman, mengadakan Audiensi Forum Anak dan pengenalan proses kepemerintahan Kabupaten Sleman di Gedung DPRD Sleman. 

Untuk mewujudkan Sleman yang ramah anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kabupaten Sleman membentuk Forum Anak Sleman (FORANS) pada November 2009.

Dalam kesempatan ini, anggota FORNAS yang telah dilantik pada Desember 2017 lalu, difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Sleman untuk melakukan simulasi dialog seperti layaknya para anggota legislatif DPRD Sleman.

Kepala Dinas P3AP2KB, Mafilindati Nuraini, dalam sambutannya berharap agar FORANS dapat menjadi pelopor dan pelapor perwakilan anak-anak Sleman. Pelapor di sini terkait dengan hal-hal negative yang mungkin terjadi di kalangan anak-anak sehingga dapat ditindaklanjuti oleh instansi yang berwenang atau yang membidangi.

FORANS juga diharapkan menjadi salah satu upaya agar anak Sleman dapat memiliki kecerdasan, iman, dan takwa yang baik untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

“Kami prihatin adanya permasalahan-permasalahan yang terjadi tentang anak, juga pada perempuan kasus yang terdata di Unit Pelayanan Teknis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPT P2TP2A) tercatat 471 kasus,” ungkap Linda.

Dari 471 kasus, 111 kasus kekerasan terhadap laki-laki dan 360 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terdiri dari 175 korban anak-anak dan 296 korban dewasa.

“Kasus-kasus ini harus dilakukan upaya preventif agar di kemudian hari tidak terjadi kasus serupa dan kasus yang ada agar tidak berulang. Selain itu, pemerintah Sleman memfasilitasi dan menaungi FORANS, kami juga melakukan sosialisasi pelayanan PUSAGA,” tambah Linda.

 




Kepolisian Kawal Penggunaan Dana Desa dari Penyelewengan

Turi – Jumat (19/1) bertempat di Gedung Pertemuan Desa Donokerto Turi, Polres Sleman mengadakan acara silaturahmi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

Adapun yang diundang, antara lain tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kepala desa se-Kecamatan Turi, dan Kanit Binmas serta Babinkamtibmas Polres Sleman. Sedangkan dari Kepolisian hadir Kapolsek Turi yang dalam sambutanya menyampaikan bahwa inti dari pertemuan ini adalah sosialisasi tentang dana desa.

Sosialisasi yang mengundang kepala desa se-Kecamatan Turi ini diharapkan mampu mengantisipasi adanya korupsi dan penyelewengan terhadap dana desa.

Bila dana desa dikorupsi maka kapolsek juga akan kena imbasnya sebab sudah ada perjanjian bahwa kepolisian harus ikut mengawal dana desa agar tidak diselewengkan.

Sedangkan dari Polres Sleman hadir Kasat Binmas sebagai narasumber AKP Ani Sulistyarini.

Materi yang disampaikan diantaranya tentang Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dan Babinkamtibmas wajib laporkan tentang pengunaan dana desa per satu bulan.

Selain itu, AKP Ani juga menjelaskan mengenai parkir liar yang mana banyak masyarakat menyediakan parkir kendaraaan di dekat sekolah padahal anak sekolah belum boleh memakai kendaraan sendiri.

Tak hanya itu, tempat-tempat parkir tersebut tidak punya izin sehingga masuk dalam tindakan pungli dan bisa dipidana. Untuk itu masyarakat dihimbau agar selalu waspada dan memantau anak dalam pergaulannya supaya tidak melakukan hal-hal negatif yang akhirnya terjadi tindak kriminal.

Dalam sosialisasi ini dilaksanakan pula simulasi tentang penggunaan dana desa yang berisi pertanyaan atau contoh kegiatan. Kepala desa diminta untuk menilai kegiatan tersebut benar atau salah. (Harman)