Komitmen Gamping Wujudkan Pemilu yang Jujur dan Adil

Gamping – Panwaslu Kecamatan Gamping mengadakan studi banding, Jumat (9/2) pukul WIB di Kampung Anti Money Politic Dusun Sawangan, Desa Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Rombongan yang terdiri dari Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping Nining Martensi, Komisioner Divisi Penanganan Pelanggaran Kurniawan Prihandoko, Staf Keuangan Adnan Iman N.A., dan Staf SDM Lukman Jatmiko diterima oleh Kepala Desa Sawangan Johan Wahyudi, Kepala Dusun Sawangan Karno Harjono, Ketua Panwaslu Kecamatan Sawangan Afifatul Karimah dan Komisioner Yuniar.

Menurut Johan, terbentuknya Kampung Anti Money Politic berawal dari dipanggilnya para Kepala Desa se-Kabupaten Magelang oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin yang membahas tentang pembentukan Kampung Anti Money Politic. Terpilihnya Dusun Sawangan sebagai pilot project karena adanya komitmen warga setempat untuk menolak segala bentuk praktik politik dalam pesta demokrasi yang sudah berlangsung beberapa kali.

Afifatul menambahkan bahwa seluruh warga di sini sudah bertekad untuk membendung segala indikasi pelanggaran dalam pemilihan umum. Dengan adanya studi banding ini Panwaslu Kecamatan Gamping ingin mewujudkan penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden 2019 di wilayah Kecamatan Gamping menjadi lebih berintegritas dan berkualitas sehingga akan lahir pejabat publik yang representatif dari individu dan kepentingan politik seluruh warga. Tak hanya itu, utamanya untuk mewujudkan pemilu yang jujur, adil, serta bebas dari praktik “wani piro”. (Adnan Nurtjahjo)




Gamping Beri Beasiswa Sebagai Wujud Kepedulian Sesama

Gamping – Pemerintah Kabupaten Sleman mengadakan giat safari keliling hari Jumat putaran pertama di tahun 2018 pada Jumat (9/2) di Masjid Al Hidayah Mejing Wetan, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping.

Tim safari ini dipimpin oleh Wakil Bupati Sleman Hj. Sri Muslimatun. Tampak hadir juga Muspika Gamping antara lain Camat Gamping Abu Bakar, Wadanramil Kapten Suwardi dan Kapolsek Kompol Herwinedi. Selain itu hadir Sekcam Gamping Rasyid Ratnadi, Kepala Desa Ambarketawang Sumaryanto, dan jajaran ASN di wilayah Kecamatan Gamping.

Dalam sambutannya, Sri Muslimatun menyampaikan bahwa Masjid Al Hidayah apabila diubah nama menjadi Masjid Jami seiring semakin besar dan lebih baik, harus diimbangi dengan semakin banyaknya jemaah yang memakmurkan masjid. “Jika masjidnya makmur artinya tingkat keimanan warga setempat juga meningkat lebih baik,” tutur Sri Muslimatun.

Kemudian Wakil Bupati Sleman juga menyerahkan bantuan dana sebanyak Rp yang berasal dari APBD Kabupaten Sleman, Baznas Sleman, Pemerintah Kecamatan Gamping, Pemdes Ambarketawang, Bank BPD Sleman serta infak jemaah.

Dalam kesempatan ini pula Camat Gamping Abu Bakar menyerahkan beasiswa bagi 5 orang siswa kurang mampu sebesar satu juta rupiah 1. Dana bantuan tersebut berasal dari potongan gaji pegawai Kecamatan Gamping sebagai zakat sebesar 2,5%.

Pemberian dana bantuan bagi siswa kurang mampu sudah menjadi kesepakatan ASN di Kecamatan Gamping sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. (Adnan Nurtjahjo)




Pertemuan Dusun Bahas Kepentingan Warga Turi

Turi – Warga Padukuhan Turi 13 Kembangarum Wetan Kali mengadakan pertemuan warga untuk membahas keperluan dusun pada Kamis Wage malam Jumat Kliwon (8/2) di Rumah Eko Suryanto, salah satu warga padukuhan.

Pertemuan dihadiri oleh Kepala Dusun, Kunto, mahasiswa KKN dari UPY Yogyakarta, Ketua Paguyuban, Sunarto, serta warga RT 04, RT 05, dan RW 026.

Dalam pengantarnya, Ketua Paguyuban menghimbau agar pemuda dapat menjaga kegiatan di masyarakat. Selanjutnya, Kepala Dusun menyampaikan tentang hasil dari proses sertifikasi tanah, kesehatan, keamanan, administrasi kependudukan, juga tentang KIA (Kartu Identitas Anak) dan e-KTP.

Kepala Dusun juga tidak lupa mengenalkan adanya program KKN dari UPY yang berjumlah 12 mahasiswa. Program KKN yang disusun oleh mahasiswa sudah siap dilaksanakan dan meminta pada warga untuk bersama-sama mensukseskannya.

Acara dilanjutkan dengan laporan keuangan yang meliputi dana pembangunan, bedah rumah, dana sosial, sewa meja kursi dan tenda, serta laporan dari pemuda. Pertemuan ditutup pada pukul WIB. (Suharno)