Forum Anak Sleman, Pelopor dan Pelapor Pemenuhan Hak Anak

Sleman – Guna memberikan pemahaman kepada para anggota FORANS (Forum Anak Sleman) tentang pemenuhan hak-hak anak, Dinas P3AP2KB mengadakan Pelatihan Konvensi Hak Anak selama dua hari yang diselenggarakan pada hari Sabtu (10/2) dan Minggu (11/2) di hotel Savita Garden Inn, Palagan, Sleman, Yogyakarta.

Acara ini dihadiri oleh 30 peserta Forum Anak Kabupaten Sleman (FORANS) Tahun 2018 dan 17 anak FORANS dari perwakilan inti ditiap kecamatan di Sleman.

Narasumber pelatihan ini berasal dari tim dari Lembaga Studi Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LSPPA) Yogyakarta

Menurut Dinas P3AP2KB, Pelatihan Konvensi Hak Anak ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para anggota FORANS untuk menjadi pelapor dan pelopor dalam perlindungan pemenuhan hak anak di Sleman sesuai dengan tupoksi Forum Anak dalam Peraturan Kementrian Perempuan dan Perlindungan Anak.

Budiyanti Ningsih selaku Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas P3AP2KB, menyampaikan bahwa anak-anak diharapkan dapat menemukan dan mengenali permasalahan-permasalahan mengenai pemenuhan dan perlindungan hak anak dan mengidentifikasi persoalan yang terjadi pada anak-anak yang kurang beruntung di lingkungannya.

“Setelah ia mengindentifikasi, harapan kami anak-anak ini (FORANS) dapat melaporkan kepada instansi terkait, mengenai pemenuhan hak anak,” tuturnya.

Dalam pidatonya, Budiyanti juga menekankan tentang tugas pokok dari FORANS bahwa mereka sebagai pelapor dan pelopor apabila terdapat permasalahan yang menyangkut hak anak di lingkungan sekitar mereka.

“Jadi anak-anak tidak berhak untuk men-judge atau memberikan punishment, tapi kalian harus bisa lebih responsif terhadap lingkungan sekitarnya. Anak-anak adalah generasi penerus. Harapannya dapat mempelopori anak-anak sekitarnya, misalnya mengajak teman-teman kalian untuk menjadi kepribadian yang sukses, kalian juga tidak boleh menjadi pelaku dalam hal negatif tersebut,” tambah Budiyanti.

Menurut Lita, sebagai anggota FORANS, merasa sangat beruntung telah menjadi anggota dalam Forum Anak Sleman. Ia mendapatkan banyak manfaat dan pengetahuan yang baru dan memiliki kesempatan sebagai pelapor dan pelopor di sekitar rumahnya.

“Sangat senang sekali telah menjadi bagian dari FORANS ini karena saya dapat banyak manfaat dan bisa menambah motivasi saya dalam belajar banyak hal, belajar lebih responsif, dan tanggap,” imbuhnya. (Putri Zakia)




Lahirkan Generasi Qur’ani Lewat Badko TKA-TPA Sleman

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Sri Mulimatun resmi membuka acara Diklat Pimpinan Badan Kordinasi TKA – TPA Sleman di Gedung DPRD Sleman, Minggu (11/2). Badan Koordinasi Taman Kanak-Kanak Al-Quran (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) merupakan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan dan Pengajaran Islam.

Sri muslimatun menyampaikan kepengurusan yang baik mampu melahirkan anak – anak generasi Qurani.

“Keberadan TKA-TPA mempunyai potensi strategis menanamkan akhlak mulia pada anak – anak, diharapkan tidak hanya sekedar membacakan Al-Quran tetapi dapat menanamkan nilai – nilai Al-Quran” kata Sri Muslimatun.

Selain itu, Sri Muslimatun menambahkan pimpinan merupakan salah satu upaya positif untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan pengurus BADKO TKA – TPA di Kabupaten Sleman.

“Setiap pengurus BADKO tentu memiliki pengalaman yang berbeda- beda dalam mengelola TKA – TPA sehingga dengan bertukar pengalaman diharapkan dapat menambah wawasan bagi yang lain” kata Sri.

Sedangkan Ketua Panitia BADKO TPA – TKA, Aris Susanto menjelaskan bahwa tingkat perkembangan pendidikan TKA – TPA di Kabupaten Sleman terus berkembang secara kualitas dibuktikan sampai saat ini telah berhasil meraih prestasi dalam kejuaraan ditingkat provinsi ataupun nasional.

“Pada tahun 2017 kafilah MTQ MBS baik SMP dan SMA yogtakarta berhasil meraih juara umum  dan bergabung bersama kabupaten kota lain kita berkompetisi di tingkat nasional menjadi DIY meraih juara umum ke-2 nasional” kata aris dalam laporannya.

Berdasarkan Instruksi Bupati Kepala Daerah tingkat II Sleman No. 2/INSTR/KDH/1994 tentang Peningkatan Gerakan Baca Tulis Alquran bagi umat Islam di Kabupaten Sleman.

“Dengan demikian kompeten ustadz dan ustadzah pengurus rayon daerah dalam pengelolaannya perlu ditingkatkan sehingga diklat pimpinan dibutuhkan” kata Aris.

Pada kegiatan Diklat kali ini dengan Materi utama yaitu kepemimpinan dan motivasi organisasi, tata organisasi BADKO dan penyusuna program TKA – TPA, dan problem solving.




Posyandu Periksa Kesehatan Balita Dusun Klidon Sukoharjo

Ngaglik – Menyiapkan Generasi Emas memang harus menjadi kewajiban para orang tua dan keluarga yang selalu secara rutin tiap bulan yang umur balita diperiksakan di Posyandu.

Demikian yang telah dilakukan para ibu balita di Dusun Klidon dan sekitarnya pada Senin (12/2). Hari posyandu rupanya selalu ditunggu para ibu balita, untuk mengetahui bagaimana kondisi putra-putrinya di Posyandu. Kegiatan ini menjadi sarana untuk silaturahmi sekaligus mengetahui persis kesehatan putra-putrinya.

Menurut Endang, Petugas Posyandu, sebelumnya kegiatan ini dilakukan setiap tanggal 10 namun kali ini dilaksanakan tanggal 12 tiap bulannya.

“Jumlah balita se-Dusun Klidon 85 anak, dan Alhamdulillah hampir 90 persen tiap bulan bisa diperiksa di Posyandu,” beber Endang.

Posyandu juga melayani imunisasi serta program lainnya termasuk PMT kepada seluruh balita yang datang. Uniknya Posyandu di Dusun Klidon berpindah-pindah tempat, setiap RW secara bergiliran tempatnya termasuk di Masjid Besar Baiturrahman Klidon sementara hari Senin ini di Pos Kes Desa Sukoharjo.

Rutinnya ibu balita yang hadir dalam Posyandu menandakan kesejahteraan keluarga terjamin dan kesadaran keluarga sangat tinggi di Dusun Klidon. Para kader Posyandu pun sangat bersemangat apabila warga berbondong-bondong datang mengajak balitanya ke Posyandu. (Suripto)




Tanamkan Nilai Pancasila Untuk Ciptakan Keharmonisan Masyarakat

Turi –  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Senin (12/2) pukul WIB di Aula Kecamatan Turi.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Polsek Turi, jajaran Koramil Turi, Satpol PP Kecamatan Turi, Kepala Desa se-Kecamatan Turi, Karangtaruna, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, serta tokoh agama se-Kecamatan Turi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut dari Badan Kesbangpol DIY Rendradi dan Surono yang sekaligus sebagai narasumber, serta Camat Turi ibu Siti Angraeni,

Dalam sambutannya, Camat Turi menyambut baik kegiatan ini, mengingat di wilayah Turi ini sudah semakin ramai. Siti berharap dengan adanya kegiatan ini akan menambah pemahaman masyarakat tentang Pancasila dan kebangsaan sehingga akan tercipta masyarakat yang harmonis, saling menghormati dan menghargai, serta tidak membedakan ras, suku, dan agama.

Sedangkan narasumber Surono memberikan materi mengenai Pancasila dalam beragama. Surono mengatakan bahwa semua umat yang beragama dan menjalankan ajarannya dengan baik dan benar sudah pasti berpancasila. Sebab, dalam Pancasila sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, berarti semua masyarakat yang mengakui adanya Tuhan sudah menjalankan Pancasila sehingga sudah seharusnya saling menghormati antara pemeluk agama

Terlebih jika semua masyarakat memahami dasar negara Pancasila maka tidak akan ada lagi sentimen antar umat, tidak ada lagi tindakan-tindakan yang berbau SARA, dan berharap kepada semua tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, tokoh agama untuk selalu saling menjaga dan mengingatkan dan ikut memberikan pemahaman kepada semua masyarakat. (Harman)