Pemerintah Turi Koordinasi dengan Polsek untuk Jaga Keamanan

Turi – Pemerintah Kecamatan Turi mengadakan Rapat Kordinasi Pelayanan Masyarakat, Selasa (27/2) pukul WIB di Aula Pertemuan Kecamatan Turi.

Rapat diikuti oleh KUA, TKSK, karang taruna, Kasi Kesejahteraan Desa se-Kecamatan Turi, Kasi Kesra Kecamatan Turi, dan Kapolsek Turi.

Dalam sambutannya, Kapolsek Turi, Suhartoyo menyampaikan berbagai macam keadaan yang berkembang di masyarakat saat ini di antaranya kasus pencurian yang pelakunya sudah tertangkap, maraknya kenakalan anak sekolah, serta banyaknya mobil truk pasir yang parkir di bahu jalan, untuk itu Polsek akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengatasi masalah tersebut.

Tujuan rapat koordinasi ini adalah untuk meminta masukan kepada semua lembaga tentang permasalahan di masyarakat, seperti klitih, perkawinan dini, persiapan lomba karang taruna, KDRT, perceraian, raskin, dan program yang akan dilakukan di tahun 2018 sehingga nantinya Pemerintah Kecamatan Turi dapat bekerja sama dengan Polsek Turi, dan elemen masyarakat lainya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kecamatan Turi. (Harman)




Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga Bantu Ketahui Kondisi Kesehatan Masyarakat

Turi – Pada Selasa (27/2), Puskesmas Turi mengadakan Sosialisasi Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PISPK). Sosialisasi diikuti oleh 32 peserta, yakni Kadus dan tokoh masyarakat tiap pedukuhan se-Donokerto.

Dalam penjelasan yang disampaikan oleh drg. Tri Hidayati mewakili Kepala Puskesmas mengatakan bahwa PISPK ini program nasional. Tujuan utamanya yaitu untuk mengecek dan mengetahui seperti apa kondisi dan kesehatan masyarakat. “Di sini kondisi kesehatan masyarakat akan dicek satu persatu dan didatangi tiap rumah oleh petugas kesehatan Puskesmas,” tutur Tri.

Sosialisasi pertama sudah dilaksanakan pada Senin (26/2) di Pedukuhan Randusongo. Selain dicek kesehatannya juga ada wawancara serta mengisi form.

Dalam kesempatan tersebut, Tri juga menjelaskan tentang visi dan misi program, pengertian tentang pendekatan keluarga, Permenkes no. 75 tahun 2014, kerangka konsep pendekatan keluarga, dan manajemen pendekatan keluarga.

Keterangan selanjutnya disampaikan oleh Bayu Adi yang menerangkan tentang peran tokoh masyarakat di antaranya turut mensosialisasikan rencana PIS PK sehingga warga bisa mengumpulkan fotocopy KK dan kepemilikan Jaminan Kesehatan (bagi yang punya BPJS, ASKES, Jamkesus/Asuransi swasta), serta memberi data, informasi, atau masukan kepada Puskesmas/Petugas Kesehatan demi kelancaran dan perbaikan kegiatan PISPK. Terakhir, diadakan tanya jawab dan pembagian blangko. (Suharno)




KKN UPY Rancang Program untuk Masyarakat Turi

Turi. – Mulai 12 Februari 2018 hingga 15 Maret 2018, sembilan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta mengadakan KKN di wilayah Desa Donokerto Turi, termasuk di dalamnya Padukuhan Turi 13.

Di Padukuhan Turi 13 ada dua tempat yaitu Turi dan Kembangarum Wetankali.

Menurut penjelasan Raditya Putra Pamungkas sebagai koordinator KKN bahwa mahasiswa KKN melaksanakan beberapa kegiatan, seperti pembuatan keset dari kain perca dan pembuatan jamu tradisional yang berupa bubuk. Ibu- ibu diberi teori dan didampingi untuk proses praktik.

Dalam proses membuat jamu, Raditya menjelaskan bahwa bahan bakunya baru sebagian kecil dari warga dan lainnya membeli. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar warga menanam sendiri dengan polybag, pot, atau ditanam langsung di tanah pekarangan.

Selain jamu, warga juga diajari membuat sirup dari daun pisang yang baik untuk kesehatannya yakni mengurangi panas dalam.

Tak hanya itu, mahasiswa KKN juga mengadakan TPA setiap sore di serambi Masjid Nur Rochman, melakukan penghijauan, memperbaiki penerangan jalan kampung, serta melakukan penataan Perpustakaan Masjid Nur Rochman. (Suharno)