Dinas Lingkungan Hidup Sleman Sosialisasikan Lomba Program Kampung Iklim

Turi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mengadakan Sosialisasi Lomba Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional di Dusun Wonosari Bangunkerto Turi, Jumat (23/2). Acara sosialisasi yang bertempat di rumah Kepala Dukuh Wonosari, Tarminanto, Bangunkerto, Turi ini dimulai dari pukul WIB.

Kegiatan diadakan di Dusun Wonosari karena Dusun Wonosari merupakan salah satu dusun yang dipilih oleh DLH Kabupaten Sleman maupun DLH Provinsi DIY untuk maju lomba Proklim tingkat nasional. Dusun Wonosari dianggap telah memenuhi kriteria yang akan dilombakan, di antaranya tentang kebersihan lingkungan, pengolahan sampah, penghijauan, pemanfaatan lahan pekarangan, penganekaragaman tanaman, ketahanan pangan, pelestarian mata air, dan masih banyak lagi kriteria yang akan dinilai. Semua kegiatan tersebut sebenarnya sudah ada dan terus dilakukan oleh masyarakat Dusun Wonosari dari tahun 2014 sampai sekarang.

Hadir dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat baik pemuda, bapak-bapak, dan ibu-ibu Dusun Wonosari, Pemerintah Desa Bangunkerto yang diwakili oleh Sudiyono, dan dari DLH Kabupaten Sleman, Dwi dan Tutik yang diberi tugas mendampingi Lomba Proklim.

Dalam sambutannya, Tutik berharap kepada semua masyarakat Dusun Wonosari untuk segera mempersiapkan lingkungannya dan memperbaiki segala sesuatu yang belum ada dalam kriteria penilaian. Tutik juga berpesan untuk segera mendaftarkan lomba ke Kementerian Lingkungan Hidup melalui e-mail dan mengisi data yang ada dalam form lomba.

Tutik berharap dan yakin bahwa Dusun Wonosari yang dimotori oleh Suharman dengan masyarakatnya yang kompak bisa memenuhi semua kriteria yang dilombakan sehingga dapat mendapat peringkat nasional dan bisa membawa nama baik Kabupaten Sleman. (Harman)




Turi Jaga Agar Wilayah Tetap Kondusif dan Aman

Turi – Dalam rangka menjaga keamanan dan kondisi di Kecamatan Turi pada hari Kamis (22/2) pukul WIB di Aula Kecamatan Turi diadakan Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama.

Pertemuan dihadiri Kapolsek, Danramil, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, Romo Pastur, UPT Desa, Babinsa, dan Babinkamtipmas se-Kecamatan Turi.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Camat Turi, Siti Anggraeni Susila Prapti. Dalam penjelasannya, Siti menyampaikan agar masyarakat Turi selalu waspada, menjaga kerukunan antar umat beragama, rasa persatuan dan kesatuan, serta terus melestarikan gotong royong sehingga kondisi Turi yang tentram, aman, dan damai dapat dipertahankan.

Selanjutnya, Kapolsek Turi, AKP Robi Y, mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk duduk bersama menjaga Turi selalu aman, tentram, dan damai sehingga umat beragama dalam menjalankan ibadahnya dapat dengan tenang, aman, dan tidak ada rasa khawatir atau takut.

Acara kemudian diisi oleh Danramil Turi, yang meminta agar kondisi yang sudah tentram ini selalu dijaga. “Tidak lupa mari kita musyawarahkan agar kondisi ini tetap kondusif,” tuturnya.

Adapun acara dilanjutkan dengan menampung masukan dari para peserta di antaranya dari Romo Paroki Somohitan Romo Koko Puji yang menyampaikan bahwa kerja sama yang sudah terjalin perlu ditingkatkan sehingga moral masyarakat semakin baik dan agar orang beragama sesuai dengan hati nuraninya sendiri.

Dari , menuturkan jika di Turi tidak ada SARA namun perlu mengkhawatirkan isu yang berkembang di media sosial, lalu Halimin dari KUA yang menekankan agar masyarakat perlu waspadai pada pembenturan agama. Sementara, Suharno memberi ide terkait patroli bersama yang perlu ditingkatkan. Masukan tersebut kemudian dibahas bersama dan diambil jalan keluarnya untuk ditindak lanjuti. (Suharno)




Media Center Sleman Sarana Promosi Potensi Daerah

Sleman – Media Center Kabupaten Sleman (MC Sleman) berhasil meraih penghargaan sebagai media center daerah terbaik dalam kategori berita tahun 2017 dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI). MC Sleman meraih peringkat kelima nasional mengungguli 251 media center daerah lain di Indonesia.

Penghargaan ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemenkominfo RI, Rosarita Niken Widiastuti dan diterimakan kepada Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Intriati Yudatiningsih, Rabu (21/2) di The Margo Hotel Jalan Margonda Raya No. 358 Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

Kemenkominfo RI melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) setiap tahun memberikan penghargaan kepada 10 media center daerah di seluruh Indonesia yang memberikan kontribusi terbanyak dalam penyebaran informasi kepada masyarakat, baik dalam bentuk berita maupun foto.

Kadis Kominfo Kabupaten Sleman, Intriati Yudatiningsih menyatakan bangga dengan prestasi yang diperoleh MC Sleman ini. Intri menegaskan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam pengelolaan media center mengingat betapa pentingnya fungsi media center sebagai sarana memberikan informasi kepada publik. “Di Sleman sekarang sudah ada Kelompok Informasi Masyarakat yang menjadi kontributor berita di Media Center Sleman, saya berharap ini bisa terus berjalan dan ditingkatkan sehingga arus informasi berjalan dua arah tidak hanya dari pemerintah ke masyarakat tapi juga informasi dari masyarakat di daerah sampai ke tingkat pusat,” kata Intri.

Sementara itu, Rosarita Niken menjelaskan pentingnya keberadaan media center daerah dalam upaya pemerintah menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama informasi yang terkait dengan pariwisata Indonesia. Untuk itu, Niken menghimbau agar media center daerah terus meningkatkan fungsinya.

“Indonesia ini kan kaya akan tempat-tempat wisata, wisatawan dari negara-negara lain bisa mencari pariwisata di Indonesia, kalau media centernya aktif mempromosikan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi Dinas Kominfo di wilayah tersebut,” beber Niken

Niken menambahkan media center daerah juga bisa menjadi penyampai informasi terkait layanan publik yang ada di daerah masing-masing. “Sehingga siapapun nantinya yang akan berkunjung ke kota, kabupaten, provinsi tahu betul apa yang menjadi keunggulan di daerah itu apa layanan publik yang tersedia,” lanjutnya.

Pun selain diharapkan mampu mempromosikan potensi-potensi yang ada, Media Center juga diharapkan mampu menyebarkan informasi terkait peristiwa-peristiwa besar atau bencana yang terjadi. “Kita semua bisa cepat membantu karena penyebaran informasinya bisa lebih cepat tetapi tetap mengedepankan akurasi dari berita,” tutur Niken.

Selain pemberian penghargaan, kegiatan yang digelar selama tiga hari ini juga diisi dengan diskusi dan pemaparan penyelenggaraan media center terbaik oleh Media Center Provinsi Jawa Timut juga dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelola Media Center Daerah yang bertemakan “Peningkatan Kualitas Konten Bagi Pengelola Media Center Daerah”.

Selain diisi dengan materi, bimtek juga diisi dengan diskusi terkait penulisan Berita Pelayanan Publik di Media Online dengan narasumber J. Heru Margianto dari . Dilanjutkan dengan materi Menulis kreatif dengan storytelling/feature tentang pelayanan publik oleh Iskandar Zulkarnaen, COO Kompasiana. Pun membahas mengenai Creative Visual Content di Media Online dan Media Sosial oleh Rulli Nasrullah, digital Content Provider dan Konsultan PR 3.0.




Kelompok Ternak Sidomulyo Terima Kunjungan dari Dinas Pertanian dan Pertanian Sleman

Ngaglik – Sudah lebih dari 5 tahun Kelompok Ternak Sidomulyo Dusun Karanglo berdiri dan sudah telah mendapatkan bantuan sapi sebanyak 18 betina putih untuk dikembangkan dan 5 pejantan untuk penggemukan. Selama kurun waktu 5 tahun tersebut, sapi bantuan telah berkembang menjadi 85 ekor.

Dinas Pertanian dan Pertanian Kabupaten Sleman mengunjungi Kelompok Ternak Sidomulyo Dusun Karanglo, pada Selasa (20/2). Dalam kesempatan ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sleman memperkenalkan PPL Pertanian dan Peternakan yang baru, yakni Iwan Setyawan. Iwan yang sebelumnya merupakan PPL Pertanian dan Peternakan dari Desa Sardonoharjo ini menyampaikan permohonan kerjasama dalam mengembangkan peternakan di Dusun Karanglo ini dan berkomitmen akan melanjutkan apa yang telah diprogramkan PPL yang lama.

Di samping itu, hadir dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sleman, Dokter Hewan Nanang yang memberikan pembinaan kepada Kelompok Ternak Sidomulyo Dusun Karanglo sekaligus monitoring dan evaluasi perkembangan populasi peternakan yang ada di Sleman yang dirasa semakin menurun jumlah ternaknya.

Untuk itu drh Nanang berharap terus ditingkatkan populasi jumlah dan cara serta kualitas pemeliharaan ternaknya, mulai masalah pakan ternaknya, kebersihan lingkungan, dan hal lain terkait pengelolaan ternak.

Dalam sesi diskusi, muncul pertanyaan terkait dengan tindak lanjut bantuan ternak, sarana dan prasarana pengembangan kelompok, drh Nanang menjelaskan bisa dengan membuat proposal untuk tingkat Provinsi dan Pusat melalui APBD I dan APBN yang mungkin masih ada peluang bantuan, tetapi untuk hibah harus kelompok yang sudah berbadan hukum.

Untuk itu apabila ada masalah IB yang sudah lebih 3 kali disarankan untuk diperiksa sapinya secara menyeluruh sehingga mengetahui masalahnya supaya bisa disimpulkan permasalahan sapi yang lebih 3 kali suntik, karena terkait biaya, tenaga dan waktu maka perlu konsultasi dengan Puskeswan di Bantarjo.

Selain itu drh Nanang juga menghimbau untuk memperhatikan virus penyakit gomen karena mempunyai risiko tinggi apabila ada percikan air kena pernapasan bisa membahayakan sapi. (Suripto).




Hindari Balas Dendam Demi Kebaikan

Gamping – Senin (19/2) pukul WIB berlangsung Misa di Gereja St. Lidwina, Dusun Nusupan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman yang dipimpin oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubyatmoko.

Acara yang diikuti oleh 2 ribu jemaah ini juga dihadiri oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Wakapolda DIY Kombes Pol Teguh Sarwono, Kapolres Sleman AKBP M. Firman Lukmanul Hakim, Dandim 0732/Sleman Letkol Infantri Diantoro, Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Camat Gamping Abu Bakar, Sekcam Gamping Rasyid Ratnadi, Kepala Desa Trihanggo Herman Budi Pramono, anggota DPR-RI, serta anggota DPRD Sleman.

Pengamanan dilakukan oleh jajaran Polsek Gamping dan Koramil 17/Gamping dibantu oleh banser Nadhatul Ulama.

Di sela-sela misa, Uskup Agung menghimbau agar seluruh umat tidak dendam atas apa yang diperbuat oleh pelaku penyerangan serta meminta agar mendoakan untuk kebaikan dan kesehatan pelaku. Selain itu, Uskup Agung juga menghimbau kepada siapapun untuk tidak membalas dan tidak mendendam. “Tetapi justru kita cintai, kita doakan untuk kebaikannya, untuk kesehatannya, untuk kebahagiaan di akhirat nanti,” ungkap Agung. (Adnan Nurtjahjo)