Pertemuan Rutin BKM Bakti Manunggal Donokerto

Turi – Dalam rangka melanjutkan rencana melengkapi kepengurusan, BKM Bakti Manunggal Donokerto mengadakan pertemuan pada Sabtu (10/2) bertempat di Sendang Kumitir Kembangarum 16 Donokerta. Hadir perwakilan dari Pemerintah Desa Donokerto, Sukiman, Faskel, UPK, UPS, UPL, dan anggota BKM.

Dalam kata sambutan Koordinator BKM menyampaikan agar program BKM segera terealisasi makan perlu dibentuk Kelompok Kerja (Pokja). Dalam musyawarah pembentukan Pokja hasilnya sebagai berikut:

  1. Pokja Ekonomi yaitu Suharno, Hambudi, Jarwati, dan Irma
  2. Pokja Sosial yaitu Giyarto, Sarjiyono, Asih, dan Sutopo
  3. Pokja Lingkungan yaitu Heru, Sabardiyono, Sudarno, dan Lahari

Selanjutnya Sukiman mewakili Pemerintah Desa Donokerto menyatakan salut atas kinerja BKM, “Semoga dengan BKM yang baru ini kinerja lebih meningkat lagi,” tutur Sukiman.

Pun, diberitahukan bahwa pemugaran rumah untuk tahun 2018 adalah rumah Sajono dari Dusun Miri. Selain itu, diinformasikan Kantor Pemdes Donokerto pada pertengahan Maret 2018 akan beralih ke gedung selatan.

Sambutan dilanjutkan oleh Faskel, Basuki yang menyampaikan tentang program BKM yang sudah dilaksanakan. Karena BKM sudah tidak mendapat dana dari pemerintah maka kinerja UPK harus lebih ditingkatkan sehingga program dapat tercapai. (Suharno)

 




Komitmen Gamping Wujudkan Pemilu yang Jujur dan Adil

Gamping – Panwaslu Kecamatan Gamping mengadakan studi banding, Jumat (9/2) pukul WIB di Kampung Anti Money Politic Dusun Sawangan, Desa Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Rombongan yang terdiri dari Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping Nining Martensi, Komisioner Divisi Penanganan Pelanggaran Kurniawan Prihandoko, Staf Keuangan Adnan Iman N.A., dan Staf SDM Lukman Jatmiko diterima oleh Kepala Desa Sawangan Johan Wahyudi, Kepala Dusun Sawangan Karno Harjono, Ketua Panwaslu Kecamatan Sawangan Afifatul Karimah dan Komisioner Yuniar.

Menurut Johan, terbentuknya Kampung Anti Money Politic berawal dari dipanggilnya para Kepala Desa se-Kabupaten Magelang oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin yang membahas tentang pembentukan Kampung Anti Money Politic. Terpilihnya Dusun Sawangan sebagai pilot project karena adanya komitmen warga setempat untuk menolak segala bentuk praktik politik dalam pesta demokrasi yang sudah berlangsung beberapa kali.

Afifatul menambahkan bahwa seluruh warga di sini sudah bertekad untuk membendung segala indikasi pelanggaran dalam pemilihan umum. Dengan adanya studi banding ini Panwaslu Kecamatan Gamping ingin mewujudkan penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden 2019 di wilayah Kecamatan Gamping menjadi lebih berintegritas dan berkualitas sehingga akan lahir pejabat publik yang representatif dari individu dan kepentingan politik seluruh warga. Tak hanya itu, utamanya untuk mewujudkan pemilu yang jujur, adil, serta bebas dari praktik “wani piro”. (Adnan Nurtjahjo)




Gamping Beri Beasiswa Sebagai Wujud Kepedulian Sesama

Gamping – Pemerintah Kabupaten Sleman mengadakan giat safari keliling hari Jumat putaran pertama di tahun 2018 pada Jumat (9/2) di Masjid Al Hidayah Mejing Wetan, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping.

Tim safari ini dipimpin oleh Wakil Bupati Sleman Hj. Sri Muslimatun. Tampak hadir juga Muspika Gamping antara lain Camat Gamping Abu Bakar, Wadanramil Kapten Suwardi dan Kapolsek Kompol Herwinedi. Selain itu hadir Sekcam Gamping Rasyid Ratnadi, Kepala Desa Ambarketawang Sumaryanto, dan jajaran ASN di wilayah Kecamatan Gamping.

Dalam sambutannya, Sri Muslimatun menyampaikan bahwa Masjid Al Hidayah apabila diubah nama menjadi Masjid Jami seiring semakin besar dan lebih baik, harus diimbangi dengan semakin banyaknya jemaah yang memakmurkan masjid. “Jika masjidnya makmur artinya tingkat keimanan warga setempat juga meningkat lebih baik,” tutur Sri Muslimatun.

Kemudian Wakil Bupati Sleman juga menyerahkan bantuan dana sebanyak Rp yang berasal dari APBD Kabupaten Sleman, Baznas Sleman, Pemerintah Kecamatan Gamping, Pemdes Ambarketawang, Bank BPD Sleman serta infak jemaah.

Dalam kesempatan ini pula Camat Gamping Abu Bakar menyerahkan beasiswa bagi 5 orang siswa kurang mampu sebesar satu juta rupiah 1. Dana bantuan tersebut berasal dari potongan gaji pegawai Kecamatan Gamping sebagai zakat sebesar 2,5%.

Pemberian dana bantuan bagi siswa kurang mampu sudah menjadi kesepakatan ASN di Kecamatan Gamping sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. (Adnan Nurtjahjo)




Pertemuan Dusun Bahas Kepentingan Warga Turi

Turi – Warga Padukuhan Turi 13 Kembangarum Wetan Kali mengadakan pertemuan warga untuk membahas keperluan dusun pada Kamis Wage malam Jumat Kliwon (8/2) di Rumah Eko Suryanto, salah satu warga padukuhan.

Pertemuan dihadiri oleh Kepala Dusun, Kunto, mahasiswa KKN dari UPY Yogyakarta, Ketua Paguyuban, Sunarto, serta warga RT 04, RT 05, dan RW 026.

Dalam pengantarnya, Ketua Paguyuban menghimbau agar pemuda dapat menjaga kegiatan di masyarakat. Selanjutnya, Kepala Dusun menyampaikan tentang hasil dari proses sertifikasi tanah, kesehatan, keamanan, administrasi kependudukan, juga tentang KIA (Kartu Identitas Anak) dan e-KTP.

Kepala Dusun juga tidak lupa mengenalkan adanya program KKN dari UPY yang berjumlah 12 mahasiswa. Program KKN yang disusun oleh mahasiswa sudah siap dilaksanakan dan meminta pada warga untuk bersama-sama mensukseskannya.

Acara dilanjutkan dengan laporan keuangan yang meliputi dana pembangunan, bedah rumah, dana sosial, sewa meja kursi dan tenda, serta laporan dari pemuda. Pertemuan ditutup pada pukul WIB. (Suharno)

 




Sekolah Ajari Siswa Penanganan Pertama Pada Bencana

Sleman – Badan penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman (BPBD) mengadakan Gladi Lapang Siaga Bencana (SSB) Kamis (1/2) di SMAN 1 Ngemplak, Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan guna menciptakan Sekolah Siaga Bencana yang akan dikoordinir langsung oleh guru, siswa, komite sekolah, dan perwakilan wali murid.

Kegiatan SSB diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMA N 1 Ngemplak dan beberapa siswa dari SMA Sunan Kalijaga.  Siswa-siswi SMA Sunan Kalijaga ikut serta sebagai sekolah yang disangga oleh SMAN 1 Ngemplak karena memenuhi kriteria terdampak bencana dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di SMA N 1 Ngemplak.

Dalam kegiatan ini dilaksanakan pula beberapa simulasi yang secara serentak dilakukan oleh para siswa, guru, dan komite sekolah. Simulasi dimulai sejak siswa keluar dari kelas, pengumpulan ke titik kumpul, penggunaan masker, perawatan pertama luka ringan oleh Palang Merah Remaja dan simulasi perpindahan siswa SMAN 1 Ngemplak ke SMA N 1 Kalasan.

Menurut Agus sebagai komite dan guru SMAN 1 Ngemplak, hal ini dilakukan sebagai penguatan kelembagaan masyarakat, terutama para siswa dalam pengurangan risiko bencana agar dapat belajar dan mampu tanggap serta cekatan dalam penanganan pertama pada bencana di sekolah.

“Saya sempat mengalami bencana gempa pada tahun 2010 di sekolah ini.  Dalam keadaan itu, anak-anak berpencar dan belum terkoordinir sehingga terpencar kemana-mana ke posko-posko yang jauh dan tidak berkumpul. Dengan adanya Sekolah Siaga Bencana ini, pasti akan lebih baik ke depannya dalam penanggapan bencana pertama,” tutur Agus.

Simulasi yang dilakukan pun beragam, tak hanya simulasi bencana erupsi Gunung Merapi. “Kami memberikan semua simulasi, seperti bencana gempa, dan banjir, namun kami lebih mengutamakan memberikan simulasi tanggap bencana erupsi Merapi, mengingat jarak SMA N 1 Ngemplak dengan Merapi berkisar meter,” tambah Agus.

Setelah dilaksanakan simulasi, Sri Muslimatun sebagai Wakil Bupati Sleman mengukuhkan Komite Sekolah Siaga Bencana pertama di tahun 2018 yang terdiri dari 30 siswa SMAN 1 Ngemplak dan para guru.

Dalam pidatonya, Sri Muslimatun berharap generasi cerdas dan tanggap dapat menjadi generasi emas di masa yang akan datang, sesuai dengan ketanggapan dan kepekaan siswa dalam penanggulan bencana pertama.