RSBI Berdayakan Potensi Disabilitas

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman bersama Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta melakukan Sosialisasi Program Rehabilitasi Sosial Berbasis Inklusif (RSBI) Bagi Penyandang Disabilitas Daksa di Pendopo Kapanewon, Kantor Kecamatan Tempel, Kamis (8/3).

Kepala BBRSBD, Bambang Sugeng menjelaskan program RSBI merupakan usaha terencana dan terpadu dari, dan untuk masyarakat, guna memulihkan dan mengembangkan kemampuan seseorang dalam rangka pemenuhan haknya, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar  dengan melibatkan seluruh stakeholders secara inklusif.

Tujuan program ini untuk memberdayakan potensi penyandang disabilitas dengan memperhatikan kesamaan hak dan kesempatan tanpa memperhatikan perbedaan latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya dan bentuk tubuh.

“Untuk mencapai tujuan tersebut dengan cara meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam upaya mewujudkan hak-hak asasi penyandang disabilitas dengan menggunakan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) yang ada baik pemerintah maupun swasta secara inklusif,” jelasnya.

Selain itu, program RSBI menurutnya juga bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan  dan kemandirian  penyandang disabilitas serta mengembangkan jangkauan layanan karena daya jangkau pemerintah yang terbatas.

Kasie Rehabilitasi Dinsos Sleman, Surono yang hadir dalam sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa jumlah penyandang disabilitas pada tahun 2017 di Kabupaten Sleman sejumlah jiwa terdiri dari laki-laki orang dan perempuan orang.

Kabupaten Sleman juga memiliki 2 kecamatan inklusi yaitu Berbah dan Ngaglik, 4 desa inklusi yaitu Merdikorejo (Tempel), Sendangtirto (Berbah), Sendangadi (Mlati), dan Sidoagung (Godean). Kecamatan Tempel sendiri memiliki 10 dusun inkluisi atau Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKBSM).

Menurutnya fasilitas layanan yang diberikan pada penyandang disabiliitas yaitu pemenuhan hak identitas,Lasamba (Layanan sambang warga), jaminan kesehatan dan pendidikan (termasuk Jamkesus), perlindungan dan advokasi gerakan stop pasung,bantuan sosial bagi disabilitas berat, serta pendampingan usaha.

“Kami juga melakukan kemitraan dengan BRTPD Pundong Bantul, Grazia, Tim Stop Pasung DIY, IZI Jetis Jogya, Ohana, Yakkum, Perguruan Tinggi, Pelaku usaha, Sigab dan pendampingan kelembagaan seperti PPDI, HWDI, Pertuni, PPDS, Gerkatin, serta panti rehabilitasi Tetirah Zikir Berbah, Siloam Godean, Charis Prambanan dalam memberikan pelayanan pada penyandang disabilitas,” kata Surono.




Karang Taruna Wonokerto Ikuti Evaluasi Karang Taruna Berprestasi Tingkat Kabupaten Sleman

Turi – Karang Taruna Wahana Taruna Bakti Desa Wonokerto Turi mengikuti Evaluasi Karang Taruna Berprestasi Tingkat Kabupaten Sleman, Rabu (7/3) pukul WIB di Pendopo Pertemuan Desa Wonokerto. Evaluasi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars karang taruna.

Dipilihnya Karang Taruna Wonokerto untuk mewakili Kecamatan Turi dalam Lomba Karang Taruna Berprestasi tingkat Kabupaten Sleman ini karena Karang Taruna Desa Wonokerto memiliki berbagai macam kegiatan yang nyata dan masih berjalan hingga sekarang, di antaranya usaha ekonomi produktif (perikanan, bimbingan belajar, dan usaha sablon) dan usaha sosial, seperti membantu difabel mencarikan bantuan kursi roda.

Acara evaluasi dihadiri oleh semua pengurus Karang Taruna Desa Wonokerto, Kepala Desa Wonokerto, Tomon, Ketua Karang Taruna Kecamatan Turi Suharman, tim evaluasi terdiri dari Karang Taruna Kabupaten Sleman dan Dinas Sosial Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kasi Kelembagaan Sosial, Elviana Lasso.

Dalam sambutannya, Elvi berharap Karang Taruna Desa Wonokerto dapat lebih bersemangat dalam kegiatannya dan tertib dalam administrasinya. Elvi juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk berkembangnya Karang Taruna Desa Wonokerto. “Di mana karang taruna merupakan ujung tombak bagi generasi muda yang ada mulai dari padukuhan hingga ke tingkat nasional,” tutur Elvi.

Evaluasi atau penilaian ini meliputi pemaparan kegiatan dan administrasi dan berakhir pada pukul WIB. (Harman)




Serah Terima Jabatan Camat Turi

Turi – Pada Rabu (7/3) pukul WIB di Pendapa Kecamatan Turi dilaksanakan serah terima jabatan Camat antara Camat lama Siti Anggraeni Susilo Prapti kepada Camat baru Abdul Haris Sunaryo.

Dalam kata perpisahannya, Siti Anggraeni yang menjabat sebagai Camat Turi selama 1 tahun 1 bulan 24 hari ini mengucapkan terimakasih atas kerja sama dalam mengemban tugas pemerintah, juga memohon maaf untuk program-program yang belum dapat terselesaikan.

“Semoga dengan pimpinan Bapak Haris Turi akan lebih maju lagi. Tidak lupa saya mohon doa restu dari semua hadirin dan warga Turi dan untuk semua kesalahan saya mohon maaf yang setulus-tulusnya,” tutur Siti.

Sementara itu, baru Abdul Haris Sunaryo sebagai Camat Turi yang baru menyampaikan kepada semua pihak agar dapat memberinya dorongan, masukan, dan kerjasama dalam melaksanakan tugas sebagai ASN.

Serah jabatan Camat Turi dihadiri oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman, Purwatno Widodo, yang berpesan agar Camat baru dapat segera membaur di masyarakat.

“Lebih-lebih kita menghadapi tahun 2019 dengan adanya Pemilu,Presiden, DPR, DPD,” ucap Purwanto. Dalam kesempatan tersebut, Purwanto pun menyampaikan pesan Bupati Sleman, Sri Purnomo agar angka kemiskinan di tingkat kecamatan dapat diturunkan kembali dan supaya tiap bulan diadakan rapat forum pimpinan ataupun peningkatan patrol keamanan.

Acara dilanjutkan penandatanganan serah terima jabatan derngan disaksikan oleh perwakilan Polsek Turi, Koramil, tokoh masyarakat, tokoh agama, PKK, perangkat desa di Kecamatan Turi, dan warga Kecamatan Turi. (Suharno)