Setiap Penduduk Punya Hak untuk Dapat Melihat

Turi – Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami Yogyakarta) bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UGM, RSUP Dr. Sarjito, RS Puri Husada dan Yayasan Dharmais menyelenggarakan bakti sosial operasi katarak gratis, Minggu (11/3) di RS Puri Husada.

Acara yang diselenggarakan sejak Sabtu (10/3) ini diawali dengan pemeriksaan screening terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi mata pasien. Jika kondisi pasien tidak memungkinkan atau tidak perlu untuk dilakukan operasi, pasien akan diberikan kacamata. Selanjutnya, operasi dilakukan pada hari Minggu (12/3) dengan 45 pasien.

Perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami Yogyakarta), dr. Wasisdi memaparkan bahwa penyakit katarak menyebabkan adanya kekeruhan pada lensa mata penderita sehingga membuat penglihatan menjadi kabur. Melalui operasi katarak, dokter akan menanamkan lensa buatan pada mata penderita sehingga penglihatan penderita dapat normal kembali. Di akhir paparannya, dr. Wasisdi menekankan tidak ada yang perlu ditakutkan dalam operasi katarak karena pengobatan sekarang sudah canggih. Operasi dapat dilakukan menggunakan laser, bahkan waktu operasi hanya membutuhkan 20-30 menit.

Selanjutnya perwakilan dari Fakultas Kedokteran UGM dr. Subroto mengatakan bahwa mata adalah salah satu indera penting dalam manusia. Maka kita perlu menjaga supaya tidak terkena penyakit mata, terlebih di usia senja karena katarak merupakan pemyakit yang salah satu penyebabnya adalah faktor usia. Sayangnya, banyak yang kemudian pasrah dengan keadaan dan menganggap, “Ya sudah, enggak bisa melihat juga enggak apa-apa. Memang sudah tua, sudah waktunya”.

Oleh karena itu, diharapkan masyarakat luas dapat bekerjasama dengan pemerintah dan elemen terkait untuk terus berupaya melakukan penanggulangan buta katarak sebagai upaya mewujudkan komitmen Global Vision 2020, yakni “The Right to Sight” yang dicanangkan oleh WHO, yaitu pada tahun 2020 diharapkan setiap penduduk mempunyai hak untuk dapat melihat secara optimal. (Ari Herliyanto)




Jaga Kebiasaan Baik agar Tidak Tergerus Perbuatan Maksiat

Ngaglik – Setiap jemaah harus punya ibadah yang menjadi unggulan supaya tetap istiqomah.  Demikian hasil kajian IPHI Ranting Sukoharjo yang dilaksanakan Minggu (11/3) di Gedung IPHI Ranting Sukoharjo Klidon.

Sebagai Pembicara dalam pengajian ini Ustaz K.H. Ismail Ahmad, dari Kabupaten Sleman. Ustaz Ismail memberikan contoh dalam berinfak tidak harus besar dan hanya sekali, 2 ribu tapi secara terus menerus dan istiqomah maka akan menjadi kebiasaan yang baik.

“Semua kegiatan selalu membaca Bismillah, dan tiap hari Salat Dhuha dan dilakukan terus menerus itulah yang istiqomah sehingga dalam kondisi apapun dilakukan seperti halnya salat 5 waktu yang wajib dilaksanakan,” tutur Ustaz Ismail.

Ustaz Ismail juga berpesan untuk para jemaah haji agar tetap menjaga kemabruran dan saling mengingatkan melalui kajian-kajian seperti ini.

“Karena walau sudah dijanjikan masuk surga namun kalau tidak dijaga akan tergerus oleh perbuatan maksiat atau perbuatan dosa yang lain,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Ranting IPHI Sukoharjo mengajak para jemaah haji dan umrah Desa Sukoharjo untuk dapat bergabung dan aktif dengan kegiatan kajian ini.

Kajian IPHI Ranting Sukoharjo ini juga dimeriahkan oleh Hadroh Dusun Ngebo dan Dusun Karanglo. Jemaah yang hadir dalam kajian ini berjumlah 89 jemaah. (Suripto)




Pelaku Usaha Perlu Ikuti Kemajuan Teknologi

Ngemplak – Dalam rangka pengenalan dan peningkatan kemampuan berbisnis dengan media internet di masyarakat Wedomartani, Ngempak, Sleman dan sekitarnya yang berbasis UMKM, Pemerintah Desa Wedomartani bekerjasama dengan Karang Taruna Parikesit Wedomartani mengadakan seminar yang bertajuk “Strategi Branding dengan Blogging untuk Bisnis UMKM”, Minggu (11/3) di Aula Kantor Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman.

Acara ini diampu oleh Andri Wisnu yang merupakan Pengajar dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan Jumadi Jonet Pemilik Jogja Dekor yang juga merupakan praktisi di bidang bisnis online.

Kepala Desa Wedomartani, Teguh Budianto dalam pembukaan seminar mengatakan bahwa, seiring dengan semakin majunya teknologi, kita sebagai pelaku usaha harus bisa mengikuti dan menyesuaikan. “Yang dulu masih berbasis offline atau konvensional sekarang sudah bergeser ke bisnis berbasis online atau internet maka kita perlu optimalkan fasilitas yang kita punyai semisal smartphone,” pesan Teguh.

Acara yang dimulai pukul WIB ini diikuti oleh 57 peserta. Pemerintah Desa Wedomartani melalui Kasi Pelayanan Desa Wedomartani, Mujiburahman mengharapkan acara-acara seperti ini dapat kembali diadakan mengingat besarnya manfaat untuk masyarakat. “Karena masyarakat Desa Wedomartani banyak pelaku UMKM, tidak menutup kemungkinan untuk membranding Desa Wedomartani sebagai desa budaya yang juga berbasis UMKM,” tutur Mujiburahman. (Bibit Babe Widayoko)