Evaluasi Lomba Kalpataru Kategori Perintis Lingkungan tingkat Kabupaten Sleman

Turi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mengadakan Lomba Kalpataru Lingkungan Hidup kategori perintis lingkungan, Selasa (14/3) di Dusun Wonosari Bangunkerto Turi. Lomba yang dimulai sejak pukul WIB ini diikuti 9 peserta untuk kategori perintis lingkungan dari beberapa kecamatan di Kabupaten Sleman. Salah satu peserta lomba ini berasal dari Kecamatan Turi yang diwakili oleh Suharman dari Dusun Wonosari Bangunkerto Turi.

Kecamatan Turi mengajukan Suharman untuk maju Lomba Kalpataru tingkat Kabupaten dikarenakan sejak tahun 2000 sampai sekarang memiliki capaian dan hasil yang nyata dalam membangun Dusun Wonosari, di antaranya adalah melakukan penghijauan di kanan kiri jalan sepanjang dua kilometer dengan ditanami 100 pohon mlinjo, 100 pohon jambu jamaika, dan 250 pohon pucuk merah. Selain itu, Suharman juga merintis pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami toga, sayuran, dan buah-buahan sehingga semua halaman dan pekarangan rumah warga masyarakat menjadi bersih asri, indah, sejuk, dan nyaman. Pun, merintis pengelolaan sampah rumah tangga sehingga sekarang sudah tidak ada lagi sampah yang berserakan dan melakukan pelestarian sumber mata air dengan menanam pohon kluwih, sengon, dan aren di sekitar mata air. Semua kegiatan ini didukung dan dilaksanakan oleh seluruh warga masyarakat Dusun Wonosari. Adapun tim penilai lomba terdiri dari lima orang yaitu dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman.

Acara dimulai dengan ucapan selamat datang dari Pemerintah Desa Bangunkerto, dilanjutkan pemaparan oleh Suharman dan dilanjutkan tinjauan lapangan. Setelah selesai evaluasi dilanjutkan dengan sambutan dari tim penilai yang diwakili oleh Mustika Dewi dari Dinas Lingkungan Hidup Sleman. Mustika dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan merasa terkesan dengan berbagai kegiatan yang telah dirintis oleh Suharman dan dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Wonosari. “Meskipun masih ada sedikit yang perlu ditambah dan saya harap untuk terus ditingkatkan,” tutur Mustika. Di akhir sambutannya, Mustika berkata sampai jumpa lagi di Lomba Kalpataru kategori perintis lingkungan hidup tingkat provinsi. (Harman)




Dialog Membangun Toleransi Umat Beragama

Turi – Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman mengadakan sarasehan di Desa Bangunkerto dengan tema Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan Berbangsa, Bermasyarakat, dan Bernegara. Acara diselenggarakan pada Selasa (13/3) di Gedung Serba Guna Desa Bangunkerto.

Diadakannya acara ini bertujuan untuk memupuk silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar umat beragama. Pun, untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya toleransi dan kerukunan dalam kehidupan berbangsa bermasyarakat dan bernegara.

Acara sarasehan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat antara lain tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna, kepala dukuh se-Desa Bangunkerto. Hadir juga Kepala Desa Bangunkerto Anas Ma’ruf, Camat Turi Abdul Haris Sunaryo dan perwakilan dari Badan Kesbangpol Sleman.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bangunkerto Anas Ma’ruf mengucapkan selamat datang dan terimakasih banyak kepada Badan Kesbangpol yang telah mengadakan acara sarasehan di Desa Bangunkerto. Anas berharap dengan adanya sarasehan tersebut akan bisa menambah wawasan bagi peserta dalam menjaga kerukunan dan kehidupan di masyarakat Bangunkerto.

Sedangkan, Camat Turi Abdul Haris Sunaryo dalam sambutannya juga berharap semua masyarakat dan pemeluk agama harus terus memupuk toleransi dan rasa saling menghargai antar umat beragama.

Begitu juga semua masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Turi untuk terus memupuk kerukunan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga ketentraman dan kedamaian akan selalu tercipta. Selain itu, Abdul juga menghimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita bohong yang akhir-akhir ini marak beredar khususnya di media sosial. Karenanya, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat harus ikut  meredam dan menangkal berita hoax tersebut agar tidak terjadi gejolak di masyarakat. (Harman)