KSAD Resmikan Universitas Jenderal Achmad Yani

Gamping – Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI, Mulyono meresmikan Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Yogyakarta di UNJANI, Jalan Siliwangi Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman, Senin (26/3) pukul wib. 

Peresmian ditandai dengan penandatanganan Prasasti Pembentukan UNJANI Yogyakarta, dilanjutkan pembukaan tirai penutup tulisan Universitas Achmad Yani serta penyerahan bendera lambang UNJANI Yogyakarta oleh Jenderal TNI Mulyono kepada Rektor UNJANI Joko Susilo.

Para pejabat yang hadir antara lain Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri, Kapolres Sleman AKBP Firman Lukmanul Hakim, Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Gubernur Akmil Mayjen TNI Eka Wiharsa, Gubernur AAU Marsda TNI Sri Mulyo Handoko, Camat Gamping Abu Bakar, Koordinator Kopertis Wilayah V Bambang Supriyadi, segenap keluarga besar Jenderal Achmad Yani, jajaran pengurus dan staf yayasan kartika eka paksi, dosen, mahasiswa UNJANI Yogyakarta serta tamu undangan yang berjumlah 450 orang.

Dalam sambutannya, Jenderal TNI Mulyono menyampaikan bahwa pendirian UNJANI Yogyakarta merupakan hasil dari penggabungan STMIK Jenderal Achmad Yani dengan STIKES Jenderal Achmad Yani atas ijin Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi tanggal 2 Februari 2018. UNJANI memiliki 3 fakultas dan 16 program studi. UNJANI juga merupakan tuntutan pendidikan kedepan dan wujud komitmen untuk meningkatkan sumberdaya manusia, khususnya putra-putri dari purnawirawan TNI AD dan anggota TNI AD.

Jenderal TNI Mulyono berharap agar UNJANI Yogyakarta menjadi pilot project klinik imunitas bangsa yang memberikan vaksin kekebalan berupa nilai-nilai luhur budaya bangsa untuk menjaga kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. ( Nurtjahjo)




Tanjungsari Tingkatkan Program KB Lewat Lokakarya

Ngaglik – Selasa (27/3), Dusun Tanjungsari merupakan dusun yang ditetapkan sebagai kampung Keluarga Berencana (KB) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Tanjungsari memenuhi kriteria sebagai kampung KB karena berada di daerah Legok (pinggiran atau minim kepesertaan KB) dan jumlah akseptor yang sedikit serta perlu peningkatan program KB. Dengan ditetapkan sebagai kampung KB, Tanjungsari diharapkan mampu meningkatkan program KB dan pembangunan masyarakat.

Agar harapan tersebut segera terwujud, Koordinator Penyuluhan Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Ngaglik, Dra. Abidah mengadakan lokakarya mini sebagai ajang koordinasi pengelolaan program di Tanjungsari. Lokakarya mini dihadiri oleh perangkat Puskesmas, KUA, Pertanian, Pendidikan Desa, Desa Sukoharjo, dan instansi terkait yang berada di Kecamatan Ngaglik.

“Kegiatan lokakarya akan terus dilakukan mengingat sangat bermanfaat karena bisa memadukan program di tingkat lini lapangan” terang Abidah saat lokakarya di Dusun Tanjungsari. Kampung KB akan terus bertambah, di tahun 2017 setiap kecamatan memiliki 1 kampung KB dan 2018 akan ditetapkan setiap desa 1 kampung KB, lanjutnya.

Lokakarya mini ini menghasilkan perencanaan kegiatan kampung KB sesesuai fungsi instansi masing – masing. Misalnya, KUA terkait sosialisasi Penundaan Usia Perkawinan (PUP), Pertanian terkait bagaimana menjadi petani yang handal, dan Puskesmas tentang pelaksanaan posyandu baik balita dan lansia serta program kesehatan lainnya. ()