Karang Taruna Wonokerto Ikuti Evaluasi Karang Taruna Berprestasi Tingkat Kabupaten Sleman

Turi – Karang Taruna Wahana Taruna Bakti Desa Wonokerto Turi mengikuti Evaluasi Karang Taruna Berprestasi Tingkat Kabupaten Sleman, Rabu (7/3) pukul WIB di Pendopo Pertemuan Desa Wonokerto. Evaluasi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars karang taruna.

Dipilihnya Karang Taruna Wonokerto untuk mewakili Kecamatan Turi dalam Lomba Karang Taruna Berprestasi tingkat Kabupaten Sleman ini karena Karang Taruna Desa Wonokerto memiliki berbagai macam kegiatan yang nyata dan masih berjalan hingga sekarang, di antaranya usaha ekonomi produktif (perikanan, bimbingan belajar, dan usaha sablon) dan usaha sosial, seperti membantu difabel mencarikan bantuan kursi roda.

Acara evaluasi dihadiri oleh semua pengurus Karang Taruna Desa Wonokerto, Kepala Desa Wonokerto, Tomon, Ketua Karang Taruna Kecamatan Turi Suharman, tim evaluasi terdiri dari Karang Taruna Kabupaten Sleman dan Dinas Sosial Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kasi Kelembagaan Sosial, Elviana Lasso.

Dalam sambutannya, Elvi berharap Karang Taruna Desa Wonokerto dapat lebih bersemangat dalam kegiatannya dan tertib dalam administrasinya. Elvi juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk berkembangnya Karang Taruna Desa Wonokerto. “Di mana karang taruna merupakan ujung tombak bagi generasi muda yang ada mulai dari padukuhan hingga ke tingkat nasional,” tutur Elvi.

Evaluasi atau penilaian ini meliputi pemaparan kegiatan dan administrasi dan berakhir pada pukul WIB. (Harman)




Serah Terima Jabatan Camat Turi

Turi – Pada Rabu (7/3) pukul WIB di Pendapa Kecamatan Turi dilaksanakan serah terima jabatan Camat antara Camat lama Siti Anggraeni Susilo Prapti kepada Camat baru Abdul Haris Sunaryo.

Dalam kata perpisahannya, Siti Anggraeni yang menjabat sebagai Camat Turi selama 1 tahun 1 bulan 24 hari ini mengucapkan terimakasih atas kerja sama dalam mengemban tugas pemerintah, juga memohon maaf untuk program-program yang belum dapat terselesaikan.

“Semoga dengan pimpinan Bapak Haris Turi akan lebih maju lagi. Tidak lupa saya mohon doa restu dari semua hadirin dan warga Turi dan untuk semua kesalahan saya mohon maaf yang setulus-tulusnya,” tutur Siti.

Sementara itu, baru Abdul Haris Sunaryo sebagai Camat Turi yang baru menyampaikan kepada semua pihak agar dapat memberinya dorongan, masukan, dan kerjasama dalam melaksanakan tugas sebagai ASN.

Serah jabatan Camat Turi dihadiri oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman, Purwatno Widodo, yang berpesan agar Camat baru dapat segera membaur di masyarakat.

“Lebih-lebih kita menghadapi tahun 2019 dengan adanya Pemilu,Presiden, DPR, DPD,” ucap Purwanto. Dalam kesempatan tersebut, Purwanto pun menyampaikan pesan Bupati Sleman, Sri Purnomo agar angka kemiskinan di tingkat kecamatan dapat diturunkan kembali dan supaya tiap bulan diadakan rapat forum pimpinan ataupun peningkatan patrol keamanan.

Acara dilanjutkan penandatanganan serah terima jabatan derngan disaksikan oleh perwakilan Polsek Turi, Koramil, tokoh masyarakat, tokoh agama, PKK, perangkat desa di Kecamatan Turi, dan warga Kecamatan Turi. (Suharno)




Kembangkan KIM dengan Inovasi Program Kerja

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) menggelar Sosialisasi Program Kerja Pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Tahun 2018, Rabu (7/3) di Ruang Rapat Lantai 2 Dinas Kominfo Sleman.

Sosialisasi yang diikuti oleh anggota KIM dan Pembina KIM Kecamatan ini, bertujuan untuk menginformasikan berbagai program kerja KIM di tahun 2018. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Sleman, Noor Hidayati Zakiyah Pramulani menyampaikan bahwa ada beberapa program baru di tahun 2018 untuk KIM yang belum dilakukan di tahun kemarin. “Ada Perbup 51 tahun 2017 yang tahun ini mau kita lihat sejauh mana implementasinya di tingkat desa tentunya,” tutur Ida.

Ida melanjutkan, di tahun 2018, pendataan KIM juga menjadi hal prioritas. Data-data KIM yang sudah ada pun akan kembali dilengkapi secara lebih detail. “Sejauh ini baru kita tahu jumlahnya berapa dan rekapitulasinya berapa, jadi nanti kita akan data profil dari masing-masing KIM, dari pengurusnya, lokasinya, basis kegiatannya, potensinya apa, dan juga prestasinya apa,” ungkap Ida.

Tak hanya itu, bidang IKP juga akan memperluas sebaran informasi mengenai KIM dengan leaflet, buku saku, dan profil KIM. “Seluruh informasi terkait KIM yang sudah didata tadi akan kita tuangkan di sini jadi kalau sewaktu-waktu ada yang ingin tahu soal KIM seperti saat ada kunjungan atau studi banding bisa memeroleh informasi dari sini,” lanjut Ida.

Pembuatan Buletin KIM ditambahkan Ida juga menjadi program kerja untuk KIM di tahun ini. “Kemarin kan kita juga belum ada buletin, ini nantinya berisi materi berita terpilih yang sebelumnya sudah disalurkan di website media center Sleman,” bebernya. Buletin ini nantinya akan dicetak sebanyak 2 ribu eksemplar dan dibagikan kepada KIM kecamatan dan desa.

Pun, Ida menambahkan bahwa untuk menarik minat masyarakat membentuk KIM, Dinas Kominfo Sleman tahun ini akan menyelenggarakan lomba kreativitas KIM. Lomba kreativitas KIM ini rencananya akan diadakan pada bulan Agustus nanti.

Berbagai program kerja KIM ini, menurut Ida membutuhkan dukungan dari pemerintah setempat, yang dalam hal ini adalah kecamatan. Ida mengakui dari sosialisasi yang baru saja berlangsung ini, ada beberapa kecamatan yang ternyata belum mengerti dan paham mengenai KIM. Padahal apabila pemerintah kecamatan sudah bersinergi dengan KIM maka pemerintah kecamatan dapat mensupport KIM di masing-masing daerahnya lewat kegiatannya.

Ditambahkan Ida, sosialisasi ini selain memberitahukan program kerja juga merupakan ajang bertukar pikiran anggota KIM dengan pemerintah kecamatannya, terutama terkait kesulitan yang dihadapi KIM selama ini. “Mereka harus bersinergi agar dapat menyatukan pandangan sehingga bisa saling dukung dan klik artinya kecamatan itu benar-benar bisa support sehingga perkembangan KIM bisa selalu ada,” ucap Ida.




Tim Kecamatan Ngaglik Terjun Nilai Gugus Paud VI Desa Sukoharjo

Ngaglik – Dalam rangka mengapresiasi kegiatan Gugus Paud yang selama ini dilakukan oleh Gugus Paud se-Kecamatan Ngaglik, mulai hari Selasa (6/3) diadakan penilaian oleh Tim Penilai Apresiasi Gugus Paud di Kecamatan Ngaglik.  Penilaian hari pertama berlangsung di Gugus Paud VI Desa Sukoharjo dengan dipusatkan di TK Lestari, Dusun Siwil, Desa Sukoharjo.

Tim penilai diterima oleh Kepala Desa Sukoharjo Hadi Subronto beserta perangkat desa, Dukuh, RW dan RT, serta pengelola Gugus serta pengajar Paud se-Desa Sukoharjo.

Dalam sambutannya Hadi Subronto menyampaikan selamat datang dan terima kasih serta menyambut baik atas penilaian gugus ini.

Hadi juga menyemangati para pengelola Gugus Paud VI, Paud Inti, Paud Imbas I TPA Amanah Mulia Dusun Nganggrung, dan Imbas II KB Cahaya Mulia Kompleks Masjid Besar Baiturrahman Klidon Sukoharjo untuk terus berbenah agar pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bisa berjalan dengan baik.

Sementara itu, Ketua Tim Penilaian Apresiasi Gugus Paud Kecamatan Ngaglik menyampaikan bahwa tim penilai akan melihat secara dekat bagaimana manajemen Gugus Paud, sarana, dan prasarana, serta KBM di Gugus Paud VI Desa Sukoharjo ini, Pun, bagaimana hubungan dan dukungan lingkungan sekitar lokasi kegiatan ini.

Setelah acara penerimaan dilanjutkan kunjungan ke Kantor Gugus Paud VI untuk melihat data dan dokumentasi serta kegiatan lainnya dan tim yang lain melihat sarana dan prasarana serta melihat langsung KBM di kelas-kelas.

Setelah selesai melihat PAUD INTI TK Lestari, Dusun Siwil dilanjutkan kunjungan lapangan di TPA Amanah Mulia Dusun Nganggrung dan KB Cahaya Mulia di Kompleks Masjid Besar Baiturrahman Klidon.

Kepala KB Cahaya Mulia, Suripto menyampaikan bahwa KB Cahaya Mulia berdiri sejak tahun 2013 namun mendapatkan Akte Pendirian baru pada tahun 2015. Sejak berdirinya, jumlah siswa kelompok belajar ini naik turun antara 16 sampai dengan 23 siswa. Dari jumlah anak-anak tersebut diasuh 3 bunda Paud serta beberapa pengelola yang ikut membantu memperlancar jalanya KBM di KB Cahaya Mulia.

Selesai kunjungan di KB Cahaya Mulia, kegiatan dilanjutkan dengan Pelepasan Tim Apresiasi Gugus Paud Kecamatan Ngaglik di Aula Balai Desa Sukoharjo. Penilaian ini diharapkan mampu memacu Gugus Paud VI agar lebih maju dan meningkatkan kualitasnya baik di bidang manajemen. sarana dan prasarana, serta KBM. (Suripto)




Bangun Ketahanan Pangan Sejak Anak Usia Dini

Sleman – Sanggar Anak Mandhira merupakan salah satu dari sekian lembaga swadaya masyarakat yang konsen dalam pendidikan lingkungan anak usia dini. Bekerjasama dengan SDN Kaliurang 1, program ini kami beri nama kelas konservasi. Kami mencoba untuk belajar bersama dengan media utama adalah alam lingkungan sekitar. Dengan mengambil lokasi outdoor, kami berharap proses pembelajaran ini tidak membosankan.

Dilaksanakan tiap hari sabtu minggu pertama dan minggu ketiga kelas konservasi hadir untuk membawa isu lingkungan ke dunia anak didik secara lebih apik. Sabtu, 3 Maret 2018 materi adalah Ketahanan pangan edisi Makanan pokok pengganti nasi. Mengenalkan berbagai makanan pokok pengganti nasi untuk usia dini sangatlah perlu, demi terjaganya ketahanan pangan untuk masyarakat lereng merapi pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Masyarakat akan cenderung tidak mudah terpengaruh dengan berbagai perubahan harga kebutuhan bahan pokok.

Selain mengenalkan tatacara budidaya pohon ketela, kami juga mengenalkan berbagai makanan olahan dari ketela, seperti getuk, cenil, growol, dan sebagainya.

Kami berharap besar jikalau anak didik tumbuh kembang menjadi dewasa dan menjadi para pengambil kebijakan, mereka tidak begitu mudahnya untuk menentukan kebijakan tentang pangan, dengan keberagaman makanan pokok selain nasi tentunya isu ketahanan pangan dapat terwujud.

Sebagai bagian dari masyarakat lereng merapi, isu ketahanan pangan sangatlah perlu diterapkan di segala umur. Di saat masyarakat kembali dari pengungsian karena erupsi merapi, mereka tidak perlu panik manakala tidak ada bantuan makanan dari luar, dengan berbekal sumber makanan penganti nasi, mereka dapat mandiri. (Anggara Daniawan, Tenaga Pengajar Kelas Konservasi Sanggar Anak Mandhira Kaliurang)