Berdayakan KIM Agar Tetap Eksis

 Turi – Direktorat Kemitraan Komunikasi, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo RI menyelenggarakan Audiensi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Kamis (5/4) di Hotel New Saphire Yogyakarta. Peserta yang hadir merupakan perwakilan dari KIM se-DIY.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kominfo DIY yang diwakili Kabid Sutantra Putra antara lain mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka menciptakan program bersama, juga untuk mengetahui secara langsung bahwa KIM di DIY sudah terbentuk dan ada bahkan sampai tingkat desa.

Menurut Sutantra, KIM hingga sekarang belum ada regulasi dan baru dalam taraf kemitraan dengan Kementerian Kominfo. Untuk itu, Kementerian Kominfo tengah menyusun regulasi agar posisi KIM lebih jelas.

Sementara itu, dalam sambutannya Direktur Kemitraan Komunikasi Kementerian Kominfo Dedet Surya Nandika mengatakan bahwa dalam kenyataannya KIM di DIY sudah maju dan aktif. Untuk itu, KIM harus diberdayakan dan berharap agar KIM selalu berkembang dan eksis. (Suharno)




Kualitas Data Pemilih Antisipasi Masalah Pemilu

Gamping – Kamis (5/4) pukul WIB, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2019 bersama 16 PPK kecamatan se-Kabupaten Sleman. Acara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman berlangsung di Grha Sarina Vidi, Sleman.

Giat ini dihadiri oleh Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan, 5 Komisioner KPU Kabupaten Sleman beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Shidqi menyampaikan bahwa saat ini memasuki tahapan pemutakhiran data pemilih dengan cara pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih pada pemilu terakhir yang dilaksanakan sebagai data potensial pemilih pemilu (DP4).

Coklit terhadap DP4 perlu dilakukan karena hasil coklit untuk menentukan siapa dan berapa jumlah pemilih di Kabupaten Sleman sebagai dasar untuk menentukan berapa jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan jumlah logistik yg dibutuhkan pada pemilu 2019 mendatang.

Coklit yang sudah dijadwalkan pada 17 April 2018 hingga 17 Mei 2018 merupakan kegiatan yang sangat penting (krusial) dalam tahapan pemilu. Dengan adanya data pemilih yang berkualitas (akurat) dapat mengantisipasi permasalahan pemilu. Oleh karenanya, proses pendataan harus dilakukan dengan cermat dan teliti. Tujuan coklit yang lain yakni untuk meningkatkan angka partisipasi masyarakat terhadap pemilu.

Metode coklit yang digunakan adalah mencatat, memperbaiki, dan mencoret dengan mendatangi rumah masyarakat yang masuk dalam DP4. Petugas pendaftaran pemilih (pantarlih) diwajibkan bertemu langsung dengan masyarakat dan bisa melakukan video call dalam keadaan tertentu. Pada akhirnya KPU mendapatkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebagai dasar menentukan banyaknya TPS dalam pemilu 2019 pun logistik yang dibutuhkan. (Adnan Nurtjahjo)




Ruang Pelaku Seni Budaya Tunjukkan Karyanya

Gamping – Rabu (4/4) pukul WIB, Pemerintah Kecamatan Gamping menggelar rapat panitia Gamping Gegayengan 2018 bertempat di Aula Lantai II Kantor Kecamatan Gamping.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan Rasyid Ratnadi dan dihadiri oleh segenap panitia yang berasal dari unsur Forkompim dan ASN kecamatan gamping, UPK, HIMPAUDI, IGTK, Forum PAUD, Puskesmas Gamping I dan II, Polsek, Koramil serta Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan Gamping.

Event Gamping Gegayengan kali ini mengambil tema “Adeging Kapanewon Gamping” berlangsung dari tanggal 28 April sampai 3 Mei 2018. Kegiatan yang dipusatkan di seputaran Halaman Kantor Kecamatan Gamping ini, meliputi pameran potensi lokal, pentas seni sanggar Abinaya Basopati dan sanggar Puspitosari Guyangan, pentas kethoprak, pentas jathilan, pentas dolanan anak langen carita, pentas reog, festival hadroh, gebyar PAUD, kirab Bregodo, festival dolanan anak, lari lintas alam anak SD serta jalan sehat.

Puncak acara Gamping Gegayengan akan diisi dengan peresmian Kantor Kecamatan Gamping oleh Bupati Sleman Sri Purnomo disertai tari klasik, karawitan, pentas juara hadroh, penandatanganan prasasti serta pemberian trofi/hadiah bagi pemenang lomba kethoprak, kirab bregodo, hadroh dan wajah padukuhan.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar warga Gamping dan memberikan ruang bagi pelaku seni budaya untuk menunjukkan karyanya kepada masyarakat. (Adnan Nurtjahjo)




Tingkatkan Partisipasi Pemilih dalam Pemilu

Gamping – Rabu (4/4) pukul WIB berlangsung pelantikan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pergantian Antar Waktu (PAW) Kecamatan Minggir dan Seyegan di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Sosialisasi Pemutakhiran Data Pemilih (Mutarlih) di Ruang Rapat KPU Kabupaten Sleman.

Pelantikan ini dipimpin oleh Ketua KPU Sleman Ahmad Sidqi, didampingi empat Komisioner KPU Sleman, Sekretaris dan Rohaniawan agama Islam serta dihadiri oleh 17 Ketua PPK se-Kabupaten Sleman.

PAW dari Kecamatan Minggir yakni Netty pramudita Sari dan PAW dari Kecamatan Seyegan yaitu Bogi Supariyun. Seusai mengucapkan sumpah dan janji sebagai anggota PPK keduanya menandatangani berita acara pelantikan PAW dan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh para hadirin. dilanjutkan dengan rakor mengenai sosialisasi mutarlih yang dipimpin oleh Komisioner KPU Sleman Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Indah Sri Wulandari.

Dalam paparannya Indah mengatakan sosialisasi adalah proses penyampaian informasi tentang tahapan dan program penyelenggaraan pemilu. Sedangkan pendidikan pemilih adalah proses penyampaian informasi pemilih untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran pemilih tentang pemilu.

Adapun tujuan kegiatan ini untuk menyebarluaskan informasi mengenai tahapan, jadwal, dan program pemilu, meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran masyarakat tentang hak dan kewajiban dalam pemilu, serta meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu.

Metodenya bisa secara “door to door” yang dilakukan oleh Pantarlih saat melakukan pencocokan dan penelitian (coklit), serta KPPS saat membagikan form C6 ke warga masyarakat. Cara lain dengan kunjungan ke rumah tokoh masyarakat di tingkat RT, RW, desa, yang dilakukan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS), serta di tingkat kecamatan yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Pelaksanaan tahapan coklit ini dijadwalkan mulai tanggal 17 April sampai dengan 17 Mei 2018. (Adnan Nurtjahjo)




Gali Tata Nilai Sleman dari Rangkuman Sejarah

Dinas Kebudayaan Sleman menyelenggarakan sarasehan bersama Profesor Suwarno untuk menggali tata nilai Kabupaten Sleman, Kamis (5/4) bertempat di Ruang Rapat Rukun Kompleks Kantor Dinas Kebudayaan Sleman.

Acara ini diadakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman bersama para tokoh, pelaku, dan pemerhati budaya di Kabupaten Sleman di antaranya ketua desa budaya dan pengurus acara adat seperti merti dusun dan acara adat lainnya.

Adapun tujuan sarasehan ini adalah untuk menggali tata nilai Kabupaten Sleman dengan mengumpulkan cerita atau sejarah dari berbagai sumber yang nantinya akan dirangkum dan ditulis menjadi sebuah buku sejarah. Dengan adanya dokumen yang dibukukan ini cerita ataupun sejarah yang ada di Kabupaten Sleman ini tidak hilang.

Adapun tata nilai budaya Kabupaten Sleman meliputi berbagai aspek, yakni:

  1. Ketuhanan yang meliputi aspek narimo ing pandum dan ngunduh wohing pakarti sumarah
  2. Kepemimpinan yang meliputi aspek prasaja, sembada, welas asih, waskita, waspada, wicaksono, mumpuni, adil, ngayomi, lembah manah/andap asor, tinarbuka, dan nanjing ajur ajer
  3. Kemasyarakatan meliputi aspek tanpa pamrih, tembayatan, lilo legowo, guyup rukun, gotong royong, setia, dan tepa salira
  4. Kealaman, meliputi aspek merti dan keseimbangan

Semua tata nilai budaya ini akan dicari dan dipadukan dengan cerita atau sejarah serta upacara adat yang sudah ada selama ini. Nantinya, semua cerita dan acara adat, seperti merti desa bisa dikelompokan dalam berbagai aspek tersebut. Contohnya, aspek Ketuhanan yang mempunyai nilai narimo ing pandum, uraiannya adalah menerima takdir dan pemberian Tuhan dengan ikhlas serta senantiasa bersyukur atas rahmad dari Tuhan.

Selain itu, bersumber dari ajaran Ki Ageng Wonolelo pada Upacara Saparan, rejeki seseorang telah ditentukan oleh Allah namun manusia harus berusaha. Ini dilambangkan dengan berebut apem. (Harman)