Sebarluaskan Potensi Desa Melalui KIM

 Ngaglik – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Sinduharjo resmi dibentuk, Rabu (11/4) di Aula Balai Desa Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Terpilih sebagai Ketua KIM Desa Sinduharjo adalah Astadi, warga Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik.

Pembentukan KIM Desa Sinduharjo ini dibarengi dengan sosialisasi KIM oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman.  Di sela-sela acara, Ketua KIM Kecamatan Ngaglik, Suripto, menyampaikan bahwa sejak terbentuknya KIM Kecamatan Ngaglik 3 Oktober 2016 lalu ternyata KIM Kecamatan Ngaglik belum bisa memasyarakata KIM itu sendiri.

“Untuk itu sejak awal tahun 2017 diadakan audensi ke beberapa kepala desa di Kecamatan Ngaglik agar dibentuk KIM desa sehingga sampai saat ini telah dibentuk KIM di Desa Sardonoharjo, Sukoharjo dan kali ini Desa Sinduharjo,” tutur Suripto.

Menurut Suripto, tujuan dibentuknya KIM desa ini agar program KIM bisa diterima masyarakat sehingga potensi yang ada di desa dan dusun bisa terangkat, diketahui, dan dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Sinduharjo, Sudarja, menyambut baik pembentukan KIM Desa Sinduharjo ini.

“Dengan terbentuknya KIM, bisa segera berkiprah dan eksis menginformasikan potensi-potensi yang ada di tingkat bawah, seperti rt, padukuhan, hingga desa,” tukas Sudarja. Sudarja menambahkan sebelum ada KIM, potensi-potensi yanga da di Desa Sinduharjo belum terlihat dan terinformasikan. “Semoga ke depan potensi yang jadi unggulan Desa Sinduharjo bisa terlihat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Ngaglik, Bambang Etri Martejo, menyampaikan apresiasinya mengingat di Kecamatan Ngaglik sudah terbentuk 3 KIM desa. “Artinya saya mempunyai jaringan sampai tingkat dusun bahkan sampai RT dan melalui KIM inilah kegiatan masyarakat bisa didata, diolah, dan didokumentasikan yang akhirnya bisa disebarluaskan kepada masyarakat,” tutur Bambang. Menurutnya, ini menjadi kesempatan baik bagi desa-desa yang ingin maju dan berkembang, yaitu dengan membentuk KIM desa ini.

Cicilia Lusiani, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman menambahkan dalam paparan sosialisasinya bahwa ada 4 bidang garapan yang harus dilakukan KIM desa antara lain mengumpulkan data potensi di desa dan dusun, mengolah hasil pendataan potensi itu menjadi bahan informasi, mendokumentasikan hasil olahan data secara rapi, dan menyebarluaskan informasi kepada khalayak. (Suripto).




Fasilitasi Sosialisasi Agar Pemilu Berjalan Lancar

Turi – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman menggelat Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu 2019, Rabu (11/4) pukul WIB di Aula Kecamatan Turi.

Kegiatan ini dihadiri oleh KPU Kabupaten, Panwas Kabupaten, Camat Turi, Sekcam Turi, Trantib, tokoh masyarakat, tokoh agama, karang taruna, Panwascam, dan Panwasdes.

Indra Darmawan, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ketahanan Nasional Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman menyatakan bahwa Kesbangpol memfasilitasi sosialisasi ini agar dalam pelaksanaan pemilu nantinya dapat berjalan dengan lancar dan dapat mengantipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Endah dari KPU, Ibnu Darpito Ketua Panwas Kabupaten Sleman, dan Abdul Haris Sunaryo, Camat Turi.

Camat Turi, Abdul Haris Sunaryo menyampaikan terkait Kewilayahan Turi antara lain jumlah desa, kondisi lingkungan, serta keragaman penduduknya. Sedangkan Endah dari KPU menyampaikan beberapa hal mengenai sistem dan tahapan pemilu hingga bentuk partisipasi warga dalam penyelenggaraan Pemilu. Selanjutnya, Ibnu Darpito Ketua Panwas Kabupaten Sleman dari Panwaskab menjelaskan mulai dari sejarah Pemilu di Indonesia sampai ketugasannya dalam penyelenggaraan Pemilu. (Suharno)




Renovasi Tingkatkan Fungsi Masjid Sebagai Tempat Ibadah

Gamping – Rabu (11/4) pukul WIB, warga Padukuhan Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping melakukan persiapan pengecoran pilar-pilar penopang bangunan lantai 2 Masjid Al Huda yang berlokasi di rt 05 rw 25 Bedog.

Warga merenovasi masjid bertujuan untuk meningkatkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan pembinaan mental umat islam khususnya warga Dusun Bedog dan Kecamatan Gamping pada umumnya. Utamanya, menambah daya tampung dalam melaksanakan ibadah salat berjemaah dan syiar keagamaan semakin menggema.

Menurut Ketua Pelaksana Renovasi, Imam Suwardi, masjid yang didirikan di atas tanah wakaf keluarga Murni Harjo seluas 320 m2 ini nantinya memiliki dua lantai. Bangunan lantai I seluas 196 m2 sedangkan bangunan lantai II seluas 256 m2. Perkiraan biaya yang diperlukan untuk merenovasi masjid sebanyak Rp ,00.

Adapun susunan panitia renovasi Masjid Al Huda Bedog, yakni Pelindung Sumarso selaku Kepala Dusun Bedog, Penasehat H. Sukur Djazuli, Ketua Pelaksana Imam Suwardi, Sekretaris Muhammad Amir, Bendahara Djumadi, dilengkapi seksi keamanan, seksi pembangunan, seksi usaha, seksi humas, seksi konsumsi, dan seksi pembantu umum.

Pembangunan masjid yang diarsiteki Roy Desimoko serta Perencana Struktur Lava, sampai saat ini baru mencapai 40 persen pengerjaannya dan masih membutuhkan bantuan dari para donatur. Diharapkan masjid bisa digunakan untuk salat berjemaah saat bulan ramadan 2018 nanti. (Adnan Nurtjahjo)