Bangunkerto Deklarasikan Desa Sadar HIV AIDS

Turi – Pemerintah Kecamatan dan Puskesmas Turi bekerja sama dengan Pemerintah Desa Bangunkerto menyelenggarakan Deklarasi Desa Sadar HIV/AIDS, Kamis (26/4) bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa Bangunkerto pukul WIB.

Acara ini adalah merupakan salah satu bagian dari kepedulian dan komitmen pemerintah untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya penyakit HIV/AIDS bagi masyarakat. Hadir dalam acara tersebut semua tokoh masyarakat seperti ketua BKR (Bina Keluarga Remaja), ketua karang taruna, dan lembaga desa lainnya. Sementara itu, dari pemerintah hadir Kepala Desa Bangunkerto, Kapolsek Turi, Danramil, KUA dan juga Camat Turi.

Dalam sambutannya Camat Turi, Abdul Haris Sunarya mengharapkan Deklarasi Desa Sadar HIV/AIDS ini membuat masyarakat di Desa Bangunkerto bisa mendeteksi sejak dini tentang gejala HIV dan AIDS sehingga dapat diobati. Hal ini mengingat saat ini di Kecamatan Turi kurang dari lima orang yang terkena HIV AIDS, sedangkan di Kabupaten Sleman ada 766 penderita dan di DIY ada orang yang terkena HIV AIDS. “Ini yang menjadikan keprihatinan pemerintah sehingga dengan dideklarasikan Desa Bangunkerto sadar HIV AIDS ini bisa mengurangi bahkan mencegah adanya masyarakat yang terjangkit virus HIV AIDS tersebut,” ucap Haris.

Sedangkan dari Puskesmas Turi, Lia sebagai narasumber menyampaikan tentang bahayanya virus HIV AIDS dan bagaimana pentingnya peranan tokoh masyarakat untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat di dusun tentang HIV AID.

Lia berpesan kepada masyarakat bahwa jika ada penduduk atau warga yang terkena HIV AIDS untuk segera melaporkan ke Puskesmas terdekat. “Jangan dikucilkan dari kehidupan bermasyarakat tapi harus tetap diberikan semangat dan motivasi supaya tetap bisa bertahan dan tidak menularkannya ke orang lain,” pesan Lia.

Sebab dikatakan Lia, HIV AIDS hanya bisa menular melalui empat cara yaitu melalui darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu. Jadi masyarakat tidak perlu takut untuk memberikan pertolongan kepada penderita HIV AIDS karena hanya dengan empat cara tersebut HIV AIDS bisa menular.

Di akhir acara dilakukan penandatanganan tentang deklarasi Bangunkerto Desa Sadar HIV AIDS yang dilakukan oleh kepala dukuh se-Desa Bangunkerto, kepala desa dan perangkat Desa Bangunkerto, ketua lembaga Desa Bangunkerto, dan semua tokoh masyarakat di Desa Bangunkerto. (Harman)




Jurugan Wakili Turi Maju Lomba Green and Clean

Turi – Rabu (25/4), Tim Penilai Lomba Green and Clean tingkat Kabupaten Sleman bertandang ke Dusun Jurugan, Bangunkerto, Turi untuk melakukan evaluasi dan penilaian dalam rangka Lomba Green and Clean Tingkat Kabupaten.

Dusun Jurugan, Bangunkerto, Turi merupakan salah satu dusun yang ikut dalam lomba tersebut sebagai wakil dari Kecamatan Turi.

Tahun 2017 lalu, Dusun Jurugan terpilih sebagai juara satu Lomba Green and clean tingkat Kecamatan Turi sehingga di tahun ini berhak maju lomba ke tingkat kabupaten mewakili Kecamatan Turi.

Tim Penilai Lomba Green and Clean menilai berbagai macam jenis kegiatan di Dusun Jurugan, antara lain keberhasilan dan keteduhan lingkungan dusun, kerapian, keindahan, serta kebersihan lingkungan, kesehatan warga, pola hidup bersih dan sehat, pengolahan dan pemanfaatan limbah dan sampah rumah tangga, pemanfaatan pekarangan rumah dengan menanam tanaman yang bermanfaat seperti sayuran, toga, dan buah dengan cara tabulampot.

Tim Penilai yang tiba pada pukul WIB ini disambut antusias oleh masyarakat Jurugan. Tim Penilai juga disambut langusng oleh Kepala Desa Bangunkerta yang diwakili oleh Sudiyono, Camat Turi, Haris, serta Kepala Seksi Ekobang Anik Sulistyawati.

Perwakilan Perangkat Daerah seperti dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian Sleman menjadi bagian dari Tim Penilai Lomba Green and Clean ini. Dewi, Ketua Tim Penilai dalam sambutannya mengapresiasi hasil kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Jurugan. “Lingkungan tertata bersih, rapi, indah, dan sejuk dengan berbagai macam jenis tanaman baik bunga, sayuran, dan buah di sepanjang jalan dusun,” ungkap Dewi.

Dewi juga salut kepada masyarakat Dusun Jurugan yang melakukan pemanfaatan pekarangan dengan baik. “Tidak ada pekarangan serta halaman rumah yang tidak terawat semua,” lanjutnya.

Dewi berpesan kepada masyarakat Jurugan untuk selalu menjaga dan merawat serta melakukan kegiatan seperti saat ini secara terus menerus sehingga menjadi sebuah kebiasaan.

“Merawat, mencintai, serta melestarikan lingkungan hidup sehingga bisa bermanfaat untuk anak cucu kita,” pesannya. (Harman)




Ajak Petani untuk Lebih Mencintai Alam

Turi – Dinas Pertanian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerjasama dengan Yayasan Bakti Yogya menyelenggarakan Pelatihan Pertanian Organik pada Selasa (24/4) dan Rabu (25/4) di Blembem Kidul, Pakem, Sleman.

Pelatihan hari pertama yang berlangsung Selasa (24/5) membahas materi terkait pembibitan tanaman secara organik, pembuatan pupuk organik dan pestisida organik, serta mengenali tanaman organik dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia.

Acara yang dimulai pukul WIB ini diikuti oleh pengurus dan anggota Kelompok Wanita Tani Pakem Turi (PARI), Kelompok Tani Organik Merapi (TOM) Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, serta komunitas petani organik di DIY, yang keseluruhannya berjumlah 40 peserta.

Pelatihan dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Bakti Yogya, Widi. Dalam sambutannya, Widi berharap dengan Pelatihan Pertanian Organik ini, masyarakat petani bisa lebih mencintai alam. “Selama ini, lahan pertanian tanahnya sudah jenuh karena setiap hari dicemari oleh bahan kimia baik dari pupuk maupun pestisida yang dapat merusak tanah dan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia,” terang Widi.

Untuk itu, menurut Widi, Yayasan Bakti Yogya bekerja sama dengan pemerintah sengaja mengadakan Pelatihan Pertanian Organik ini untuk tujuan yang baik bagi alam maupun manusia.

“Menciptakan pangan yang organik, memelihara ekosistem untuk mencapai produktivitas berkelanjutan, menanggulangi gulma, hama penyakit melalui berbagai cara sesuai standar SNI,” urainya. Pun, untuk kelebihan pangan atau ternak organik yang mengandung nutrisi lebih tinggi dan aman dari residu pestisida, hormon sintetis, antibiotic, GMO, transgenic, rekayasa genetika, serta ramah lingkungan. (Harman)