Tingkatkan Kapasitas Masyarakat Guna Hadapi Ancaman Bencana

Gamping – Kamis (26/4) pukul WIB, Tim Rescue Banyuraden menggelar gladi lapang penanganan bencana alam dengan ancaman bencana gempa bumi yang bertempat di Asrama Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes), Banyuraden, Gamping.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) DIY, Pemerintah Desa Banyuraden, serta Poltekkes Kemenkes.

Dihadiri oleh Ketua BSMI DIY Bambang Edi Susianta, Pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Henri Darma Wijaya dan Djoko Lelana, Perangkat Desa Banyuraden, Suprihono.

Adapun peserta gladi berasal dari mahasiswa dan mahasiswi Poltekkes sebanyak 13 orang, relawan BSMI 10 orang, masyarakat, koramil gamping (Babinsa), serta 6 perwakilan dari komunitas Setupa Banyuraden.

Dalam sambutannya, Henri Darma Wijaya mengapresiasi adanya kegiatan simulasi penanganan bencana alam dengan ancaman gempa bumi. Dengan adanya gladi lapang ini, dikatakan Henri dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. “Supaya masyarakat tidak terkena dampak bencana atau bisa mengurangi risiko terhadap bencana dan mengurangi jumlah korban bencana,” urainya.

Dituturkan Henry, dengan adanya simulasi ini diharapkan masyarakat tidak panik saat terjadi bencana alam, baik saat pra bencana (mitigasi), saat bencana (kedaruratan), maupun pasca bencana (rekonstruksi dan rehabilitasi).

Dalam kesempatan ini juga dilakukan pengukuhan Tim Rescue Banyuraden oleh Pejabat BPBD Kabupaten Sleman, serta penyerahan bantuan perangkat komunikasi (HT) sebanyak 2 unit oleh Bambang Edi kepada perwakilan Tim Rescue Banyuraden.

Selain itu, Rejeki Transport memberikan bantuan helm dan pelampung untuk operasional penyelamatan kepada Tim Rescue. Sementara itu, Kampus Poltekkes Kemenkes juga mendeklarasikan sebagai “Kampus Siaga Bencana.” (Adnan Nurtjahjo)




718 Sertifikat Tanah Dibagikan kepada Masyarakat Bangunkerto

Turi – Kamis (26/4) bertempat di Gedung Serbaguna Desa Bangunkerto, Tim Program Pendaftaran Tanah Sistematis dan Lengkap (PTSL) dari Badan Pertanahan Negara (BPN) melaksanakan pembagian sertifikat tanah. Pembagian sertifikat ini merupakan kelanjutan program yang dilakukan setiap tahunnya, dimulai dari sosialisasi, pembentukan pokmas (kelompok masyarakat), pendataan, pemasangan patok, hingga pemberkasan.

Pada kesempatan ini, dibagikan sebanyak 718 sertifikat tanah secara langsung kepada pemilik sah yang namanya tercantum dalam sertifikat tersebut oleh pegawai BPN. Penerima tidak boleh mewakilkan kepada pihak lain kecuali berhalangan hadir harus memakai surat kuasa dari yang bersangkutan jika diwakilkan.

Adapun sertifikat tanah yang sudah jadi adalah dari beberapa padukuhan di Desa Bangunkerto, antara lain Padukuhan Kawedan, Jurugan, Karangwuni, Bangunsari, Ledoknongko, dan Bangunharjo. Sedangkan untuk padukuhan lainnya masih dalam tahap pengukuran dan pemberkasan.

Salah seorang warga yang mendapatkan sertifikat tanah, Mahmud, mengatakan bahwa ia sangat senang karena sudah mempunyai sertifikat tanah sendiri sehingga tanahnya sudah resmi menjadi miliknya. “Jadi ke depannya sudah tidak akan ada perselisihan tentang pertanahan,” kata Mahmud.

Selain itu, Mahmud mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan kemudahan dalam proses pembuatan sertifikat tanah tersebut dan berharap semoga program PTSL ini biasa terus berkelanjutan sehingga semua masyarakat bisa memiliki sertifikat tanah dengan mudah dan cepat. (Harman)