Sleman Raih Peringkat Kedua Indonesia Smart Nation Award 2018

Sleman – Kabupaten Sleman meraih peringkat kedua kategori Best Smart Governance untuk kabupaten dalam Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2018 dari Citi Asia, Inc. Kabupaten Sleman menjadi salah satu pemenang dari total 63 pemenang untuk kota, kabupaten, dan provinsi terpilih. 

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya kepada Kepala Dinas Kominfo Slema, Intriati Yudatiningsih,  di Nusantara 2 Hall, ICE BSD, Tangerang, Kamis (3/5),

Menurut Cahyana Ahmadjayadi, Founder & Chairman Citiasia, penerima penghargaan ISNA 2018 merupakan daerah-daerah dengan peringkat terbaik pada 7 kategori penghargaan, yaitu Smart Readiness, Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment di mana masing-masing terdiri dari 3 daerah nominasi.

Sebelum dinobatkan sebagai pemenang, daerah-daerah ini dinilai berdasarkan hasil studi Indonesia Smart Region Maturity Index (Indeks Kematangan Daerah Pintar).

“Dalam proses penilaian indeks, ISNA 2018 diukur dengan menggunakan berbagai parameter pengukuran yang berasal dari data capaian pembangunan kota, kabupaten dan provinsi di Indonesia sejak tahun 2014 hingga tahun 2017,” ungkap Cahyana.

Pun, menurutnya penilaian melibatkan data hasil investigasi terhadap exposure seluruh daerah di lebih dari artikel pemberitaan yang terdapat di lebih dari 30 media cetak dan elektronik nasional yang dimulai dari bulan Januari 2017 hingga Desember 2017.

Cahyana mengatakan, dalam rapat dewan juri penentuan pemenang, dewan juri menyepakati sebuah transformasi dalam ISNA 2018.

Transformasi tersebut terutama dalam hal kategori penerima penghargaan yang pada tahun sebelumnya diberikan kepada pemerintah daerah tingkat kota, kabupaten dan provinsi yang dibagi ke dalam 3 kategori daerah, yaitu besar, sedang dan kecil berdasarkan populasi penduduk.

“Sementara, pada tahun 2018, kategori penerima penghargaan diberikan berdasarkan kinerja pada dimensi smart city dan kesiapan smart city,” bebernya.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman Intriati Yudatiningsih menambahkan, penghargaan yang diterima Kabupaten Sleman ini menandakan Sleman unggul di bidang tata kelola pemerintahan atau smart governance.

Indonesia Smart Nation Award ini dinilai dengan metodologi riset atau sumber data di antaranya dari Dirjen Perimbangan Keuangan untuk pengelolaan APBD.

“Kemudian BPK untuk opini terhadap LKPD lalu Kementerian PAN RB untuk evaluasi LAKIP Pemda, survei potensi desa, media tracking baik cetak maupun online termasuk penyediaan artikel secara online, lalu daerah dalam angka,” tutur Intri saat ditemui usai menerima penghargaan.

Dikatakan Intri, melihat dari kriteria yang dinilai, ini menjadi tantangan bagi Sleman untuk meningkatkan kinerja dalam tata kelola pemerintahan. “Di samping itu, Sleman tetap harus senantiasa mendorong pengembangan dan pengelolaan komponen smart city lainnya,” katanya.




Peran Organisasi Masyarakat dalam Pengawasan Pemilu

Turi – Panwaslu Kecamatan Turi mengadakan Sosialisasi Peran Organisasi Masyarakat dalam Pengawasan Pemilu, Rabu (2/5) di Rumah Makan Sedang Kumitir Kembangarum.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Kecamatan Turi Martono, Ketua FKT Kecamatan Suharman, forum pelajar, Tagana, dan ormas kepemudaan lainnya. Sedangkan dari pemerintahan, hadir pula kasi trantib, kasi pelayanan masyarakat, dan Camat Turi Abdul Haris Sunarya. Dalam sambutannya, Haris berharap dengan adanya sosialisasi peran ormas dalam pengawasan pemilu ini nantinya pemuda dan ormas bisa ikut mengawasi jalannya pemilu mulai dari pendataan pemilih sampai hari pemilihan nanti.

“Di samping itu dengan sosialisasi ini juga bisa menjadi pendidikan politik bagaimana pemilu yang jurdil, dengan memilih calon legislatif maupun presiden yang mempunyai visi dan misi yang baik dan yang paling utama hindari politik uang,” ungkap Haris.

Haris juga berpesan kepada semua ormas untuk benar-benar ikut mengawasi jalannya pemilu dikarenakan jika hanya mengandalkan petugas panwaslu tidak akan sanggup dengan jumlah TPS di Kecamatan Turi yang berjumlah 117 tempat.

Sedangkan dari Bawaslu Sleman Suci Herawati yang juga sebagai narasumber menjelaskan tentang tahapan tahapan pemilu, jumlah partai politik yang ikut pemilu, dan tugas Bawaslu yaitu sebagai pengawas, penindakan pelanggaran pemilu.

Selain itu juga dipaparkan mengenai jenis-jenis pelanggaran seperti pasang poster di pohon, politik uang dan lain sebagainya. “Bawaslu meminta pada tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan pemilu ini supaya pemilu bisa berjalan dengan langsung umum bebas dan rahasia,” ucap Suci. Suci juga mengatakan bahwa Bawaslu membuka kesempatan pada masyarakat untuk menjadi Bawaslu kabupaten, Bawaslu provinsi, dan menjadi tim pengawas TPS pun sebagai relawan Bawaslu. (Harman)




PUSPAGA Perlindungan Untuk Anak Sleman

Sleman – Bupati Sleman, Sri Purnomo resmikan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang bertempat di Jalan Candisari No. 2, Beran, Tridadi, Sleman, Rabu (2/5). Peresmian PUSPAGA bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengasuh dan melindungi anak. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman dr. Mafilindati Nuraini usai acara peresmian tersebut.

Linda menjelaskan di Kantor Puspaga pihaknya menyediakan ruangan tunggu bermain anak, ruang konseling anak dan konseling dewasa. Selain itu juga telah tersedia tenaga profesional yang siap mendampingi dan memberikan bimbingan kepada masyarakat yang membutuhkan. Puspaga ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat yang memerlukan pendampingan atau konseling.

“Kita telah menyiapkan dua orang psikolog dan satu orang administrasi untuk memberikan konseling kepada masyarakat,” jelasnya.

Pendampingan ini menurut Linda bisa untuk berbagai macam keperluan, seperti keperluan rumah tangga, masalah remaja, parenting, dsb. Selain itu, Linda juga menjelaskan bahwa layanan konseling tersebut tidak hanya terbatas dilakukan di Kantor Puspaga Namun menurutnya pelayanan dapat dilakukan dengan memanggil psikolog yang telah disediakan untuk datang ke rumah warga.

“Masyarakat bisa langsung datang ke Puspaga. Atau bisa juga dipanggil untuk datang ke rumah warga jika dibutuhkan,” tuturnya.

Linda juga menegaskan bahwa pelayanan ini dilakukan secara gratis. Lebih lanjut dia juga menyampaikan bahwa setiap masyarakat yang melakukan konsultasi akan dijamin kerahasiaan identitasnya.

Adapun jadwal pelayanan Linda menjelaskan dibagi menjadi tiga yaitu, Konseling Perkawinan hari senin, rabu, dan jum’at mulai pukul wib. Konseling Tumbuh Kembang Anak dilayani hari Senin – Jum’at pada pukul wib. Sedangkan Pelayanan Konseling Pengasuhan hari Senin – Jumat pada pukul – wib.

Sementara itu Bupati Sleman mengatakan dengan kompleksifitas kehidupan masyarakat yang tinggi saat ini sehingga perlu adanya pendampingan secara psikologi untuk masyarakat. Melalui peresmian Puspaga tersebut ia berharap Pemerintah Kabupaten Sleman dapat lebih maksimal melayani masyarakat didalam hal pelayanan psikologi.

Masyarakat boleh manyampaikan keluhannya tentang anak atau kekerasan dalam keluarga dengan kerahasiaan identitas yang dijaga. Kemudian ia Menghimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan pelayanan tersebut secara optimal.

“kami sangat terbuka dan senang bisa menjadi problem solving bagi masyarakat dalam hal psikolog,” kata Sri Purnomo.




UN SD, Bupati Sleman Imbau Kemandirian Siswa

Sleman – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat Sekolah Dasar (SD) hari pertama di Kabupaten Sleman diselenggarakan pada Kamis (3/5), secara umum UN berjalan lancar tanpa hambatan dan masalah yang berarti, baik dari segi disitribusi soal-soal, sampai dengan pelaksanaan.  Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI usai mengadakan pemantauan UN di SD Muhammadiyah Sleman.

Lebih lanjut ia mengatakan pada hari pertama, Kamis (3/5) ini, mata pelajaran yang diujikan adalah bahasa Indonesia. Sedangkan Pada UN Tahun 2018 di Kabupaten Sleman diikuti oleh siswa yang akan  berlangsung selama tiga hari, yakni dari tanggal 3 hingga 5 Mei 2018.

Pantauan UN SD diawali dari SD muhammadiyah Sleman yang diikuti oleh 104 murid terdiri dari 45 siswa dan 59 siswi. Kemudian dilanjutkan ke SD Kadisobo di Dusun Jogokerten yang diikuti oleh 30 murid. Dalam pantauan tersebut Sri Purnomo didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sumadi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Sri Wantini.

Sri Purnomo menghimbau kemandirian siswa dalam mengerjakan soal, Ia berharap siswa dapat mengerjakan soal dengan kejujuran dan mandapatkan nilai yang baik.

Sementara itu pantauan UN Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun bersama dengan Kemenag dan Pengawas dari Kecamatan Sayegan diawali dari SD Negri Susukan Kecamatan Sayegan dan dilanjutkan ke SD Balangan I Kecamatan Minggir.

“Pelaksanaan UN tingkat SD pada hari pertama ini terpantau kondusif, dan mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” ujar Sri Muslimatun.

Kepala Sekolah SD Negri Susukan Endi Sudarmi mengatakan UN SDN Susukan tahun ini diikuti oleh 53 murid yang terdiri dari 20 siswa dan 33 siswi. Sudarmi mangatakan dalam pelaksanaan UN kali ini pihaknya sudah memberikan persiapan yang maksimal kepada murid – murid SDN Susukan.

“Pukul pagi anak sudah harus hadir di sekolah kemudian Sholat Dhuna dan dilanjutkan dengan sarapan bersama,” kata Sudarmi.




TMMD Hemat Anggaran Hingga Rp 47,3 Juta

Sleman – Kegiatan Operasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA. 2018 di wliayah Kodim 0723/Sleman yang dimulai pada Rabu, 4 April 2018 telah selesai dilaksanakan. Hal tersebut ditandai dengan diselenggarakannya Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung ke 101 THP-1 TA. 2018 Kodim 0732/Sleman di  Lapangan Trimulyo, Jl. Turi Km 3 Ds Trimulyo, Sleman, Kamis (3/5/18).

Perwira Sie Teritorial Kodim 0732/Sleman Kapten Inf. Nugroho  Agoeng Trapsilo menyampaikan bahwa operasi TMMD menyasar pada pembangunan fisik maupun non fisik. Adapun sasaran pembangunan fisik yang dimaksud yaitu pembuatan jalan tani M. L 5 M, pembuatan talud M, dan pembuatan 3 buah gorong-gorong. Ketiga sasaran pembangunan fisik tersebut telah selesai 100%.

Sedangkan untuk sasaran pembangunan non fisik yaitu penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kamtibmas dan napza, penyuluhan kesehatan dan KB, penyuluhan pertanian, serta penyuluhan lingkungan hidup dengan penyelesaiannya 100%.

“Sasaran tambahan atau over prestasi dalam operasi TMMD ini yaitu rehab masjid satu buah, pembuatan pos kamling satu buah, dan lantainisasi sebanyak tiga buah,” tuturnya.

Kegiatan tersebut juga dinilai mampu menghemat biaya yang dikeluarkan dalam sejumlah pembangunan, pasalnya, jika program sejumlah pembangunan fisik dan non fisik yang menjadi sasaran diborongkan, estimasi anggaran yang diperlukan yaitu sebesar . Sedangkan operasi TMMD tersebut hanya diperlukan biaya sebesar . Dengan kata lain, dapat menghemat pengeluaran sebesar .

Adapun dana yang dipergunakan dalam kegiatan tersebut berasal dari APBD DIY yaitu sebesar Rp. da APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp. . Selain itu juga dana yang dipergunakan dalam kegiatan tersebut di dapat dari swadaya masyarakat berupa tenaga perhari kurang lebih 50 orang dan material  senilai kurang lebih Rp. .

Dalam kesemptan tersebut, Dandim 0732/Sleman, Letkol Inf Diantoro mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pemerintah daerah dan berbagai pihak lainya, yang telah mendukung terlaksananya program  TMMD ini secara totalitas. (humas sleman)