Edukasi Pentingnya Arsip pada Anak Didik

Dalam rangka memperingati Hari Kearsipan ke-47 sekaligus mengayubagya Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-102, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melaksanakan lomba deskripsi arsip foto bagi pelajar SMP/MTs yang diikuti oleh 200 orang peserta bertempat di Halaman Depan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman (11/5/18).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap arsip, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi.

Ayu Laksmidewi menyampaikan bahwa kegiatan yang bertemakan “Arsip Sumber Informasi Autentik dan Terpercaya” tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pengelolaan arsip di masyarakat. Ia menghimbau dengan tercapainya pengelolaan arsip yang baik maka masyarakat telah berupaya menghimpun pengetahuan dan pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan dalam kegiatan tersebut bahwa arsip merupakan hal yang sangat penting bagi siapapun. Oleh karena itu, ia menghimbau demi tercapainya  pengelolaan arsip yang baik, perlu adanya edukasi  arti pentingnya arsip kepada anak didik sejak dini sehingga untuk menjaga sejarah.

“Arsip yang terkelola dengan baik tentu akan bermanfaat sebagai sumber ilmu pengetahuan untuk dipelajari oleh masyarakat yang akan datang,” kata Sri Purnomo.

Kemudian diakhir acara dilanjutkan dengan pengumuman hasil lomba dan penyerahan hadiah Lomba Deskripsi Arsip Foto. Juara Pertama diraih oleh Nur Lala Septiana dari SMP 3 Berbah dengan hadiah tropi dan uang pembinaan sebesar ,-, dilanjutkan juara kedua oleh Lulu Nurcholidah dari SMP 2 Ngaglik dengan penyerahan tropi dan uang pembinaan sebesar , dan Juara Ketiga oleh Aisyah Khoirunisa dari SMP 3 Berbah dengan penyerahan tropi dan uang pembinaan sebesar .

Selain itu pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan hadiah Lomba Tertib Arsip Antar Perangkat Daerah se-Kabupaten Sleman yang diraih oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil pada juara pertama, Lomba Tertib Arsip Tingkat Pemerintah Desa yang diraih oleh Desa Gayamharjo, dan dilanjutkan dengan Lomba SDM Kearsipan Perangkat Daerah se-Kabupaten Sleman yang diraih oleh Budi Wahyono dari Staf Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.




Merti Kali Upaya Jaga Ekosistem Sungai

Dalam rangka melestarikan ekosistem sungai, Warga Sinduharjo Dusun Jaban bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman selenggarakan program Merti Kali di Sungai Boyong pada hari Minggu (13/5/18). Program Merti kali tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo yang ditandai dengan penanaman sejumlah pohon dan pelepasan bibit ikan di Sungai Boyong.

Kepala DLH Kabupaten Sleman, Purwanto menjelaskan bahwa Merti Kali merupakan rangkaian Program kali bersih yang bertujuan untuk melestarikan ekosistem sungai serta sebagai bentuk sosialisasi kepada mayarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

“Melalui kegiatan ini (Merti Kali) kita sosialisasikan kepada masyarakat agar memahami bahwa sungai itu bukan untuk membuang sampah dan limbah. Sungai itu tempat kehidupan makhluk hidupm, hewan, tumbuhan, dan lainnya maka perlu dilestarikan,”jelas Purwanto.

Purwanto juga menjelaskan bahwa di Kabupaten Sleman terdapat 6 sungai yang berhulu Merapi  antara lain, Sungai Gendol, Sungai Opak, Sungai Boyong, Sungai Kuning, Sungai Krasa dan Sungai Progo. Keenam sumber air inilah yang nantinya akan bercabang menjadi anak sungai dan dijadikan saluran irigasi.

Sedangkan Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam kegiatan tersebut atas kesadarannya dalam melestarikan serta menjaga kebersihan sungai.

Sri Purnomo juga mengatakan prihatin kepada masyarakat yang masih menganggap sungai menjadi tempat pembuangan limbah atau sampah. Menurutnya menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah dan sampah merupakan kekeliruan. Oleh karena itu, Sri Purnomo menghimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan sungai serta menjaga ekosistem yang ada di dalamnya.

“Pemerintah Kabupaten siap apabila komunitas-komunitas peduli sungai menemukan halyang negatif misalnya  pabrik-pabrik atau perusahaan yang membuang air limbahnya langsung ke sungai, bisa difotokan atau divideokan dan laporkan kepada kami,” ujar Sri Purnomo.

Kegiatan yang juga bekerja sama dengan Komunitas Peduli Sungai tersebut juga dimeriahkan dengan Kirab Bergodo sebagai bentuk pelestarian Budaya. Masyarakat yang datang nampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dari awal hingga akhir kegiatan.