Rapat Koordinasi Verifikasi Faktual PPK Gamping

Gamping – Rabu (30/5/2018) pukul WIB, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Gamping mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) tentang verifikasi faktual (verfak) terhadap sampel dukungan perseorangan calon peserta pemilu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang telah memenuhi syarat berdasarkan penelitian administrasi di Ruang Rapat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman.

Rakor dihadiri oleh Ketua KPU Ahmad Shidqi, beserta 4 komisioner KPU yaitu Imanda Yulianto, Haryanta, Indah Sri Wulandari dan Aswino Wardhana. Hadir juga Ketua PPK Kecamatan Gamping Adnan Iman Nurtjahjo, anggota PPK divisi teknis dan logistik M. Mualif, serta Ketua dan anggota PPK se-Kabupaten Sleman.

Rakor kali ini dipimpin oleh Komisioner KPU Kabupaten Sleman divisi hukum, Imanda Yulianto.

Dalam paparannya, Imanda menyampaikan bahwa giat verfak kali ini mengacu pada Peraturan KPU Nomor 14 tahun 2018 khususnya pasal 33 dan pasal 34 tentang verifikasi faktual terhadap sampel dukungan perseorangan calon peserta pemilu anggota DPD yang telah memenuhi syarat berdasarkan penelitian administrasi yang telah dilakukan oleh KPU DIY.

“Tujuan verfak untuk membuktikan kebenaran dukungan sampel pendukung kepada perseorangan calon peserta pemilu anggota DPD dan kesesuaian fotocopy KTP elektronik / surat keterangan asli yang dimiliki sampel pendukung,” lanjut Imanda.

Dalam pelaksanaan di lapangan, petugas verifikator melakukan verfak dengan cara menemui pendukung yang tercantum dalam form lampiran 2 model Kab/Kota DPD untuk mencocokkan kebenaran dan kesesuaian nama dan alamat pendukung dengan KTP elektronik / surat keterangan serta kebenaran dukungannya kepada salah satu calon DPD yang bersangkutan. Dengan kata lain verfak ini untuk menentukan lolos atau tidaknya peserta pemilu perseorangan calon anggota DPD pada perhelatan Pemilu serentak yang aKan digelar pada 17 april 2019 mendatang. (Adnan Nurtjahjo)




Komitmen Sleman Tingkatkan Kualitas Keluarga Lewat Program KB

Tim Penilai Lomba dari Direktorat Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Tingkat Nasional Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat melakukan verifikasi penilaian Lomba Promosi dan Konseling Keluarga Berencana (KB) Pasca Persalinan (PP) dan Pasca Keguguran (PK) di RSUD Prambanan pada hari Senin (28/5).

Ketua Tim Verifikasi BKKBN Pusat, Diah Pitaloka mengatakan bahwa maksud kedatangan timnya ke RSUD Prambanan adalah untuk memverifikasi data yang diberikan apakah data sudah sesuai yang dikirim ke BKKBN Pusat. “Kami tidak menilai, tapi hanya memverifikasi saja apakah data yang dikirim ke BKKBN DIY kemudian ke BKKBN Pusat sesuai atau tidak,” jelas Diah.

Menurutnya pada lomba tersebut telah dipilih enam besar nominasi dari enam provinsi. Nominasi tersebut kemudian akan disaring lagi menjadi tiga terbaik. “Tiga terbaik nanti akan diundang pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang rencananya akan diselenggarakan di Manado,” tambahnya.

Diah menambahkan, selain melakukan verifikasi ke RSUD Prambanan, Tim Penilai Lomba dari BKKBN Pusat juga mengunjungi dua lokasi lain untuk dua lomba yang berbeda. “Ini karena Kabupaten Sleman meraih tiga nominasi di tiga jenis lomba,” beber Diah.

Diungkap Diah, Bidan bernama Kuswatiningsih, Amd. Keb warga Demangan, Ketandan, Madurejo, Prambanan berhasil masuk tiga besar tingkat nasional untuk Praktek Mandiri Bidan. Selain itu, Adi Nugrahawati juga masuk menjadi salah satu nominasi untuk motivator KB Pria. Adi Nugrahawati aktif menjadi motivator KB Pria di Desa Condongcatur, Depok, Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang turut serta menyambut kedatangan tim penilai mengatakan bahwa program KB sangat penting bagi peningkatan kualitas keluarga di Sleman. “Oleh karena itu, Pemkab Sleman terus berupaya menggalakan program KB,” kata Muslimatun.

Menurutnya peserta KB aktif sampai dengan Maret 2018 sebanyak orang dengan KB Aktif Pria sebanyak orang. Sementara itu peserta KB baru sampai dengan Maret 2018 sebanyak orang dengan KB Baru Pria sebanyak 56 orang.

Sementara itu dalam upaya peningkatan program KB di Kabupaten Sleman, persentase KB Pria sebesar 10,46% dengan rincian kondom sebesar 9,81% dan vasectomi sebesar 0,65%. Terkait ini, Pemerintah Kabupaten Sleman telah berupaya untuk melakukan pembinaan Motivator KB Pria diantaranya dengan membentuk Forum Komunikasi Motivator (FKM) KB Pria ditingkat Kecamatan dan Kabupaten serta melakukan pertemuan rutin FKM KB pria Tingkat Kabupaten dan Tingkat Kecamatan.

Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan program KB di Kabupaten Sleman adalah dengan melakukan advokasi dan peningkatan KIE terhadap pasangan usia subur (PUS) dan calon peserta KB, ekstensifikasi tempat pelaksanaan dengan mengajak semua dokter keluarga menjadi fasilitator kesehatan pelayanan KB.  Selain itu juga dilakukan kegiatan Bhakti Sosial KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), meningkatkan kapasitas kinerja kelompok KB, Sub PPKBD, PPKBD, dan kader poktan dalam pencapaian peserta KB.

 




Hubungan Kerja Sinergis Bantu Lancarkan Tahapan Pemilu

Gamping – Senin (21/5) pukul WIB, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Ahmad Shidqi melantik Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Balecatur Kecamatan Gamping dan Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan di Ruang Rapat KPU Kabupaten Sleman.

Prosesi pelantikan PPS PAW dihadiri oleh Komisioner KPU Haryanta, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, perwakilan PPK Kecamatan Cangkringan, Rohaniawan agama Islam dan staf sekretariat KPU Kabupaten Sleman.

Prosesi diawali dengan pengucapan sumpah dan janji oleh kedua personil PPS PAW dibawah kitab suci Alquran, dilanjutkan dengan penanda tanganan berita acara pelantikan.

Selesai prosesi pelantikan, Ahmad Shidqi mengutarakan bahwa saat ini sudah memasuki tahapan rekapitulasi hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) pemutakhiran data pemilih. Tugas tersebut harus dilaksanakan oleh PPS sehingga paska pelantikan PAW diharapkan bisa langsung bekerja agar tahapan pemilu tepat sesuai yang dijadwalkan.

Adnan Iman menambahkan bahwa seorang PAW diharapkan sesegera mungkin untuk berkoordinasi dengan PPS yang sudah ada sebelumnya agar terjalin hubungan kerja yang sinergis untuk melaksanakan tahapan pemilu yang sudah ditentukan. (Adnan Nurtjahjo)




Status Merapi Meningkat Waspada, Warga Tidak Perlu Panik

Sleman – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status aktifitas Gunung Merapi dari tingkat Normal menjadi Waspada, Senin (21/5) pukul WIB. Sepanjang hari Senin hingga Selasa terjadi berulangkali letusan freatik disertai gempa vulkanik tektonik dan gempa tremor.

Letusan freatik ini menyebabkan dampak sebaran abu sempat mencapai radius 10 km. Pada Senin malam, jumlah pengungsi sempat mencapai 1522 jiwa yang tersebar di 9 titik kumpul aman. Para pengungsi kemudian berangsur-angsur pulang hingga sekarang tersisa 66 jiwa. Meski begitu, dengan status Gunung Merapi yang Waspada, dimungkinkan akan kembali terjadi evakuasi mandiri oleh warga ke titik kumpul aman.

Informasi ini disampaikan oleh Subandrio, Fungsional Penyelidik Bumi BPPTKG Yogyakarta dalam rapat koordinasi di Posko Utama Pakem Pusdalops BPBD Sleman, Kecamatan Pakem, Selasa (22/5).

Dituturkan Subandrio, BPPTKG Yogyakarta merekomendasikan agar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi dikosongkan dari aktivitas penduduk. Selain itu kawasan Gunung Merapi juga dinyatakan ditutup sementara untuk kegiatan pendakian.

Subandrio mengatakan bahwa peningkatan status Merapi menjadi waspada ini dimaksudkan agar semua pihak dapat bersiap lebih awal. “Peningkatan status ini harus disikapi secara proporsional, dalam artian tidak perlu berlebihan tapi juga jangan sampai lengah. Warga belum perlu mengungsi, tapi harus meningkatkan kewaspadaan,” terang Subandrio.

Lebih lanjut Subandrio menaruh perhatian lebih kepada informasi yang berseliweran di media sosial. “Mohon agar arus informasi bisa dikendalikan dengan baik, harus mengantisipasi hoaks yang bisa menimbulkan kepanikan,” jelasnya seraya mencontohkan ada beberapa kabar bohong berupa gambar erupsi gunung Sinabung beberapa waktu lalu yang dikabarkan sebagai erupsi Gunung Merapi saat ini.

Bupati Sleman Sri Purnomo memimpin rapat koordinasi peningkatan status Waspada ini. Sri Purnomo memerintahkan jajaran terkait untuk siaga 24 jam. “Setelah pulang kantor, ponsel jangan dimatikan. Sudah cukup pengalaman erupsi 2010 menjadi pengalaman menyedihkan kita. Kita hidup bersahabat dan berdampingan dengan Merapi, tapi jangan lengah,” ungkapnya.

Dalam rapat koordinasi ini Pemerintah Kabupaten Sleman mempersiapkan di antaranya antisipasi terhadap akses transportasi, kegiatan wisata, kebutuhan pengungsi, dan kegiatan belajar mengajar. Hingga saat ini tidak ada perintah mengungsi dan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan seperti biasa. Untuk murid sekolah yang sedang menjalani ujian, petugas gabungan BPBD Sleman, BPBD DIY, Satpol PP, dan Basarnas mensiagakan mobil di beberapa sekolah dasar.




Tim Safari Tarling Ngaglik Jalin SIlaturahmi ke Warga Desa Donoharjo

Ngaglik – Tim Safari Tarawih Keliling (Tarling) Kecamatan Ngaglik mengunjungi Masjid Al Ikhlas Dusun Nyamplung Desa Donoharjo, Minggu (20/5).   

Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meningkatkan silaturahmi antara pemerintah Kecamatan Ngaglik dan masyarakat atau jamaah Desa Donoharjo. Hal ini disampaikan oleh Camat Ngaglik, Subagya, di sela-sela buka bersama mengawali acara tarling tersebut.

Sebelum acara tarling, acara diisi dengan tauziah yang dipandu oleh Kepala KUA Ngaglik, H Sukirman. Ustaz Sukirman, menyampaikan lima pesan keistimewaan bulan suci Ramadan. Pertama, keterkaitan bau mulut dalam puasa seperti bau minyak Kasturi. Kedua, malaikat pada bulan puasa ini memberikan rahmat bagi yang berpuasa.  Ketiga, surga pada bulan puasa ini berbenah dan memperbaiki isi surge.  Keempat, setan-setan dibelenggu dan kelima dosa-dosa orang berpuasa akan diampuni oleh Allah SWT.

“Dengan 5 keistimewaan bulan puasa ini apabila kita bisa menjaganya dan melaksanakan yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarang insyaAllah, kita semua bisa meraih kemenangan di akhir Ramadan,” ungkap Sukirman.

Selesai acara buka bersama dilanjutkan tarawih bersama dengan Jemaah di Masjid Al Ikhlas Dusun Nyamplung Banteran, Desa Donoharjo.

Kepala Desa Donoharjo dan Ketua Takmir Masjid Al Ikhlas merasa bahagia karena Masjid Al Ikhlas dikunjungi tim Tarling Kecamatan Ngaglik. “untuk itu apabila ada kekurangan karena kondisi mohon dimaafkan semoga kehadiran tarling ini membawa barokah dan bermanfaat bagi jemaah semua,” urainya. (Suripto)